Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Bank Jabar Banten (BJB) adalah bank milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dibentuk dari bekas-bekas bank milik pengusaha Belanda bernama DENIS (de Erste Nederlandsch-Indische Spaarkas) yang dirampas Pemerintah Republik Indonesia di tahun 1960. Secara legal, bank yang awalnya bernama Bank Karya Daerah Jawa Barat, dan selanjutnya menjadi Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat itu memulai operasionalnya sejak 1961. Bank tersebut kini berkantor pusat di Menara Bank BJB di pojok Jalan Braga dan Jalan Naripan, pusat kota Bandung bersejarah.

Dua Midrise
Bersama dengan Hotel Ibis Braga Bandung dan Gedung DENIS. Foto oleh mimin SGPC

Iklan

Mengingat dibentuk dari bekas aset Bank DENIS, maka wajar BPD Jawa Barat menggunakan kantor di Jalan Braga karya Albert Aalbers sebagai kantor pusatnya sekaligus kantor cabang utama Bandung Braga. Namun, di tahun 1990an bank tersebut membangun gedung perluasan berlantai 10 yang diberi nama Menara Bank Jabar, tepat di belakang gedung tersebut, yang dirancang oleh biro arsitek lokal PT Desain Nasional dibawah pimpinan Ir. Keulman, IAI.

Pembangunan Menara Bank BJB yang dilaksanakan pemborong nasional PT Pembangunan Perumahan berlangsung agak lama, karena kebetulan berlangsung bertepatan dengan krisis moneter. Konstruksi yang dimulai pada Mei 1997 hingga selesai dan diresmikan penggunaannya oleh Direktur Utama Bank Jabar, Umar Syarifuddin, pada 21 Mei 2001. Proyek pembangunan gedung tersebut disebut menghabiskan Rp. 45 milyar dari dana investasi Bank Jabar.

Menara Bank BJB memiliki 10 lantai dengan 1 ruangan bawah tanah, dengan luas lantai total 15.256 m2. Ia juga menyediakan gedung parkir berlantai 3 yang mampu menampung maksimal 150 kendaraan roda empat. Walau merupakan sebuah bangunan tinggi di Bandung, tidak seperti bangunan perkantoran yang berada di Jalan Asia-Afrika (Menara BRI, Wisma Bumiputera dan Wisma CIMB Niaga), atau bahkan lebih mirip kantor PT Dirgantara Indonesia dan Telkom Indonesia, gedung ini ditempati sepenuhnya oleh Bank Jabar Banten.

Menara Bank BJB
Menara Bank BJB dari Jalan Naripan, menampilkan podiumnya yang dipengaruhi arsitektur kolonial Belanda. Foto oleh mimin SGPC

Arsitektur yang diusung oleh PT Desain Nasional merupakan perpanjangan dari desain arsitektur bekas gedung Bank DENIS karya Albert Aalbers, yaitu mengusung streamline moderne yang sarat dengan garis horisontal dan lekukan-lekukan. Namun, mengingat Menara Bank BJB lahir di era modern dengan doktrin arsitektur yang berbeda, maka ada beberapa penyelesaian, seperti pemakaian kusen jendela aluminium dan kaca yang berwarna hijau; kaca patri terbatas untuk podium gedung yang tersambung langsung dengan gedung eks DENIS.

Sementara strukturnya juga dirancang oleh PT Desain Nasional dengan menerapkan model beton bertulang open frame dengan kolom, balok lantai dan tembok geser, di atas pondasi 221 buah tiang pancang Frankipile.


Iklan

Data dan fakta

AlamatJalan Naripan No. 12-14 Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat
ArsitekIr. Keulman IAI (Desain Nasional, arsitektur)
Ir. Muchammad Thamani Permana (Desain Nasional, struktur)
PemborongPembangunan Perumahan
Lama pembangunanMei 1997 – Mei 2001
Diresmikan21 Mei 2001
Jumlah lantai10 lantai
1 basement
Biaya pembangunanRp. 45 milyar (2000)
Rp. 167,3 milyar (inflasi 2023)

Referensi

  1. Joego Herwindo; Alexander Purba (2000). “Bank Jabar Tower: Gedung modern dengan nuansa klasik.” Majalah Konstrukso No. 295, November-Desember 2000, hal. 31-34
  2. Kinerja Bank Jabar bertahan dari himpitan krisis.” Pikiran Rakyat, 22 Mei 2001. Diarsip 14 September 2001
  3. Company Profile Bank Jabar Banten 2021. Diakses 23 Desember 2023 (arsip)

Lokasi

Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini dan eksklusif, dan bila anda perlu bahan dari koleksi pribadi SGPC, anda bisa mengunjungi TORSIP SGPC. Belum bisa bikin e-commerce sendiri sayangnya....


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *