Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Kota seribu supermarket: Sejarah supermarket dan department store di Jakarta dan Detabek

Jakarta dan daerah metropolitannya merupakan ibukota dari segalanya di Indonesia, dari ekonomi, sosial dan politik, kebudayaan hingga pendidikan dan kesehatan. Jadetabek sebagai daerah metropolitannya yang dihuni lebih dari 30 juta penduduk menjadi sasaran manis bagi para pengusaha-pengusaha ritel tanah air karena ceruk pasar dan daya belinya yang luar biasa, menghasilkan banyak pasar berupa minimarket, pasar tradisional, supermarket hingga hipermarket.

Maka, di artikel dinamis ini akan dijelaskan sejarah supermarket di Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) sejak era Orde Baru, dimana perkembangan supermarket milik negara maupun swasta terlihat dengan kasat mata.

Serial ini merupakan pengganti dari kompilasi Tulisan Pendek Tentang Gedung yang menurut kami akan lebih baik bila dibahas berasaskan topik dan wilayah (seperti pada hotel-hotel milik Sofyan Hotels dan Menteng Sarana Wisata), setelah menimbang saran dari salah satu pembaca golongan 4L. Dan ini artikel dinamis – seperti halnya artikel-artikel di SGPC – karena setiap data baru adalah tambahan baru bagi artikei ini.

Semua supermarket yang disebut di dalam artikel ini adalah supermarket yang berdiri di dalam wilayah Jadetabek dan berdiri sendiri, tidak menyewa ruangan di mall dan kompleks rukan – kecuali bila gedung tersebut berada di gedung tersendiri di dalam kawasan rukan.

Supermarket Hero

Hero merupakan jenama supermarket dari Grup Hero, sebuah perusahaan ritel bentukan Kurnia M.S. yang memulai hidupnya pada tanggal 23 Agustus 1971 di sebuah rukan mini di Jalan Paletehan I No. 23 Kebayoran Baru, alias Blok M. Per tahun 2023, Hero sebagai merk supermarket yang kini dipimpin oleh Ipung Kurnia, anak dari pendiri, kini hanya memiliki 24 cabang, turun dari masa-masa jayanya yang mencapai 92 cabang per 2000. Pada masa jayanya juga mereka punya markas yang sangat megah dan representatif di bilangan Jalan Gatot Subroto.

Di samping mengelola Hero Supermarket, Grup Hero juga mengelola toko furnitur dari Swedia, IKEA dan apotek Guardian. Sebelumnya beberapa supermarket Hero berganti merek menjadi Giant – merk supermarket Malaysia – yang pada akhirnya tekor, dan berangsur menutup beberapa cabangnya hingga Giant dihentikan operasinya pada Juli 2021 – di tahun 2015, Giant memiliki total 173 cabang (120 Giant Express dan 53 Giant Ekstra). Beberapa sejarah outlet Hero yang disebutkan di artikel ini adalah gedung tersendiri di Jadetabek, per batasan artikel.


Iklan

Hypermart Kreo – Jalan Ciledug Raya (Kreo), Tangerang, Banten (Hero/Giant 1991-2021)

Supermarket Hero di Kreo, Tangerang, Banten. Sekarang Hypermart Kreo. Foto di Jakarta tempo dulu, Tangerang tempo dulu, 1990an
Superstore Hero di Kreo setelah hampir jadi, 1991. Foto oleh Teguh S. Djamal/Prospek.

Pada bulan Desember 1990, Hero mulai membangun outletnya di Jalan Ciledug Raya alias Kreo, Tangerang, Jawa Barat (sekarang Banten) di lahan seluas 1 hektar (10.000 m2). Outlet tersebut merupakan sebuah konsep baru yaitu superstore, yang menyatukan semua kebutuhan pembeli dalam satu tempat. Seperti halnya tempat belanja yang “tidak bernilai sejarah”, tanpa identitas arsitek dan pemborong, outlet Ciledug Raya selesai dibangun pada Sepetmber 1991 dan mulai operasional sebulan kemudian, sekitar 24 Oktober 1991 menurut laporan majalah Warta Ekonomi, bila sesuai jadwal.

Hero di Jalan Ciledug Raya memiliki dua lantai, pertama untuk bagian sembako, termasuk ruang seluas 800 m2 untuk tempat makan dan lantai keduanya untuk kebutuhan alat tulis, aksesoris kendaraan bermotor, pusat rekreasi dan bahkan sewa palwa Betamax/VHS. Sayangnya, Hero di Kreo dibakar massa dalam kerusuhan 13 Mei 1998, dan baru dibuka lagi setelah renovasi pada 9 Juni 2000. Di awal tahun 2000an, Hero Ciledug diperluas.

Kondisi per 2021. Foto oleh Google Street View.

Dalam perjalanannya, Hero beralih fungsi menjadi Giant sejak 6 Agustus 2004 dan selanjutnya berganti nama lagi menjadi Giant Ekstra. Dalam rangka fokus ulang usaha Grup Hero, sejak Mei 2021 Giant Kreo ditutup setelah hampir 30 tahun beroperasi dibawah Grup Hero.

Kini gedung tersebut sudah ditempati oleh Hypermart milik Grup Matahari. Saat ini, alokasi lantainya terbalik, dimana hypermart/supermarketnya ada di lantai 2; lantai 1 diperuntukkan sebagai ruang ritel sewaan yang ditempati oleh beberapa tenant ternama semisal Pizza Hut.

Mitra10 Pondok Bambu (Mega Super Grosir/Pondok Bambu Spot, Mega/Hero/Giant 1992-sebelum 2013)

Mitra10 Pondok Bambu. Eks Mega Super Grosir Pondok Bambu 1992. Jakarta tempo dulu 1990an, Supermarket jadul
Mega Super Grosir, sekarang Mitra10. Foto oleh Karyoto/Warta Ekonomi, 23 Maret 1992

Di awal tahun 1990an Grup Hero memperkenalkan jenama baru untuk penjualan grosir bernama “Mega Super Grosir”, menjawab maraknya tren toko grosir yang terjadi saat itu (Trims dan Makro). Dua toko pertama yang mereka buka berada di Mangga Dua dan juga di Palur, Surakarta. Sementara toko yang berada di Jalan Pahlawan Revolusi ini merupakan yang ketiga, dibuka sekitar minggu ketiga bulan Maret 1992.

Toko yang dibangun dengan investasi lebih dari Rp. 4 milyar (1992, setara Rp. 43,2 milyar nilai 2023) ini memiliki dua lantai dengan luas lantai 5.750 m2, sepenuhnya digunakan untuk menyediakan 12 ribu produk dengan harga miring, bertindak sebagai perantara distributor dengan pengecer, dengan tempat yang nyaman dan tidak terlalu macam gudang.

Sayangnya, konsep ini tidak bertahan lama; pada 19 Februari 1996 outlet ini “naik kelas” menjadi Supermarket Hero, dengan konsep “belanja lahap.” Sayangnya, tidak ada informasi kapan Hero Pondok Bambu berganti baju menjadi Giant, sekaligus bertransformasi menjadi mal konvensional bernama Pondok Bambu Spot. Pada tanggal 20 November 2007, seluruh lantai 2 Giant habis dilalap si jago merah. Tidak ada catatan kapan Giant Pondok Bambu tutup.

Sejak 28 Juni 2022, setelah beberapa tahun sempat mati suri, tempat ini beralih fungsi sebagai toko bahan bangunan Mitra10.

Superindo Citra Garden (Hero/Giant 1993-2014?)

Superindo kini menempati salah satu eks gerai Hero ini. Foto oleh Google Street View.

Ekspansi besar-besaran Hero tidak berakhir sampai di Kreo saja. Per 1992, Hero sudah membuka sekitar 47 outlet di seluruh Indonesia, mayoritasnya di Jakarta. Bulan Mei tahun tersebut, raksasa supermarket Indonesia pimpinan Ipung Kurnia meneken kesepakatan dengan Ciputra untuk membeli lahan seluas 4.000 meter persegi di Citra Garden. Rencana Hero membuka gerai di Citra Garden sudah dirintis sejak 1986.

Pembangunan Hero Citra Garden yang hendaknya dimulai dari sekitar tahun 1992 hingga 1993, sebenarnya baru terealisasi di tahun 1996. Gedung berlantai dua tersebut ditempati Hero, dan penggantinya dari Malaysia, diwaralabakan ke Grup Hero, Giant, hingga akhirnya keluar sekitar 2014 atau 2015 (data Google Street View). Saat ini bekas Hero Citra Garden masih merupakan ruang ritel, digunakan utamanya oleh Superindo.


Iklan

Carrefour/Transmart

Carrefour adalah perusahaan hypermarket asal Perancis yang telah berdiri sejak 1960 dan beroperasi di 36 negara per 2024. Perusahaan tersebut sudah ada di Indonesia sejak 1998 dengan dibukanya gerai Cempaka Putih dan setahun kemudian rivalnya Promodes membuka Continent di Pasar Festival dan ITC Cempaka Mas. Keberadaan Continent di Indonesia bertahan seumur timun karena pada tahun 2000, Promodes dan Carrefour melebur.

Pada masa jayanya, Carrefour membuka 87 gerai ditambah dengan beberapa gerai Carrefour Express dan Groserindo di pelosok Indonesia. Namun, sejak dipegang Transmart pada 2012 dan perubahan nama sejak akhir tahun 2020 menjadi Transmart, banyak gerai hypermarket eks-Carrefour/Transmart yang tutup, dengan alasan bahwa transformasi digital berdampak kepada bisnis konvensional mereka.

Seluruh gerai yang dibahas disini biasanya berdiri sendiri, tetapi kebanyakan diantaranya hadir di awal dasawarsa 2000. Pada tanggal 12 Juli 2000, Carrefour di Jalan M.T. Haryono, dekat dengan Lembaga Kesehatan Penerbangan & Luar Angkasa TNI AU, dibuka, disusul dengan gerai di Lebak Bulus pada 12 September 2001 dan terakhir di dekat Puri Indah Mall pada akhir tahun 2002.

Tetangga Menara Saidah dan TNI-AU. Foto oleh Akhmad Fauzi/Panoramio, CC-BY 3.0

Carrefour M.T. Haryono yang merupakan salah satu outlet terseniornya adalah rancangan Paraga Arta Mida dan dibangun oleh Lampiri Djaya Abadi bersama dengan Decorient Indonesia. Ia memiliki luas lantai 23.360 m2 (pencacahan di Majalah Konstruksi edisi 293) yang tersebar di dua lantai. Outlet ini tutup pada 2022; setahun kemudian pihak Transmart memunculkan ide mendirikan proyek multiguna di bekas Carrefour M.T. Haryono.

Carrefour Puri Indah juga dirancang oleh tim arsitek Paraga Arta Mida tetapi dibangun keroyokan oleh Nusa Raya Cipta dan Total Bangun Persada. Dibangun hanya dengan dua lantai dengan luas lantai sekitar 24.000 m2 per cacah Google Maps, ia dibangun untuk mengisi ceruk pasar yang belum dilayani oleh Carrefour. Kemungkinan Transmart di Puri Indah tutup sekitar 2022, dan saat ini direnovasi untuk menjadi perluasan Mal Puri Indah.

Desain oleh nama besar untuk hypermarket nama besar berukuran besar. Foto oleh Ikung Adiwar/Panoramio

Sementara gerai di Lebak Bulus dirancang oleh Airmas Asri dan dibangun oleh Lampiri Djaya Abadi. Gerai dengan penampilan sedikit unik itu memiliki 3 lantai dengan luas total 29.918 m2 yang dimanfaatkan sepenuhnya tak hanya sebagai gerai melainkan sebagai kantor operasional Carrefour Indonesia. Gerai di Lebak Bulus tutup sejak 1 November 2023 karena – menurut Transmart – kontrak dengan tuan tanahnya, Metropolitan Kentjana, akan habis.


Iklan

Makro/Lottemart/Lotte Grosir

Lotte Grosir adalah merek supermarket asal Korea Selatan yang fokus menyediakan kebutuhan sehari-hari secara grosiran sejak muncul di Indonesia sebagai sebuah supermarket dari Belanda bernama Makro. Ia dibentuk pada tahun 1991 dan baru pada bulan September 1992 supermarket yang murni merupakan modal nasional dan bekerjasama dengan supermarket dari Belanda itu memulai kegiatannya.

Berbeda dengan pertokoan biasa, saat itu konsep keanggotaan Makro sangat dibatasi khusus untuk anggota saja, dan menyasar pedagang dan individu yang membutuhkan kebutuhan-kebutuhan secara partai. Sejak April 2010, Makro Indonesia berganti baju menjadi Lottemart Wholesale, selanjutnya Lotte Grosir.

Makro pertama yang dibuka berada di Jalan T.B. Simatupang Pasar Rebo, Jakarta Timur pada tanggal 26 September 1992. Ia menempati lahan seluas 4 hektar dengan luas lantai 10.000 m2 dan di awal eksistensinya menawarkan tak kurang dari 40 ribu variasi. Makro tersebut konon menghabiskan biaya 15 milyar rupiah (1992) dan sempat memicu polemik soal ancaman terhadap status quo antara lain pedagang tradisional dan peritel nasional. Baru seminggu dibuka, Warta Ekonomi (12/10/1992) mewartakan sudah menarik sekitar 40 ribu anggota dari beberapa instansi/individu.

Sukses di Pasar Rebo membuat Makro ngegas melakukan ekspansi. Pada tanggal 24 November 1993, Makro membuka gerai barunya di Kelapa Gading (disebut Sunter di Warta Ekonomi (12/10/1992), dengan investasi 15 milyar rupiah (1992) juga; disusul dengan cabang Meruya pada 21 Juni 1995 dan di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten setahun berikutnya (19 Februari 1996), disusul dengan Makro Alam Sutera (9 Oktober 1996).

Akibat huru-hara Mei 1998, gerai di Meruya dan Ciputat hancur dirusak dan dijarah massa yang mengamuk. Baru pada masing-masing 4 Agustus 1998 dan 8 Juli 2000 gerai Meruya dan Ciputat dibuka kembali. Selama periode 2000-2009 tidak ada gerai Makro baru di Jakarta; sebaliknya ritel grosir tersebut lebih menjamah daerah-daerah luar Jadetabek. Seperti yang SGPC jelaskan di paragraf awal subbag ini, sejak 2010 semua gerai Makro di Jakarta berubah nama menjadi Lottemart Wholesale.


Iklan

Supermarket/Department store lainnya

Supermarket independen yang dimaksud merupakan outlet supermarket yang dikelola secara kekeluargaan, tidak memiliki jaringan tersendiri maupun merupakan perusahaan kecil yang terkadang secara nama tidaklah terlalu besar. Ia rata-rata menempati lokasi yang lebih kecil, atau kalau lokasinya besar dan ternama biasanya tidak punya cabang lain selain di gerai pertamanya. Jakarta memang punya banyak merk-merk supermarket lokal yang tak banyak berkembang.

Contoh dari beberapa supermarket/department store independen yang mimin SGPC dapatkan dari pelbagai sumber terdiri dari Hari-Hari Supermarket, Tomang Tol, Kem Chicks dan lain sebagainya. Di daerah lebih banyak lagi, jadi untuk itu anda bisa baca artikel-artikel terkait di kota masing-masing.

Pasaraya Sarinah Jaya Pluit, Oktober 1982. Foto Ipphos Merdeka
Pasaraya cab. Pluit menjelang peresmian pembukaannya, 29 Oktober 1982. Foto: IPPHOS/Merdeka, 30 Oktober 1982

Paling lama yang SGPC ketahui adalah Pasaraya Sarinah Jaya di Jalan Pluit Sakti Raya No. 28A. Cabang dari Pasaraya Blok M ini – menurut pemberitaan harian KOMPAS – dibuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Pluit sekaligus mengurangi beban lalu lintas sekaligus pengunjung Pasaraya Blok M yang saat itu 32 persen dikunjungi orang luar Blok M Kebayoran Baru.

Peresmian operasional Pasaraya Pluit dilaksanakan oleh Gubernur DKI Jakarta R. Soeprapto pada 30 Oktober 1982. Saat itu, supermarket dengan luas lantai 3.000 m2 tersebut adalah cabang keduanya. Sayangnya – tidak ada informasi kapan gerai Pasaraya Sarinah Jaya di Pluit menutup kegiatannya; sejak 2000an lahan bekas Pasaraya Pluit telah menjadi rukan Sentra Bisnis.

Iklan ucapan selamat peresmian Tomang Tol. Sinar Harapan, 3 April 1985 hal. 5

Tomang Tol Pasar Swalayan di Jalan Arjuna Utara No. 1. Bangunan berlantai empat yang dirancang dengan gaya arsitektur modern tersebut memulai operasinya pada awal tahun 1985, dan hingga saat ini (Juli 2023) Tomang Tol tetap beroperasi, dengan Laundrette dan bimbel English First sebagai penghuni sewa. Dahulu, gedung ini sempat disewa [Church’s] Texas Fried Chicken.

Iklan ucapan selamat peresmian Pasar Swalayan King’s. Suara Pembaruan, 5 Mei 1987 hal. 3. Koleksi Perpustakaan Nasional RI

Selanjutnya masih di Jakarta Barat, tepatnya Pasar Swalayan King’s di Jalan Patra, dahulu Jalan Duri Kepa Raya, kompleks Patra Jasa, yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta R. Soeprapto pada 1 Mei 1987. Baru tiga tahun beroperasi, pasar swalayan ini beralih fungsi menjadi Supermarket Hero. Tidak ada catatan kapan Hero tutup, yang sekarang beralih fungsi menjadi pasar tradisional Patra.


Iklan

Referensi

  1. Nurhajati Kurnia; Wong Tung To (2003). “Perintis Ritel Modern Indonesia: Memoar Pendiri Grup Hero.” Jakarta: Yayasan Kurnia Jakarta. Halaman 118-119
  2. “Ahmad Jauhari; M. Tohir Effendi; Didi Jamaludin et. al. (1991). “Ekspansi Pasar Swalayan.” Warta Ekonomi, 23 September 1991, hal. 22-26
  3. Sujatmaka (1991). “Hero Masuk Kreo.” Majalah SWAsembada No. 7/VII, Oktober 1991, hal. 129-130
  4. Robinson Pangaribuan (1991). “Cukup Hanya Satu Atap.” Majalah Prospek, 14 September 1991, hal. 33
  5. Helmi Shelmi (2021). “10 Potret Gerai Giant di Hari-Hari Terakhirnya di Indonesia.” IDN Times, 24 Juli 2021, diakses 9 Mei 2022 (arsip)
  6. “Hero Masuk Citra Garden.” Warta Ekonomi, 11 Mei 1992, hal. 57
  7. Hanny Aruman (1992). “Hero di Citra Garden.” Majalah SWAsembada No. 3/IX, Juni 1992, hal. 124-125
  8. Ahmad Jauhari (1992). “Swalayan bagi pedagang.” Warta Ekonomi, 23 Maret 1992, hal. 41
  9. ida (1996). “Belanja lahap” di Hero Pondok Bambu.” Berita Yudha, 3 Maret 1996, hal. 12
  10. nwk; ndr (2007). “Dilahap api, Giant Pondok Bambu Ditaksir Rugi Rp. 3 milyar.” Detikcom, 20 November 2007, diakses 14 Juli 2023 (arsip)
  11. Nabilla Ramadhian (2022). “Buka Gerai di Pondok Bambu, Mitra10 Tawarkan Beragam Produk Menarik.” KOMPAScom, 28 Juni 2022, diakses 14 Juli 2023 (arsip)
  12. Iklan ucapan selamat peresmian Pasar Swalayan King’s. Suara Pembaruan, 5 Mei 1987 hal. 3
  13. Iklan ucapan selamat peresmian Tomang Tol. Sinar Harapan, 3 April 1985 hal. 5
  14. Joego Herwindo; Alexander Purba (2001). “Carrefour Pondok Indah: Gerai ke-8 dan terbesar.” Majalah Konstruksi No. 303, Oktober-November 2001, hal. 48-51
  15. Wahyu S. (2002). “Carrefour Puri Indah: Mengolah bentuk atap.” Majalah Konstruksi No. 312, Agustus 2002, hal. 47-50
  16. Joego Herwindo; Alexander Purba (2000). “Carrefour M.T. Haryono: Hadirkan konsep hypermarket.” Majalah Konstruksi No. 293, Agustus-September 2000, hal. 40-42
  17. Iklan Ucapan Selamat Peresmian Carrefour Lebak Bulus. KOMPAS, 27 September 2001, hal. 17
  18. Arsip halaman resmi Carrefour Indonesia, diarsip 16 Juni 2013 dan 7 Juli 2017
  19. Halaman resmi Carrefour Internasional (lokasi global dan sejarah), diakses 26 Maret 2024 (arsip)
  20. Ni Luh Anggela (2023). “Gerai Transmart milik Chairul Tanjung berguguran usai ganti nama dari Carrefour.” Bisniscom, 31 Januari 2023. Diakses 26 Maret 2024 (arsip)
  21. Nicha Muslimwati; Widya Islamiati (2023). “Fakta-fakta Transmart Lebak Bulus tutup permanen 1 November 2023.” Kumparan, 14 Oktober 2023. Diakses 26 Maret 2024 (arsip)
  22. Martyasari Rizky (2023). “CT akan kembali menciptakan gebrakan di Transmart.” CNBC Indonesia, 15 April 2023. Diakses 26 Maret 2023 (arsip). Media afiliasi Transmart
  23. Arsip halaman resmi PT Makro Indonesia, diarsip 19 Juni 2003
  24. Ferry Firdaus (1992). “Bila Makro mulai ekspansi.” Warta Ekonomi NO. 20/IV, 12 Oktober 1992, hal. 28
  25. Safaruddin Husada (1992). “Pusat perkulakan Makro.” Majalah SWA No. 7/VIII, Oktober 1992, hal. 122
  26. “Pusat Grosir Makro, 100% milik pengusaha nasional.” Harian Ekonomi “Neraca”, 12 Mei 1992, hal. 1
  27. “Bahaya, operasi pasar swalayan mulai pukul 07.00 WIB.” Harian Ekonomi “Neraca”, 25 September 1992, hal. 10
  28. Iklan Pengumuman Pembukaan Makro Kelapa Gading. Harian Ekonomi Neraca, 23 November 1993, hal. 12
  29. Makro ‘ganti baju’ jadi Lotte Mart.” Detikcom, 14 April 2010. Diakses 26 Maret 2024 (arsip)
  30. Iklan Giant Kreo. KOMPAS, 6 Agustus 2004, hal. 28
  31. ch; pur (1982). “Dikembangkan, bakat perancang mode untuk saingi barang impor.” KOMPAS, 27 Oktober 1982, hal. 3
  32. “Diresmikan Gubernur DKI hari ini” (keterangan foto). Merdeka, 30 Oktober 1982, hal. 10

Peta

Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini dan eksklusif, dan bila anda perlu bahan dari koleksi pribadi SGPC, anda bisa mengunjungi TORSIP SGPC. Belum bisa bikin e-commerce sendiri sayangnya....


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *