Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Pusat perbelanjaan Mal Metropolitan Bekasi adalah sebuah pusat perbelanjaan milik Metropolitan Land yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani di Kota Bekasi, Jawa Barat, dekat dengan pintu masuk tol Jakarta-Cikampek (tetapi beralamat di Jalan KH Noer Alie). Mall berlantai tiga dengan luas lantai 48 ribu meter persegi (bersih) ini dibangun dalam dua tahap; tahap pertama seluas 38 ribu meter persegi (bersih) yang dibuka pada tahun 1993 dan tahap kedua dilakukan bertahap, mulai tahun 2005 dan tahap ketiganya pada 2014, dengan dibukanya perluasan Hotel Horison Ultima Bekasi.

Mall Metropolitan Bekasi di tahun 1993. Bekasi tempo dulu
Mal Metropolitan Bekasi, sekitar Desember 1993. Foto Tatan Rustandi/Bisnis Properti (InfoPapan Press)

Iklan

Sejarah Mal Metropolitan Bekasi dimulai dari tahun 1992. Metland memulai konstruksi pusat perbelanjaan di kawasan strategis tersebut, dilakukan oleh Dimensi Engineering, bersama hotelnya mulai Juni 1992 sampai pembangunan selesai dengan cepat setahun kemudian, untuk hotelnya baru rampung pada Mei 1994 bertepatan dengan peresmian Hotel Horison Bekasi pada 6 Mei 1994. Sayangnya pembangunan Mal Metropolitan diwarnai polemik karena berperan dalam perubahan kawasan hijau di Bekasi dan kemacetan lalu lintas di Jalan Jenderal Ahmad Yani. Dilaporkan nilai gedung saat awal dibangun mencapai 90 milyar rupiah (1993).

Mall Metropolitan Bekasi mulai dibuka untuk bisnis pada 6 November 1993; sebulan kemudian, pada tanggal 13 Desember 1993, Gubernur Jawa Barat R. Nuriana meresmikan penggunaan Mall Metropolitan. Satu dasawarsa berselang, Mall Metropolitan Bekasi memperluas pusat belanjanya. Tahap kedua mall tersebut, diberi nama Mall Metropolitan 2, memulai konstruksinya sejak September 2004, tutup atap pada 30 September 2005 dan dibuka pada akhir tahun 2005 atau awal tahun 2006 – berdasarkan perkiraan SGPC.

Dalam perluasan tahap kedua ini, Metland ingin mengerucutkan posisi pasar mereka menimbang munculnya mal-mal pesaing di sekitar Jalan Jenderal Ahmad Yani seperti Mega Bekasi Hypermall, Bekasi Cyber Park atau tetangga sesama pengembang Grand Metropolitan. Tenant-tenant baru mulai berdatangan semenjak renovasi dan perluasan mal, seperti Index Furniture, Ace Hardware, Planet Sports, Batik Keris dan Valu$. Proyek tersebut habiskan biaya Rp. 70 milyar (2005)

Sementara tahap ketiganya, juga bagian dari MM2, selesai dibangun pada tahun 2014 (estimasi SGPC) saat sejak awal Januari 2014, perluasan Hotel Horison tutup atap. Detil lengkap hotel bersama perluasannya bisa dibaca di subbagian deskripsi.


Iklan

Profil mengenai Mall Metropolitan Bekasi

Mall Metropolitan

Mal Metropolitan Bekasi
Penampilan penuh dari Mal Metropolitan dari pesawat. Foto oleh mimin SGPC

Pusat perbelanjaan Mal Metropolitan Bekasi menganut konsep “one stop shopping” alias “segalanya dalam satu tempat” dimana keseluruhan kebutuhan konsumen secara terpusat. Mall berlantai empat dengan luas lantai tersewa 48 ribu meter persegi ini dirancang oleh tim arsitek dari Perentjana Djaja secara murni tanpa campur tangan arsitek asing.

Awalnya, desain arsitektur Mall Metropolitan cukup datar dan tidak terlihat spesial, kecuali beberapa elemen yang diambil dari Mall Pondok Indah yang juga milik Metropolitan Land saat awal dibangun. Salah satu bagian paling menonjol dari Mal Metropolitan pra-renovasi adalah pemakaian rangka berwarna merah dan atap membran; tetapi elemen tersebut sudah diganti oleh material konvensional setelah direnovasi.

Renovasi menjadikan penampilan Mall Metropolitan terlihat lebih kontemporer, setidaknya di beberapa sudut bangunan. Renovasi di tahap kedua dan ketiga menambah luas lantai 10 ribu meter persegi dari luas lantai lama mall yang hanya 38 ribu meter persegi.

Metropolitan Mall Bekasi
Dari Jalan KH Noer Alie. Foto oleh Tony S.

Saat pertama dibuka secara komersil di akhir 1993, Mal Metropolitan Bekasi ditempati oleh Matahari Department Store, Pojok Busana, Gelael Supermarket, Toko Buku Gramedia, bioskop XXI dan bahkan taman bermain Fun World yang berada di lantai atas. Gelael sayangnya sudah tutup dan sudah diganti oleh Superindo. Renovasi memberikan ruang lebih banyak untuk tenan baru seperti ACE Hardware, Batik Keris, Electronic City dan Informa Furniture.

Mall Metropolitan memiliki dua atrium, dan keseluruhannya terpisah mengikuti tahun konstruksi tempat atrium dibangun.

Hotel Horison Ultima

Saat pertama dibuka untuk bisnis pada 6 Mei 1994, Hotel Horison Bekasi memiliki hanya 166 kamar, ditempatkan di bagian paling barat Mal Metropolitan Bekasi. Saat itu, pihak Metropolitan Land menyasar kalangan usahawan yang berkunjung ke Jakarta atau pemilik pabrik-pabrik yang berlokasi dekat dengan Hotel Horison.

Awalnya Met. Land berencana membangun apartemen berlantai 14 (11 diatas ruangan mal) di atas Mal Metropolitan 2. Namun, ditengah jalan gedung tersebut beralih guna menjadi perluasan Hotel Horison yang akhirnya selesai dibangun pada tahun 2014. Hotel berlantai 12 ini mengakomodasi 102 kamar tambahan sehingga jumlah kamar total Hotel Horison Ultima Bekasi (Agoda/Booking) saat ini mencapai 266 unit.

Ke-266 kamar hotel berbintang empat saat ini terbagi ke dalam 4 kategori: Deluxe, Business, Executive Suite dan Horison Suite. Hotel ini juga memiliki fasilitas rumah makan Metsky Lounge dan Malabar, kolam renang, sasana kebugaran, sebuah ballroom berkapasitas 2000 orang, ballroom lantai 10 dengan kapasitas 300 orang dan tiga puluh ruang rapat.


Iklan

Data dan fakta

AlamatJalan K.H. Noer Alie Bekasi Selatan, Bekasi, Jawa Barat
ArsitekPerentjana Djaja
PemborongDimensi Engineering Contractors
Lama pembangunanJuni 1992 – Oktober 1993
Dibuka (mal)6 November 1993
Dibuka (hotel)6 Mei 1994
Diresmikan (mal)13 Desember 1993
Jumlah lantai10 lantai*
Biaya pembangunan (tahap 1)Rp 90 milyar (1993)
Rp 893 milyar (inflasi 2022)
Biaya pembangunan (tahap 2)Rp 70 milyar (2005)
Rp 165 milyar (inflasi 2022)
SignifikasiPariwisata (tetengger belanja Bekasi)
* – tinggi Hotel Horison Bekasi hanya 50 persen lebih tinggi dari podium
Referensi: Majalah Konstruksi #188 Desember 1993; KOMPAS 5/11/1993, 14/12/1993

Referensi

  1. Ferry Firdaus; Budi Setyanto (1992). “Andalkan lokasi manis”. Warta Ekonomi, 23 Maret 1992, hal. 35
  2. Dwi Ratih; Saptiwi Djati Retnowati (1993). “Metropolitan Mall & Hotel Horison Bekasi, Landmark kota Bekasi”. Majalah Konstruksi No. 188, Desember 1993, hal. 48-56
  3. Advertorial (1993). “Dibuka, Metropolitan Mall”. KOMPAS, 5 November 1993, hal. 9
  4. im (1993). “Gubernur Jabar Resmikan Metropolitan Mall Bekasi”. KOMPAS, 14 Desember 1993, hal. 7
  5. im (1994). “Hotel Horison Dibangun di Hanoi”. KOMPAS, 6 Mei 1994, hal. 2
  6. Laman resmi Mal Metropolitan Bekasi, diakses 26 September 2020 (arsip)
  7. Laman resmi Metropolitan Land, diakses 26 September 2020:
    1. Laporan tahunan 2015 (arsip)
    2. Laporan tahunan 2014 (arsip)
    3. Prospektus IPO Metland 2011 (arsip)
  8. Laman resmi Horison Ultima Bekasi, diakses 27 September 2020 (arsip)
  9. Tabita Diela (2014). “Metropolitan Land Kembangkan Merk Metland Hotel“. KOMPAS.com, 9 Januari 2014. Diakses 27 September 2020 (arsip)
  10. Purjono Agus S. (2005). “Mal Metropolitan 2: Telan Biaya Rp. 70 Milyar.” Majalah Bisnis Properti (Panangian) No. 27, November 2005, hal. 121
  11. Hendaru; Arief Prasetyo (2005). “Pertajam Segmen Agar Kompetitif.” Majalah Bisnis Properti (Panangian) No. 21, Mei 2005, hal. 110
  12. Advertorial (2004). “Met Land: Apartel Pertama yang Terintegrasi dengan Mal di Sentra Bekasi.” Majalah Bisnis Properti (Panangian) No. 13, September 2004, hal. 102-103

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *