Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Gedung instansi publik lain yang ditulis SGPC di bulan Agustus 2019 ini. Pramuka Republik Indonesia adalah lembaga pendidikan non-formal yang berperan mendidik anggota-anggotanya melalui pendidikan kepanduan, kebanyakan aktivitas luar ruangan seperti berkemah dan kegiatan-kegiatan fisik yang menarik. Kwartir Nasional Pramuka RI berkantor di Gedung Kwarnas Pramuka Republik Indonesia, sebuah gedung berlantai 17 sumbangan PT Pertamina.

Gedung Kwarnas Pramuka RI
Hadiah buat Gerakan Pramuka. Foto oleh mimin SGPC

Gedung Kwarnas dibangun oleh Wijaya Kusuma Contractors dan Reka Adi Samudera dalam bentuk joint operation mulai 15 Maret 1993 hingga selesai dibangun keseluruhan sekitar November 1995. Ia dirancang oleh tim arsitek dari Tripanoto Sri Konsultan, dengan Ir. Franky du Ville sebagai arsitek kepala dari perusahaan tersebut, yang juga merancang Museum Purna Bhakti Pertiwi yang terkenal dengan tumpengnya.


Iklan

Sejarah Gedung Kwarnas Pramuka: Berdiri diatas bekas kantor Bank Bumi Daya

Sebelum dibangun, berdiri gedung lama Kwarnas Pramuka berlantai dua yang sebelumnya merupakan kantor Nationale Handelsbank dan Bank Bumi Daya dari era 1930an yang akhirnya dihibahkan ke Gerakan Pramuka Indonesia atas restu Presiden Soeharto pada 16 Mei 1979, dan sertifikasi tanahnya pengurusannya dibantu oleh Tien Soeharto.

Karena pertumbuhan keanggotaan Pramuka Indonesia yang mulai melebihi kemampuan gedung itu sendiri, pihak Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Indonesia, terutama Ibu Tien selaku Ketua Komisi III Kwarnas, mengadakan rapat koordinasi dalam pembangunan gedung baru Kwarnas Pramuka. Hasilnya, pada 26 Maret 1992, kerjasama Pertamina dan Pramuka RI ditandatangani di Jalan Cendana, dihadiri oleh Ibu Negara Tien Soeharto.

Hampir setahun kemudian (15 Maret 1993) Tien Soeharto meletakkan batu pertama Gedung Kwartir Nasional. Dua tahun kemudian, pada 14 Agustus 1995 atau Hari Pramuka, Presiden Soeharto meresmikan gedung berlantai 17 ini sementara penempatan penuhnya baru terlaksana akhir 1995. Saat ini, Kwartir Nasional Pramuka menempati dua lantai terendah sementara Pertamina beserta anak-anak perusahaannya menempati sisa 15 lantai gedung, sebagai kesepakatan pendanaan pembangunan gedung ini. Total luas lantai kasar 26.143 meter persegi, sudah termasuk 1 lantai basement.

Auditorium Gedung Kwarnas Pramuka terbakar pada sore 15 Juni 2016. Kebakaran hanya merusak bagian atap gedung, diduga dipicu arus pendek listrik. Dikabarkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Arsitektur Gedung Kwarnas Pramuka: Simbolisme Kepramukaan

Filosofi arsitektur yang diusung Gedung Kwarnas Pramuka RI dipengaruhi oleh simbolisme dan ajaran kepramukaan. Blok bangunan Gedung Pramuka RI terdiri dari podium yang merupakan auditorium dan tower berlantai 17 lantai, keduanya digambarkan sebagai tunas kelapa – lambang Gerakan Pramuka RI. Elemen struktur eksterior juga dipengaruhi oleh simbolisme kepramukaan seperti keterampilan tali-temali pada konstruksi kolom lantai 3 dan 17 dan podium, sementara tenda dilambangkan pada atap podium. Finishing luar gedung menggunakan cat krem – sebagai kompromi atas dominasi warna putih pada gedung-gedung di ring 1 Gambir di mas orde baru, namun ingin memunculkan unsur kepramukaan yang dominan berwarna cokelat pada gedung.

Struktur bangunan utama menggunakan dinding geser untuk core dan rangka terbuka bebas kolom, dan pondasi tiang bor. Struktur bangunan juga memiliki pesan tersembunyi dalam perancangannya, yang melambangkan hari lahir kemerdekaan Indonesia: 17 Agustus 1945, dilambangkan dengan gedung perkantoran 17 lantai, 8 kolom trave pada eksterior gedung utara dan selatan dan 45 derajat kemiringan kolom struktur (kolom tersebut diikat oleh balok lantai yang bersifat menarik). Secara kebetulan, peresmian Gedung Pramuka RI nyaris bertepatan dengan perayaan Tahun Emas 50 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selengkapnya mengenai garis besar gedung era 1990an dapat anda baca di artikel ini


Iklan

Data dan fakta

AlamatJalan Medan Merdeka Timur No. 6 Gambir, Jakarta Pusat, Jakarta
ArsitekIr. Franky du Ville (Tripanoto Sri Konsultan)
Pemborong
(J.O.)
Wijaya Kusuma Contractors
Reka Adi Samudera
Lama pembangunanMaret 1993 – November 1995
Diresmikan14 Agustus 1995
Jumlah lantai17 lantai
2 basement
Biaya pembangunan
(taksiran)
Rp 42 milyar (1993)
Rp 423 milyar (inflasi 2020)
Referensi: Majalah Konstruksi #208 Agustus 1995

Referensi

  1. Dwi Ratih; Djati Retnowati, Saptiwi (1995). “Gedung Kantor Kwarnas Gerakan Pramuka”. Majalah Konstruksi No. 208, Agustus 1995.
  2. Sinaulan, Berty (2016). “Gedung Kwarnas Gerakan Pramuka, Riwayatmu Dulu“. Kompasiana, 16 Juni 2016. (Arsip)
  3. KOMPAS, 16 April 1993 (penjelasan gambar)
  4. KOMPAS, 27 April 1992 (penjelasan gambar)
  5. Kontak alamat anak perusahaan Pertamina per April 2019 (arsip)
  6. M. Rizky Riswandi (2016). “Kabar Buruk! Telah Terjadi Kebakaran Di Gedung Kwartir Nasional Gerakan Pramuka!” Kakarizky.id, 16 Juni 2016. Diakses 7 Agustus 2019 (arsip)
  7. Bagus Prihantoro Nugroho (2016). “Gedung Kwarnas Pramuka Terbakar, 11 Unit Damkar Dikerahkan“. Detikcom, 15 Juni 2016. Diakses 7 Agustus 2019 (arsip).
  8. “Gerakan Pramuka agar jadi wadah tumbuhkan patriotisme.” Berita Yudha, 15 Agustus 1995, hal. 1

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *