Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Gedung Kementerian Agraria & Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara

Kementerian Agraria & Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN) adalah organ Pemerintah tingkat kementerian yang mengurus masalah pertanahan, agraria dan penataruangan wilayah. Kementerian ini berpusat di dua gedung terpisah di Jalan Raden Patah di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, seblok dengan Gedung Sekretariat ASEAN yang secara organisasi dan arsitektur begitu masyhur. Namun, untuk kali ini, mimin membahas gedung berlantai 8, juga dibangun di tahun 1980an, yang secara popularitas dan kenamaannya masih kurang dibanding Sekretariat ASEAN.

Gedung Kementerian ATR BPN
Hasil sayembara. Foto oleh mimin SGPC

Iklan

Sejarah Gedung Kementerian ATR/BPN masih tak jauh dari kementerian atau direktorat yang mengurusi ketataruangan. Awalnya bagian dari Kompleks Departemen Pekerjaan Umum (Departemen PU), gedung ini awalnya adalah pengembangan dari kompleks Direktorat Tata Kota & Tata Daerah (DTKTD/DKTD). Pada September 1980, Departemen Pekerjaan Umum menyelenggarakan sebuah sayembara desain gedung baru DTKTD, yang diikuti oleh 8 firma arsitek, yaitu Arkonin, Encona Engineering, Parama, PRW Architects, Perentjana Djaja, Widya Pertiwi, Han Awal & Partners, dan Ciriajasa. Ciriajasa dinyatakan sebagai pemenang sayembara.

Pembangunan dimulai pada 20 Januari 1981 dengan peletakan batu pertama oleh Menteri PU Ir. Poernomosidi. Pemborong gedung DTKTD adalah PT Indonesian Consortium of Construction Industries, konsorsium pemborong Indonesia yang akan bertugas melakukan pembangunan di Timur Tengah. Tetapi, karena beberapa bulan pertama pembangunan proyek ini berlangsung lambat dan hanya menjadi pusdiklat tak resmi bagi buruh dan insinyur ICCI, akhirnya PT Pembangunan Perumahan – anggota ICCI – ikut serta melaksanakan proyek pembangunan untuk mempercepat pembangunan. Proyek selesai dengan tepat waktu, pada 20 November 1982 gedung DTKTD akhirnya diserahkan kepada Direktorat Tata Kota & Tata Daerah Departemen PU.

Gedung ini sempat dipakai kembali oleh Kementerian Perumahan Rakyat hingga Kemenpera melebur ke Departemen PU. Saat ini gedung eks Kemenpera/DTKTD digunakan oleh Kementerian ATR/BPN dan juga Ditjen Tata Ruang Kementerian PUPR.


Iklan

Gedung Kementerian ATR/BPN praktis secara arsitektur dan biaya, namun……

Gedung Kementerian ATR/BPN pada tahun 1983. Eks Gedung Ditjen Tata Ruang Kementerian PU
Saat selesai dibangun
Majalah Konstruksi, April 1983

Gedung Kementerian ATR/BPN saat disayembarakan dikriteriakan berupa gedung berlantai 8 dengan luas lantai kotor tepat 13.200 meter persegi yang hemat pembiayaan dan hemat biaya energi. Kriteria tersebut diwujudkan berupa pelaksanaan berbasis model fast track alias perancangan dan pelaksanaan dilakukan bersamaan, biaya per lantai diperkirakan tidak sampai 170 ribu rupiah per meter persegi dalam nilai 1980 (nilai 2020 adalah 5,1 juta rupiah/meter persegi), memanfaatkan udara alam dan cahaya matahari alami masuk ke dalam interior gedung untuk mengurangi biaya AC. Walau tidak memiliki kelebihan desain yang menarik, tetapi gedung ini secara fungsional membantu pemilik gedung menghemat biaya operasional.

Namun, dengan berjalannya zaman, desain tropis ga neko-neko itu kurang disambut positif oleh beberapa pihak di insan arsitektur. Isi pembukaan buku IAI Award 1991 menyebut bahwa kantor Kementerian ATR/BPN – saat itu masih merupakan kantor Departemen PU – adalah…..

……..amat mencerminkan ideologi International Style sejati. Gubahan massanya [bentuk bangunannya] amat formal, disusun seperti lambang swastika yang berbalikan arahnya, namun dilakukan di atas permukaan tanah sehingga keinginan untuk memberikan kesan gerak dinamis seperti yang berhasil diketengahkan oleh Paul Rudolph di Universitas Yale [New Haven, Connecticut], Amerika Serikat tidak berhasil diujudkan pada bangunan ini.

IAI Award 1991, hal. 5

Dikiranya tahu apa masyarakat biasa, perancang di Ciriajasa dan Departemen PU, dengan rancangan Paul Rudolph, karena pandangan tersebut sepertinya lahir setelah berdirinya Intiland Tower Jakarta yang kebetulan juga rancangan Rudolph. Saat disayembarakan, hal-hal yang diujar panitia IAI Award 1991 belum menjadi perhatian utama.

Bangunan setinggi estimasi 34 meter ini dibangun dengan struktur beton pratekan dan pondasi dengan bored pile. Finishing fasad memanfaatkan cat pada tembok karena panel pracetak (prefabrication) ringan tidak menghasilkan bentuk yang semestinya, dan jendela diberi louvre untuk menangkal sinar sekaligus untuk mempercantik tampang gedung.

Selengkapnya mengenai garis besar gedung era 1980an dapat anda baca di artikel ini


Iklan

Data dan fakta

Nama lamaGedung DTKTD
Blok A Kompleks PU (proyek)
Kementerian Perumahan Rakyat
AlamatJalan Raden Patah No. 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jakarta
ArsitekCiriajasa
PemborongPembangunan Perumahan (struktur dan finishing)
(bertindak di bawah Indonesian Consortium of Construction Industries)
Lama pembangunanJanuari 1981 – November 1982
Tinggi gedung34 meter
Jumlah lantai8 lantai
Biaya pembangunan
(estimasi Ciriajasa, bukan harga final)
Rp. 2,2 milyar (1980)
Rp. 66,2 milyar (inflasi 2018)
Sumber: Majalah Konstruksi April 1983; Majalah Cipta No. 55 1981

Referensi

  1. NN (1983). “Gedung DTKTD yang rada unik”. Majalah Konstruksi, April 1983.
  2. NN (1980). “Pemenang Sayembara Gedung Direktorat Tata Kota & Daerah”. Majalah Cipta No. 55/1981.
  3. IAI Award 1991, hal. 5

Lokasi

Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini dan eksklusif, dan bila anda perlu bahan dari koleksi pribadi SGPC, anda bisa mengunjungi TORSIP SGPC. Belum bisa bikin e-commerce sendiri sayangnya....


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *