Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Selama tiga tahun pertama eksistensi SGPC, mimin membahas gedung-gedung lama yang ada di Indonesia; mimin hampir melahap habis cerita dan sejarah gedung-gedung modern di kawasan Medan Merdeka. Sekarang mimin bahas gedung barunya yang bernama Menara Danareksa, pengganti bekas Gedung Bursa/Danareksa yang berdiri selama 39 tahun.

Menara Danareksa
Foto oleh mimin SGPC

Menara Danareksa adalah gedung perkantoran berlantai 21 yang berdiri diantara calon Menara Bank Syariah Indonesia (bekas Wisma ANTARA) dan Gedung Kementerian BUMN. Gedung tersebut dirancang oleh tim arsitek dari ALIEN Design Consultant, struktur ditangani oleh Davy Sukamta & Partners dan dibangun oleh PT Pembangunan Perumahan mulai Maret 2021 hingga selesai keseluruhan pada Oktober 2022.


Iklan

Awalnya Menara Danareksa direncanakan sebagai proyek BUMN Centre

Gedung Bursa, 1980. Jakarta tempo dulu.
Menara Danareksa dibangun di bekas gedung berlantai empat ini. Foto oleh Sumber foto: Majalah Konstruksi ed. November 1980

Menara Danareksa awalnya direncanakan sebagai bagian dari BUMN Centre, sebuah menara kembar yang menggantikan Gedung Danareksa dan Sentral Telepon Otomat Gambir. Proyek kerjasama empat BUMN yaitu Danareksa (tuan tanah Gedung Danareksa/Gedung Bursa), Telkom Indonesia (tuan tanah STO Gambir), Garuda Indonesia (eks tuan tanah Gedung Kementerian BUMN dan salah satu pemilik gedung di belakang gedung berlantai 21 tersebut) dan Pembangunan Perumahan tersebut direncanakan akan difungsikan untuk memadukan sinergi antar perusahaan milik negara, dan secara arsitektur akan mengadopsi lambang negara yaitu Garuda.

Pembangunannya bertahap; pertama adalah renovasi (alias oplas) Gedung Kementerian BUMN pada 2019, disusul dengan pembangunan gedung baru Danareksa, Garuda Indonesia dan terakhir, kantor Telkom. Namun, perkembangan seperti keputusan Presiden Joko Widodo yang memindahkan ibukota negara menyebabkan adanya revisi dalam proyek ini.

Pembangunan dimulai terlebih dahulu dengan menggusur Gedung Danareksa/Gedung Bursa di akhir tahun 2019; tetapi konstruksi Menara Danareksa baru bisa dilaksanakan dua tahun kemudian (2021) karena kecamuk pandemi Covid-19. Keseluruhan pembangunan dilaksanakan oleh PT Pembangunan Perumahan, investor utama proyek ini. Tak banyak drama dari pembangunan Menara Danareksa; pembangunan gedung berlantai 22 tersebut rampung dan dibuka bertahap pada bulan Oktober 2022.

Menara Danareksa akhirnya diresmikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada 26 Mei 2023. Tahap pertama pembangunan kompleks keuangan Danareksa – karena dalam tahap keduanya bergeser ke bekas Wisma Antara – menghabiskan biaya Rp. 824 milyar.

Arsitektur Menara Danareksa terapkan arsitektur Islam secara implisit

Menara Danareksa
Motif girih pada jendela di sudut ini memberi kesan Menara Danareksa menerapkan arsitektur Islam. Foto oleh mimin SGPC.

Seperti yang telah dijelaskan di paragraf artikel ini, Menara Danareksa dirancang oleh tim arsitektur dari ALIEN Design Consultant, dengan struktur digarap Davy Sukamta & Partners. Gedung tersebut memiliki 21 lantai dan 1 lantai sem-basement, menampung perkantoran seluas 55.397 m2 (kasarnya, atau 36.223 m2 semi-kasar) di 16 lantai teratas serta 4 lantai sisanya untuk pertokoan, balai rapat dan balai sidang Aryanusa berkapasitas maksimal 1.000 orang. Perkantoran ini juga menyediakan gedung parkir terpisah berlantai 9.

Secara arsitektur, konsep arsitektur Menara Danareksa menurut advertorial yang beredar di beberapa media daring mengemban filosofi AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) yang menjadi etos kerja perusahaan milik negara di bawah kepemimpinan Erick Thohir. Pemilihan warna eksteriornya melambangkan kesucian, dan terdapat tekukan ke dalam yang diibaratkan sebuah kitab suci yang sedang dibuka. Ditambah dengan motif girih atau jaali pada jendela, Menara Danareksa setinggi 91 meter (versi Davy Sukamta & Partners) ini bisa menjadi contoh penerapan arsitektur Islam, walau dijelaskan secara implisit.

Sementara versi ALIEN Design Consultant agaknya kurang jujur menjelaskannya. Pihak arsitek menyebut Menara Danareksa sebagai “penjelmaan kekuatan arsitektur yang mengagumkan”, dengan mengusung bahasa desain yang “elegan namun berani”, “menggambarkan keindahan dalam kesederhanaan” gedung berlantai 21 tersebut. Lekukan di keempat sisi disebut oleh arsitek sebagai sentuhan artistik yang membedakan gedung ini dari tetangganya, entah dari Wisma Antara, Gedung Kementerian BUMN atau Perpusnas Medan Merdeka Selatan.

Sementara interiornya yang diberi nama Lobby Ambassador disebut “mewah” dan “instagrammable” alias terlihat manis di mata pengguna media sosial. Hal ini, menurut advertorial yang sama, tercapai karena manajemen gedung ini mengusung konsep “hotel office” dimana pelayanan menjadi tolak ukur dalam pengelolaan gedung ini.


Iklan

Data dan fakta

AlamatJalan Medan Merdeka Selatan No. 14 Gambir, Jakarta Pusat, Jakarta
ArsitekALIEN Design Consultants (arsitektur)
Davy Sukamta & Partners (struktur)
PemborongPembangunan Perumahan
Lama pembangunan2021 – Oktober 2022
Diresmikan26 Mei 2023
Jumlah lantai21 lantai
1 basement
Tinggi gedung (Davy Sukamta & Partners)92 meter
Biaya pembangunanRp. 824 milyar (2023)

Referensi

  1. Qeis Muhammad (tt). “Arsitektur Menara Danareksa: Simbol modernitas dan elegansi.” ALIEN Design Consultant. Diakses 3 Maret 2024 (arsip)
  2. Press release (2019). “PT Danareksa dan PT PP bekerja sama untuk pembangunan dan pengembangan BUMN Centre.” Danareksa, 20 Mei 2019. Diakses 3 Maret 2024 (arsip)
  3. Halaman resmi Menara Danareksa, diakses 3 Maret 2024 (arsip)
  4. Halaman resmi Davy Sukamta & Partners, diakses 3 Maret 2024 (arsip)
  5. Eko Adityo (2019). “BUMN Center senilai Rp. 2 triliun segera dibangun.” Investor Daily, 3 Oktober 2019. Diakses 3 Maret 2024 (arsip)
  6. Advertorial (2019). “BUMN Center, perwujudan sinergi dan keterpaduan seluruh komponen BUMN.” KONTAN, 9 Mei 2019. Diakses 3 Maret 2024
  7. Sulaida Bahfein; Hilda B. Alexander (2022). “Bakal disorot, Menara Danareksa yang bersebelahan Kementerian BUMN ini bernilai setengah triliun rupiah.” KOMPAScom, 5 Januari 2022. Diakses 3 Maret 2024 (arsip)
  8. Ahmad Wijaya; Biqwanto Situmorang (2023). “Menteri BUMN resmikan penggunaan Menara Danareksa yang dibangun PT PP.” ANTARA, 26 Mei 2023. Diakses 3 Maret 2024 (arsip)
  9. Husen Miftahudin (2023). “Menara Danareksa, monumen anyar di City Centre baru Kawasan Monas.” Medcom, 28 Mei 2023. Diakses 3 Maret 2024 (arsip)
  10. Agustina Wulandari; Advertorial (2023). “Menara Danareksa, one stop shop building di tengah Kota Jakarta.” Okezone, 10 Juli 2023. Diakses 3 Maret 2024 (arsip)
  11. Fitria Dwi Astuti; Advertorial (2023). “Berkonsep hotel office, Menara Danareksa menjadi warna baru di Merdeka Selatan.” Okezone, 13 Juni 2023. Diakses 3 Maret 2024 (arsip)

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *