Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Wisma Bumiputera adalah sebuah gedung perkantoran niaga yang berlokasi di kavling 75 Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Ia lebih dikenal sebagai kantor pusat resmi Asuransi Jiwa (Bersama) Bumiputera 1912 sejak 1985; sebelumnya kantor pusat AJB 1912 berada di Jalan HOS Cokroaminoto sejak 1960an.

Gedung ini dirancang oleh tim arsitek Timothy Seow dari Singapura, bersama dengan Encona Engineering, sementara konstruksinya dilakukan oleh J.O. (joint operation) pemborong Sagita Dumez dan Macadam Indonesia (kontraktor gedung-gedung AJB Bumiputera) mulai November 1982 dan selesai dibangun tepat waktu pada Januari 1985. Pembangunan Wisma Bumiputera menghabiskan biaya Rp 16 milyar (1985), atau setara Rp 297 milyar nilai 2023.

Wisma Bumiputera
Sederhana namun elok. Foto oleh mimin SGPC

Wisma Bumiputera diresmikan oleh Dirut PT Wisma Bumiputera Zulkarnaen Ali, pada malam 18 Mei 1985. Tetapi baru setahun kemudian, sejak 11 Maret 1986, AJB Bumiputera pindah secara penuh ke gedung ini.

Selain menjadi kantor AJB Bumiputera, gedung ini dahulu pernah menjadi kantor sayap perbankan AJB Bumiputera, Bank Bumiputera (kini MNC Bank, masih buka cabang di gedung ini). Beredarnya purwarupa gedung baru Wisma Bumiputera sejak sekitar 2017 menyebabkan gedung ini terancam dibongkar, tetapi hingga saat ini tidak ada realisasinya.


Iklan

Arsitektur dan struktur Wisma Bumiputera: Tak ingin bentuk kotak biasa

Wisma Bumiputera Jakarta saat konstruksi, 1983-84
Wisma Bumiputera saat dibangun. Foto oleh Majalah Konstruksi.

Desain yang diusung oleh gedung berlantai 22 ini memang masih bergaya internasional, desain arsitektur yang habis manis sepah dibuang oleh Dilanowcy. Tetapi gedung ini memang beda. Tidak berbentuk kotak kaku seperti gedung-gedung sejenis di masanya, Seow Timothy, arsitek gedung ini, sengaja mendesain gedung ini berbentuk octagram – satu kotak berlapis beton dan satu kotak lapis kaca, menghasilkan sebuah gedung yang unik dan juga monumental di masanya – kesan ini sudah hilang karena dibayang-bayangi gedung-gedung baru di sekitarnya.

Konsep yang dibawa Seow Timothy dalam Wisma Bumiputera memang bersifat form follow function – termasuk memaksimalkan luas lantai dan biaya perawatan bangunan, mengingat lahan gedung ini sempit. Tak hanya maksimasi ruang kantor, gedung tersebut memang harus bisa menjadi landmark tersendiri. Sederhana tetapi elok atau dalam bahasa Southeast Asia Building “simple but attractive” (sederhana tetapi menarik), begitu yang ditekankan Seow Timothy dalam merancang gedung ini. Eksteriornya berlapis kaca hitam dan keramik berwarna putih, dipasok dari Pluit (Asahimas) dan Gresik (Keramik Diamond), ciri khas bangunan tinggi era Orde Baru.

AJB Bumiputera 1912 - Kompas, 14 Maret 1986
Iklan AJB Bumiputera pindah kantor pusat.
Sumber: KOMPAS, 14 Maret 1986

Wisma Bumiputera memiliki luas lantai 14.940 meter persegi dengan 11.797 meter persegi disewakan umum, dan ketinggiannya 84 meter menurut laporan majalah Konstruksi, tetapi menurut KOMPAS, tinggi Wisma Bumiputera adalah 90 meter.

Soal struktur, Wisma Bumiputera memang beda. Pondasi yang digunakan adalah pondasi pipa baja dengan kedalaman rentang 10-26 meter dari permukaan tanah, karena insinyur di Arkonin menganggap tidak ekonomis menembus tanah keras kedalaman 30 meter walau mereka tahu lapis tanah kerasnya ada dua, sementara tiang pancang mewajibkan pondasi ditancapkan pada lapis tanah keras kedua.

Sementara struktur atas Wisma Bumiputera, untuk gedung tinggi, menggunakan beton bertulang biasa dengan core yang ditopang 12 kolom tepi, kecuali balok portal cantilever yang diprategang. Hal yang menarik adalah pelat lantainya yang dirancang pra-fabrikasi, sehingga memperirit waktu pembangunan, kualitas beton gedung lebih terjamin, menghemat biaya dan semakin menjamin keselamatan buruh bangunan. Blok gedung “low-rise” hanya menggunakan sistem konstruksi biasa: agar perbedaan penurunan tidak kelihatan, struktur kedua gedung tersebut dipisah dengan sistem “simply supporting beams”.

Selengkapnya mengenai garis besar gedung era 1980an dapat anda baca di artikel ini


Iklan

Data dan fakta

AlamatJalan Jenderal Sudirman Kav. 75 Setiabudi, Jakarta Selatan, Jakarta
ArsitekTimothy Seow (arsitek utama)
Encona Engineering (architect of record)
Arkonin (struktur)
Pemborong (J.O.)Sagita Dumez
Macadam Indonesia
Lama pembangunanNovember 1982 – Januari 1985
Diresmikan18 Mei 1985
Jumlah lantai22 lantai
2 basement
Tinggi gedung (versi majalah Konstruksi)84 meter
Biaya pembangunanRp. 16 milyar (1985)
Rp 285 milyar (inflasi 2020)
Referensi: Majalah Konstruksi Februari 1985; Majalah Konstruksi Februari 1984; Southeast Asia Building April 1985

Referensi

  1. Achmadsyah Sahib; Muhammad Zaki et.al. (1985). “Gedung Wisma Bumiputera: Gunakan Sistem ‘Simply Supported Beams’.” Majalah Konstruksi, Februari 1985.
  2. Rama Slamet; Angelina Lim (1985). “Wisma Bumiputera: New Twist to a Classic Design”. Southeast Asia Building, April 1985.
  3. Achmadsyah Sahib; Muhammad Zaki et.al. (1984). “Sistem prafabrikasi diterapkan untuk Wisma Bumiputera.” Majalah Konstruksi, Februari 1984.
  4. KOMPAS, 21 Maret 1985 (keterangan foto)
  5. KOMPAS, 14 Maret 1986 (iklan AJB Bumiputera)
  6. Situs resmi MNC Bank, diakses 1 Oktober 2019. Arsip

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *