Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Menara Caraka adalah sebuah gedung kantor yang berlokasi di Jalan Dr. Ide Anak Agung Gde Agung, Kompleks Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Gedung yang dahulu dikenal sebagai kantor co-working alias ruang kerja bersama (RKB) murni (bukan sewaan di gedung perkantoran niaga lain) di Indonesia ini memiliki sejarah yang tidak terlalu panjang.

GrhaXL, CoHive 101, Menara Caraka, Mega Kuningan Jakarta 2011
Saat masih bernama Grha XL. Foto oleh mimin SGPC

Pertama berdiri sebagai Pusat Data Bank Danamon atau Wisma Danamon, arsitektur Menara Caraka digarap oleh tim arsitek dari Arkonin, sementara pembangunan gedung ini dilakukan oleh Kaliraya Sari bersama dengan Jaya Konstruksi mulai Februari 1996, tutup atap pada 5 Maret 1997 dan selesai dibangun pada bulan April 1998, awalnya, sesuai dengan namanya, diperuntukkan sebagai pusat data dan arsip Bank Danamon – melengkapi aset Danamon yang berpusat di menara Anggana Danamon.


Iklan

Tidak jelas mengapa dan kapan Bank Danamon menjual gedung berlantai 17 ini ke Excelcomindo Pratama. Excelcomindo Pratama (XL), perusahaan telekomunikasi ternama, pindah ke gedung ini mulai awal 2000 hingga pemindahan selesai dilakukan melalui peresmian pada 6 Agustus 2000, dengan nama baru grhaXL (Grha XL).

Setelah dibeli perusahaan telekomunikasi Malaysia – Telekom Malaysia, selanjutnya Axiata – pada tahun 2005, dan 17 tahun menempati gedung berkelir biru ini, XL Axiata boyongan bertahap ke Menara Palma 2, kini bernama XL Axiata Tower mulai 2 Oktober 2017. Menkominfo Rudiantara (mantan Direktur XL di tahun 2000) meresmikan penggunaan Menara Palma 2 pada tanggal 18 Agustus 2018.

Selama gedung eks Grha XL kosong, pada 9 Maret 2019, CoHive mengumumkan akan mengoperasikan RKB di gedung ini. Pemakaian gedung CoHive 101, nama ketiga gedung tersebut, diresmikan oleh Preskom CoHive Jason Lee pada 19 Juni 2019 bertepatan dengan peluncuran nama baru CoHive menggantikan EV Hive (Lihat subkategori “Interior” untuk pembahasan lebih lanjut).

Sayangnya, nama CoHive di Mega Kuningan hanya bertahan sebentar selama empat tahun, karena pihak manajemen akhirnya dinyatakan pailit oleh pengadilan. Pihak CoHive mengatakan seretnya pendanaan dan bah ruang perkantoran kosong ditengah pandemi COVID-19 yang berlarut menyebabkan penyedia RKB ini tidak mampu melanjutkan usaha mereka; sejak Februari 2023 gedung CoHive 101 kini dikelola Cushman & Wakefield sebagai The 101 Space Mega Kuningan, dan selanjutnya nama gedungnya sendiri berganti nama menjadi Menara Caraka. Namun masih banyak yang menyebut gedung ini “CoHive 101”.


Iklan

Arsitektur Menara Cakra biasa-biasa saja

Karena gedung ini awalnya dirancang sebagai pusat data dan arsip Bank Danamon, Menara Caraka berlanggam pascamodern ini terlihat biasa saja karena Arkonin mengatakan bahwa gedung tersebut cenderung menonjolkan fungsional. Dari kulitnya, ia diberi cat putih dengan granit di podium dan berkaca biru. Fungsionalisme ini terlihat karena Wisma Danamon memang bakal diperuntukkan untuk pusat data bank swasta nasional ini.

Struktur bangunan Menara Caraka yang dibangun oleh Jaya Konstruksi ini dirancang juga oleh Arkonin, dengan pondasi tiang pancang berkedalaman ~18 meter dan struktur beton bertulang frame terbuka dengan dinding geser di sisi timur gedung berketebalan 25cm-30cm. Lantai 3 dan 4 adalah lantai tanpa jendela dengan lapis beton yang juga berfungsi sebagai dinding geser.

Interior dan penggunaan oleh tenant

pra-CoHive dan pasca-CoHive (1998-2019, sejak 2023)

Dengan luas lantai total 27 ribu meter persegi, di masa kepemilikan Bank Danamon, gedung ini hanya berfungsi sebagai pusat data dan arsip dokumen bank swasta yang di-BTO Badan Penyehatan Perbankan Nasional pada 1998 ini. Akses bangunan bahkan bisa dikatakan sangat terbatas karena fungsinya.

Fungsi perkantoran gedung berlantai 18 dan 3 basement ini baru didapat saat Excelcomindo masuk ke bangunan ini. Selain berfungsi sebagai gedung kantor, XL menggunakan gedung ini sebagai pusat switching jaringan.

Pasca-bubarnya CoHive, perkantoran konvensional bisa membuka operasinya di Menara Caraka; catatan terawal nama gedung ini di dunia maya justru didapat dari media-media kelas dua yang merekam pembentukan organisasi bernama “Indonesia Tax Watch” di gedung ini.

Menara Caraka sebagai CoHive 101
RKB terbesar di Indonesia. Foto oleh Ronniecoln.

Era CoHive (2019-2023)

Dengan dibukanya CoHive 101, selain lantai 18 yang menjadi basis utama perusahaan rintisan RKB ini, 17 lantai gedung bekas kantor XL dan Bank Danamon Mega Kuningan ini langsung menjadi kantor dari beberapa perusahaan rintisan berbasis daring alias startup. Dengan luas lantai 27 ribu persegi ini, CoHive mengklaim gedung ini bisa menampung 2700 anggota RKB, dengan asumsi dihitung 1 startup memperkerjakan 5 orang-10 orang, akan menampung sekitar 270-540 startup.

Tidak hanya meja kantor startup, menyediakan ruang untuk video game, rapat, perpustakaan, mushalla, hingga kudapan dan tempat belanja untuk publik di lantai 1.

Perusahaan startup terbesar yang bersarang di gedung ini termasuk Tanihub dan Finmas.

Selengkapnya mengenai garis besar gedung era 1990an dapat anda baca di artikel ini


Iklan

Data dan fakta

Nama lamaWisma Danamon
Pusat Data Bank Danamon
GrhaXL
Alamat (versi Excelcomindo)Jalan Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot E4-7 No. 1 Mega Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jakarta
Alamat (versi CoHive)Jalan Mega Kuningan Barat Blok E4-7, No. 1 Mega Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jakarta
ArsitekArkonin
Pemborong (J.O.)Kaliraya Sari
Jaya Konstruksi
Lama pembangunanFebruari 1996 – April 1998
Jumlah lantai18 lantai
3 basement
Referensi: Majalah Konstruksi #271 Mei 1998

Referensi

  1. Umi S. Ayus (1998). “Wisma Danamon, Pusat Data Bank Danamon”. Majalah Konstruksi No. 271, Mei 1998.
  2. Excelcomindo Pratama (2000). “Excelcom Bersatu di GrhaXL dan Tampil Dengan Logo Baru”. Excelcomindo Pratama, 16 Agustus 2000. Diarsip pada 29 Januari 2001, diakses 21 September 2019.
  3. Annual Report XL Axiata 2017, diakses 21 September 2019. (arsip)
  4. Ibnu Naufal (2018). “Menkominfo Resmikan Kantor Pusat Layanan XL Axiata”. Inilah, 16 Agustus 2018. Diakses 21 September 2019. (arsip)
  5. Marsya Nabila (2019). “CoHive Segera Operasikan Gedung Coworking Space 18 Lantai “CoHive 101“. Dailysocial, 18 Maret 2019. Diakses 21 September 2019. (arsip)
  6. Tanayastri Dini Isna; Kumairoh (editor) (2019). “CoHive Jadi Coworking Space Pertama yang Punya Gedung Belasan Lantai“. Warta Ekonomi, 19 Juni 2019. Diakses 21 September 2019. (arsip)
  7. Web resmi CoHive, diakses 21 September 2019. (arsip, arsip 2023)
  8. MediaDigital (editor) (2019). “CoHive Resmi Luncurkan Nama dan Produk Barunya serta Raih Investasi US$13,5 Juta dari Penutupan Pertama Seri B“. Bisnis Indonesia, 20 Juni 2019. Diakses 9 Oktober 2019. (arsip)
  9. Intan Rakhmayanti Dewi (2023). “CoHive resmi tutup, manajemen ungkap alasan gagal bertahan.” CNBC Indonesia, 7 Februari 2023. Diakses 14 April 2023 (arsip)
  10. “Topping-off Gedung Danamon Data Centre.” Majalah SPIRIT Danamon, April 1997, hal. 2
  11. Indonesia Tax Watch” di Gedung Menara Caraka Mega Kuningan Jakarta.” Poros Nusantara, 24 Maret 2023, diarsip 3 Juli 2023

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *