Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Setelah sebelumnya mimin SGPC membahas balai kota di Jalan Jimerto, sekarang bekas kantor pusat dari sebuah surat kabar legendaris Kota Pahlawan yang sudah tiada, yaitu Surabaya Post. Itu artinya SGPC sudah membahas gedung media cetak kedua di Surabaya setelah rival abadinya Jawa Pos yang baru membangun kantornya 16 tahun kemudian.

Gedung Surabaya Post yang berlantai lima menjadi kantor pusat dari surat kabar sore milik keluarga A. Azis tersebut sejak 1 April 1980 hingga pembubarannya pada 30 April 2002 – atau 22 tahun 1 bulan tepatnya. Ia berdiri di pojok antara Jalan Taman A.I.S. Nasution dan Jalan Panglima Sudirman, dekat dengan Monumen Bambu Runcing.

Eks Gedung Surabaya Post
Sayangnya tidak ada yang mau memanfaatkan gedung indah ini. Foto oleh mimin SGPC

Gedung Surabaya Post diakui oleh beberapa media merupakan simbol sukses dari koran sore asal Kota Pahlawan itu di masa jayanya. Pembangunannya yang dilaksanakan oleh PT Pembangunan Kota dimulai pada tahun 1979 dan rampung setahun kemudian. Direksi, redaksi dan biro iklan Surabaya Post mulai berkantor di gedung bergaya unik ini 1 April 1980, dan sebulan kemudian, tepatnya 27 Mei 1980, diresmikan oleh Walikota Surabaya Drs. Muhadji Widjaja beserta istrinya. Acara peresmian tersebut disambi dengan sumbangan sosial dan pembangunan, mengingat peresmiannya berdekatan dengan HUT Surabaya ke-687.

Gedung Surabaya Post dirancang oleh tim arsitek dari Jasa Ferrie & Partners, yang juga merancang gedung seperti Hotel Garden Palace serta Wisma Kosgoro. Tidak banyak dibahas desain arsitekturnya melainkan disebutkan bahwa konstruksinya merupakan beton bertulang (“bangunannya menggunakan sistem kerangka besi dan beton” – Surabaya Post, 27/05/1980) dan disebut oleh Josef Prijotomo, sejarawan arsitektur Surabaya, di artikelnya di Majalah Konstruksi dan (ironisnya) Surabaya Post, merupakan pionir dari kehadiran arsitek berkaliber Jakarta di Kota Pahlawan. Seorang wartawan menyebutnya “kantor surat kabar paling megah dan mewah di Indonesia” kepada KOMPAS.

Ketika pertama ditempati, susunan kepenghunian gedung dengan luas lantai sekitar 2.000 meter persegi (hitungan kasar dari SGPC) itu dibagi ke pelayanan umum termasuk biro iklan untuk lantai 1, kantin, poliklinik dan rekreasi di lantai 2, redaksi dan perpustakaan di lantai 3, tata usaha dan komputer di lantai 4 dan pimpinan lengkap dengan sekretaris dan ruang rapat di lantai 5. Namun, pasca bubarnya Surabaya Post, gedung ini praktis tidak ada penghuninya, hingga pada tahun 2010an dimanfaatkan sebagai Telkomsel Distribution Centre. Namun keberadaan gudang operator seluler ini sepertinya tidak menghidupkan kembali gedung berlantai lima ini.


Iklan

Data dan fakta

AlamatJalan Taman A.I.S. Nasution No. 1 Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur
ArsitekJasa Ferrie & Partners
PemborongFrankipile Indonesia (pondasi)
Pembangunan Kota (struktur)
Lama pembangunan1979 – 1980
Diresmikan27 Mei 1980
Jumlah lantai5 lantai

Referensi

  1. Pengumuman alamat Surabaya Post. Surabaya Post, 2 April 1980, hal. 2
  2. “Peresmian Gedung ‘Surabaya Post’.” Surabaya Post, 27 Mei 1980, hal. 2
  3. Iklan ucapan selamat peresmian Gedung Surabaya Post. Surabaya Post, 27 Mei 1980, hal. 7
  4. mm (1980). “Kantor Pusat “Surabaya Post” Diresmikan.” KOMPAS, 30 Mei 1980 hal. 9
  5. Iklan Jasa Ferrie Partners. Indonesia Maju Vol. 1, Hal. 492
  6. Joko Sulistyo Budi (2002). “Surabaya Post bangkrut, wartawan bertekad menerbitkan kembali.” Liputan 6 SCTV, 28 Juli 2002, diakses 25 Juni 2023 (arsip)
  7. Josef Prijotomo (1994). “Perjalanan Gedung Jangkung Surabaya.” Majalah Konstruksi No. 191, Maret 1994, hal 23-25
  8. Josef Prijotomo (1992). “Dunia Arsitektur Surabaya tak bisa tandingi Jakarta.” Surabaya Post, 14 Juli 1992

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *