Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Gedung tinggi di Jakarta era 2010an memang hanya menang tinggi dan tidak banyak berpola seperti gedung-gedung yang selalu menjadi andalan SGPC dalam membuat kontennya, tapi lebih menguntungkan dari segi penyediaan luas perkantoran. Seperti yang bisa anda lihat pada Capital Place Jakarta. Gedung pencakar langit milik Grup Rajawali yang kebetulan juga memiliki dan mengelola Rajawali Place (ex Four Seasons/Regent) ini adalah proyek properti kedua mereka di Jakarta; dan satu dari delapan secara keseluruhan; setelah sepasang hotel di Bali, dua di Kedah, dan masing-masing satu di Bandung dan Kuala Lumpur.

Menara Capital Place
Tingginya menggelegar, tabir suryanya berombak. Foto oleh mimin SGPC

Iklan

Tidak seperti Rajawali Place yang gedungnya sudah ada sehingga tinggal diperluas saja, Capital Place dibangun dari awal. Kompleks ini hanya terdiri dari dua bangunan yaitu Hotel Four Seasons yang berlantai 19 dan gedung perkantoran yang juga bernama Capital Place dengan 46 lantai dan tinggi 215 meter (CTBUH/Pelli Clarke & Partners). Gedung ini dirancang oleh tim arsitek dari Pelli Clarke & Partners pimpinan Cesar Pelli bersama dengan Airmas Asri.

Sejarah Capital Place Jakarta, dahulu hotelnya akan jadi St. Regis

Pada penghujung Oktober 2013, Grup Rajawali meneken kesepakatan dengan BUMN Singapura, GIC Real Estate, untuk membentuk sebuah perusahaan patungan untuk mengembangkan dan membangun sebuah proyek perkantoran dan hotel di Jalan Gatot Subroto, dengan nilai investasi Rp. 6 triliun (2013). Deal tersebut memastikan proyek massal pertama Grup Rajawali di Jakarta dimulai pada 4 November 2013, khusus untuk hotelnya direncanakan akan menjadi sebuah hotel St. Regis.

Proyek yang pembangunannya ditangani oleh kerjasama Ssangyong Engineering & Construction dan Totalindo Eka Persada itu berlangsung selama tiga tahun, mulai November 2013 hingga selesai keseluruhan Juni 2016. Walaupun merupakan bangunan yang sangat tinggi; performa keselamatan pekerjaan bangunan yang dilakukan tim pengembang dan kontraktor dianggap impresif sehingga menerima apresiasi dari Pemprov DKI Jakarta pada awal 2016.

Tetapi, bersamaan dengan momen penerimaan apresiasi itu, ada perubahan besar dalam pengelolaan hotel, yaitu ditukarnya lokasi St. Regis dengan Four Seasons, setelah satu dekade keberadaannya di ibukota Republik Indonesia ini ada di Rasuna Said. Four Seasons akhirnya akan mengelola hotel mewah di Capital Place, sementara St. Regis mengelola hotel eks-Four Seasons di Rasuna Said enam tahun setelahnya.

Keseluruhan Hotel Four Seasons maupun gedung perkantoran Capital Place Jakarta akhirnya memulai keseluruhan operasionalnya pada 15 Juni 2016, ditengah banjir ruang perkantoran di kota metropolitan tersebut.


Iklan

Arsitektur Capital Place Jakarta juga banyak siripnya

Capital Place Jakarta dirancang oleh Cesar Pelli dari biro arsitek kelas dunia Pelli Clarke & Partners bersama dengan tim arsitek Airmas Asri, sementara strukturnya dirancang oleh Beca Carter bersama dengan Gistama Intisemesta, tata kebun ditangani Bill Bensley dan interior oleh Alexandra Champalimaud. Para fanatik pencakar langit Indonesia akan lebih banyak mengenal Pelli, yang merancang gedung-gedung tinggi ikonik semacam Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur (Malaysia) dan International Finance Centre di Hong Kong (Republik Rakyat Tiongkok). Mayoritas referensi datang dari rilis pers Grup Rajawali dan Pelli Clare & Partners yang diindonesiakan.

Secara desain, Capital Place Jakarta menganut konsep “kota di dalam kota, yang tidak melupakan alamnya” dengan menyediakan gedung perkantoran 46 lantai – juga namanya Capital Place – dengan luas lantai bersih untuk disewa mencapai 90.511 m2 serta Hotel Four Seasons berlantai 19 yang menyediakan 125 kamar. Jauh lebih kecil dari hotel lama di Rasuna Said, tetapi lebih mewah karena interior kamarnya bertemakan neoklasik, hasil racikan Alexandra Champalimaud. Total luas lantai, menurut data Pelli Clarke & Partners, mencapai 141.100 m2, dan menyediakan parkiran untuk 1.350 kendaraan roda empat, serta tak terhitung untuk sepeda motor dan kayuh. Detil hotel selengkapnya baca paragraf penutup subbagian ini.

Keseluruhan bangunan di Capital Place berlapiskan kaca transparan, sehingga terlihat pasaran a la 2010an, namun ada beberapa variasinya. Untuk gedung perkantorannya, ditempatkan empat sky lounge alias lobi tambahan di lantai 6-7, 21, 36 dan 50, dimana dari posisi ini, agar bisa mengakomodasi keberadaan taman di sky lounge, bentuk gedungnya dipotong-potong sampai empat kali. Tiga diantaranya membuat luas lantainya susut, menciptakan tiga zona perkantoran (rendah/low, menengah/mid dan tinggi/high). Sementara eksteriornya memiliki tabir surya berkontur ombak di perkantoran (tahu Kantor Pintar Telkomsel? Tabir suryanya juga sama) yang konon terinspirasi ombak pantai di Tanah Air. Tak hanya itu, unsur arsitektur Indonesia bisa didapatkan juga pada podium dimana ruang terbuka dan bagian dalam gedung disatukan agar cahaya dan udara alami bisa masuk sekaligus melindungi pengunjung dari ancaman hujan.

Sementara hotelnya yang berlantai 19 memiliki penampilan konvensional, sarat kaca yang transparan yang menurut Tatler Asia (15/6/2016) adalah simbol keterbukaan, dan tabir suryanya konvensional seperti Graha CIMB Niaga. Bedanya, posisi gedungnya dimundurkan jauh dari jalan, memaksimalkan pemandangan asri dan damai – terutama yang menghadap ke lokasi kolam renang yang rimbun di utara. Hotel Four Seasons menyediakan 125 kamar yang terbagi ke dalam lima tipe suite: deluxe, executive, premier, ambassador dan presidential. Ia juga menyediakan restoran seperti Palm Court dan restoran Italia Alto yang berada di lantai 20, serta balai sidang berkapasitas maksimal 1.250 orang seluas 1.800 m2.


Iklan

Data dan fakta

AlamatJalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 18 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jakarta
ArsitekCesar Pelli (Pelli Clarke & Partners, arsitektur)
Airmas Asri (architect of record)
Beca Carter (struktur)
Gistama Intisemesta (struktur)
Bill Bensley (tata kebun)
Alexandra Champalimaud (interior)
Pemborong (J.O.)Ssangyong Engineering & Construction
Totalindo Eka Persada
Lama pembangunanNovember 2013 – Juni 2016
Jumlah lantai47 lantai (Perkantoran)
19 lantai (Four Seasons)
Tinggi gedung (Perkantoran, Pelli Clarke & Partners/CTBUH)215 meter
Jumlah kamar (Four Seasons)125 kamar

Referensi

  1. Halaman resmi Capital Place, diakses 16 November 2023 (arsip)
  2. Halaman resmi Pelli Clarke & Partners, diakses 16 November 2023 (arsip)
  3. Rilis pers (2013). “Rajawali and GIC invest in Jakarta’s CBD development” (Rajawali dan GIC investasi pengembangan pusat kota Jakarta). Halaman resmi Rajawali Property Group, 30 Oktober 2013. Diakses 16 November 2023 (arsip)
  4. Yuni Astutik (2013). “St. Regis, proyek terintegrasi di Gatot Subroto.” Okezone, 4 November 2013. Diakses 16 November 2023 (arsip)
  5. Hilda B. Alexander (2014). “Rajawali Corp. tawarkan perkantoran premium seharga 45 dollar AS per meter persegi.” KOMPAScom, 11 Desember 2014. Diakses 16 November 2023 (arsip)
  6. Rendra Hanggara (2014). “Gedung perkantoran baru terus dikembangkan.” Seputar Indonesia, 31 Desember 2014. Diakses 16 November 2023 (arsip)
  7. Edo Rusyanto (2016). “Inilah salah satu proyek paling aman di Jakarta.” BeritaSatu, 27 Januari 2016, diakses 16 November 2023 (arsip)
  8. Molly Dolan (2016). “Four Seasons Hotel Jakarta Announced” (Hotel Four Seasons Jakarta diperkenalkan.” Majalah Sleeper, 2 Februari 2016, diakses 16 November 2023 (arsip)
  9. Rilis pers (2016). “Four Seasons Hotel Jakarta dan Capital Place resmi dibuka untuk umum pada bulan Juni 2016.” Halaman resmi Rajawali Corpora, 21 Mei 2023. Diakses 16 November 2023 (arsip)
  10. Kevin Sjahrial (2016). “Exclusive look of Four Seasons Jakarta new site” (Melongok tempat baru Four Seasons Jakarta). Tatler Asia, 15 Juni 2016. Diakses 16 November 2023 (arsip)
  11. Adhi (2016). “Kemewahan Pusat Bisnis Premium Capital Place Jakarta.” Money dot id, 30 Juni 2016. Diakses 16 November 2023 (arsip)

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *