Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Pakuwon Mall adalah sebuah superblok milik Grup Pakuwon Jati (selanjutnya disingkat PWON setelah kode emiten induk usahanya di BEI) di Surabaya bagian barat, yang terdiri dari pusat perbelanjaan bernama sama – seluas 170 ribu meter persegi atau 134.793 m2 yang disewakan untuk umum, tujuh menara apartemen, dan sebuah gedung hotel. Superblok raksasa tersebut dibangun sebagai bagian dari pengembangan kota mandiri Pakuwon City yang meliputi kecamatan Lakarsantri, Wiyung, dan Sambikerep di barat Surabaya.

Pakuwon Mall Surabaya merupakan proyek superblok keduanya di kota Pahlawan setelah Tunjungan Plaza yang terkenal – namun bukan yang pertama di Indonesia karena ada beberapa mall berjenis superblok yang dibangun terlebih dahulu sebelum TP. Secara portofolio, ini adalah mall ketiga milik PWON setelah Tunjungan dan Blok M Plaza.


Iklan

Sejarah Pakuwon Mall Surabaya

Karena luas dan panjangnya kronologis pembangunan proyek ini, SGPC bagikan penjabaran sejarahnya ke dua bagian, salah satunya adalah sejarah pembangunan Supermall dan PTC serta pembangunan perluasan mall, gedung hotel serta apartemen.

Supermall Pakuwon Indah dan Pakuwon Trade Center (2003)

Supermal Pakuwon Indah, 2011
Supermal Pakuwon Indah pra-perluasan, Desember 2011. Foto oleh Wherysusanto dari Panoramio

Gedung pertama yang dibangun di kawasan superblok ini adalah sebuah pusat perbelanjaan yang menggabungkan dua konsep mal yang berbeda, yaitu Supermall (sekarang hanya Pakuwon Mall) dan Pakuwon Trade Centre. Mall ini dibangun dengan pertimbangan perkembangan kawasan di Surabaya Barat yang semakin pesat dengan hadirnya proyek-proyek swasta menengah atas – seperti Pakuwon City, Graha Famili dan Citraland Surabaya. Pihak pengembang saat itu, Pakuwon Indah (terafiliasi PWON) melaporkan bahwa pada Juli 2003, penjualan rumah di kawasan mereka meningkat dua kali lipat berkat keberadaan pusat perbelanjaan yang mereka kembangkan.

Rencana “gila” – kata pemberitaan Properti Indonesia (Juli 1997) – terealisasi pada bulan Desember 1996. Sayangnya, sedikit informasi yang didapatkan dari mall dengan luas lahan 30 ribu meter persegi itu. Krisis moneter menyebabkan proyek tersebut terhenti hingga pada tahun 2002, dengan pondasi sudah siap (Google Earth Historical Imagery) pembangunan Supermall Pakuwon Indah dan Pakuwon Trade Centre berlanjut, ditangani oleh Acset Indonusa.

Pakuwon Trade Center
Pakuwon Trade Centre. Foto oleh Ronniecoln

Walikota Surabaya, Bambang D.H., meresmikan penutupan atap SPI/PTC pada 28 Juni 2003, menandakan dimulainya tahap penyelesaian akhir pusat perbelanjaan tersebut. Sebulan kemudian (23 Juli 2003) Pakuwon Indah memulai penyerahan 2.300 unit pertokoan (PTC 1.800 unit, SPI 500 unit) kepada pengusaha dan investor secara bertahap. Saat itu, penghuni utama mall ini terdiri dari Matahari (department store, dan dahulu supermarket) dan Toko Buku Gramedia, yang masih bertahan hingga kini.

Pembangunannya akhirnya bisa diselesaikan pada malam 7 November 2003, atau sehari jelang pembukaan Matahari setelah semua pekerjaan terkait konstruksi selesai. Keesokan harinya, 8 November 2003, Matahari Dept. Store mulai menyapa masyarakat terlebih dahulu sebelum SPI secara keseluruhan grand opening pada 13 November 2003.


Iklan

Keinginan Menjadi Superblok Kesampaian: Proyek Apartemen, Hotel dan Perluasan Pakuwon Mall (2011 – 2021)

Grand Pakuwon
Foto oleh mimin SGPC

Laporan majalah Indonesia Design (No. 5, vol. 1, 2004) menyebutkan bahwa dalam rencana ke depan, SPI akan memiliki dua tahap perluasan yang terdiri dari masing-masing apartemen, hotel dan perluasan mall untuk tahap kedua, sedangkan tahap ketiga akan menghadirkan lebih banyak apartemen dan hunian tipe kondominium.

Rencana itu baru terlihat nyatanya, dalam waktu tujuh tahun setelah majalah terbit, dan memakan waktu 10 tahun. Pertengahan 2011, sebuah advertorial mengenai perluasan Supermall diedarkan oleh Pakuwon Indah melalui harian Jawa Pos. Konstruksi perluasan tahap kedua tahap pertama, yaitu apartemen Orchard, Tanglin, dan Ritz (sekarang La Riz), sebuah gedung hotel dan perluasan SPI, dimulai pada 27 Februari 2012 melalui sebuah upacara pemancangan tiang pertama. Proyek yang dibangun oleh PT Pembangunan Perumahan selesai dibangun pada awal 2015, dan saat selesai dibangun, sekitar 87 persen dari 1.916 unit apartemen kedua menara (asumsi 958 unit per menara) tersebut laku terjual.

Di tengah perjalanan, pada Oktober 2014 aset Pakuwon Indah dicaplok induknya, PWON, dalam rangka konsolidasi keuangan perusahaan milik Alexander Tedja tersebut. Di titik ini, per bulan yang sama dilaporkan bahwa apartemen La Riz sudah memasuki tahap pemancangan pondasi. Pembangunannya yang juga digarap oleh PT Pembangunan Perumahan tutup atap pada 25 Agustus 2016.

Di tahun 2015, sebagai tanggapan atas masih tingginya minat apartemen di kompleks ini, Pakuwon kembali menambah apartemen yang diberi nama “Anderson Tower”, bersama dengan perluasan terbaru Pakuwon Mall, dengan membongkar Citywalk PTC. Apartemen berlantai 36 itu mulai dibangun pada 3 September 2015 hingga selesai dan bisa ditempati pada akhir 2019; disusul dengan “Benson Tower” berlantai 42 yang mulai dibangun kuartal II 2016 hingga selesai keseluruhannya pada akhir 2020, di tengah kecamuk pandemi COVID-19.

La Viz, Benson Tower, Anderson Tower, Pakuwon Mall Surabaya, 2023
La Viz, menara Benson dan Anderson. Foto oleh Ronniecoln

Iklan

Tahun 2017 adalah tahunnya Supermall Pakuwon Indah, karena akhirnya bisa berganti baju menjadi Pakuwon Mall, serta menyelesaikan tahap-tahap pentingnya. Terutama perluasan pertama pusat perbelanjaan seluas 76 ribu m2 yang akhirnya selesai dibangun pada Februari 2017 dan diresmikan pada tanggal 22 Februari tahun itu juga, sehingga menggemukkan luas lantai kasar eks SPI dan PTC menjadi 246 ribu meter persegi. Karena itulah, sebulan pasca-peresmian, kunjungan masyarakat ke pusat belanja ini meningkat dua kali lipat.

Di momen yang sama, La Riz sudah mulai ditempati akhir 2017 per informasi dari presentasi pengembang tahun fiskal 2017. Sementara adiknya, yaitu La Viz yang juga sama mewahnya tetapi berada di sebelah apartemen Benson Tower, memulai konstruksi pada triwulan ketiga 2018, tutup atap pada 14 November 2019 dan selesai pada 2021.

Namun, kisah berbeda dialami gedung hotel berlantai 35, yang sebenarnya sudah jadi per 2017 bersamaan dengan La Riz dan perluasan Pakuwon Mall. Awalnya hotel yang berdiri di bagian selatan SPI tersebut akan direncanakan menjadi bagian dari jaringan hotel Accor – Pullman dan Ibis – tetapi di tengah jalan, pihak Pakuwon menyerahkan pengelolaan hotel di SPI kepada Marriott International, pemegang merk Four Points dan Westin. Ini artinya Westin telah kembali ke Surabaya setelah 5 tahun sempat mengelola hotel di Embong Malang. Masing-masing hotel dibuka pada 8 Desember 2019 dan 7 Desember 2020.

Pada bulan November 2020, sebulan menjelang peresmian Westin, mall ini dan PWON memenangkan dua penghargaan dalam ajang PropertyGuru Indonesia Property Awards ke-6. Kategori yang diraih antara lain kategori Pengembangan Mixed-Use Terbaik (Best Mixed Use Development) dan Hotel Westin sendiri mendapatkan kategori Desain Arsitektur Hotel Terbaik (Best Hotel Architectural Design), menyemarakkan rak piala Pakuwon Jati.


Iklan

Pakuwon Mall Surabaya: Beda konsep, beda isi, satu gedung

Pakuwon Mall Surabaya
Penampilan perluasan Pakuwon Mall Surabaya. Foto oleh Ronniecoln

Tahap pertama dari proyek superblok Pakuwon Mall Surabaya adalah mall berlantai 4 (PTC) dan 3 (SPI) yang dirancang oleh tim arsitek dari BCT Design Group (dahulu Design Development Group) dari Baltimore, AS, bersama dengan Setiabakty Daud, E. Ary Witjaksono dan Nurmawan Wijayanto dari Airmas Asri. Mall dengan luas lantai 170 ribu meter persegi itu disebut oleh majalah Indonesia Design (No. 5, vol. 1, 2004) sebagai yang terunik karena menggabungkan dua konsep mal yang berbeda.

Dengan konsep menggabungkan kedua fungsi mall itu, maka lainlah penerapan desainnya. Dari luar, SPI terlihat lebih “wah” dengan kanopi yang lebar dan kaca yang lebar pula; sementara PTC lebih sederhana dan merakyat. Di dalam, kondisinya lebih kentara dengan luas ruangan toko SPI yang lebih lega dari PTC, ketinggian antar lantainya yang lebih besar di SPI (5-6 meter, lebar koridor lantai 4,5 meter) serta desain interior yang lebih seragam dan lega di SPI dan tematik di PTC terkhusus Citywalk yang kini sudah dibongkar. Mall ini dikenal sangat luas dari segi lahan dan luas lantai – memanfaatkan lahan 30 hektar (300.000 m2) yang saat kemunculannya masih kosong dan luas di Surabaya Barat – seperti mal di negara-negara Amerika Utara. Untuk padanan lokalnya ada Supermall Karawaci. Sebagai perbandingan, Tunjungan Plaza dan Royal Plaza masing-masing menempati lahan seluas 76 ribu dan 40 ribu meter persegi.

Ketika pertama dibuka, SPI diisi tenant-tenant yang disebut “kelas menengah ke atas” lainnya seperti Elle, Body & Soul, Optik Seis, Sepatu Bata. Matahari sendiri, saat dibuka pada 2003, menempati 13.500 m2 termasuk Timezone. Perkembangan zaman dan keberadaan ekstensi malnya membuat SPI alias Pakuwon Mall Surabaya kini diisi oleh berbagai tenant kelas wahid – disamping kedua tenant yang disebut di bagian awal:

LantaiTenant
B1 (SPI)Lotte Mart
LGHypermart, Ace Hardware, Sogo, Miniso, Periplus, Toko kecantikan, Home Pro (area perabotan rumah; Informa, Mr. DIY, dll.), H&M, LC Waikiki, Dior, Guess, Lacoste, Zara, Pull & Bear
G/1Matahari, Sogo, Home Pro, Uniqlo, Toko optik, Elle, Hush Puppies, H&M, LC Waikiki, Toko peliharaan (PTC)
1/2Gramedia, Sogo, Timezone, Celebrity Fitness, Decathlon, Batik Keris, Toko gawai, Salon
PTC: Bioskop XXI, Studio Foodcourt, Surabaya Convention Centre, DBL
2/3Food Society
2M/4Bioskop XXI (SPI), Food Society
Tulisan miring: Penomoran lantai ala SGPC.

Iklan

Pakuwon Mall Ekstensi, enam apartemen dan satu hotel

Pakuwon Mall Surabaya
Difoto dari kejauhan, saat itu menara Anderson sedang dibangun dan belum ada La Viz dan Benson. Foto oleh mimin SGPC

Sayangnya, tidak seperti Supermall dan PTC, SGPC sangat kesulitan mendapatkan profil gedung perluasan dengan apartemen dan hotelnya di dunia maya. Selain itu, secara desain arsitektur, perluasan tahap kedua rancangan tim arsitek DP Architects dari Singapura ini tidaklah spesial, hanya terlihat elegan, sarat lapisan kaca dan fungsional, dan bentuk eksterior yang berombak, terutama menara hotel dan malnya yang menurut pihak DP Architect macam liukan pita. Bagi mereka, rancangannya melanjutkan tema desain SPI lama usungan BCT/Airmas Asri. Sementara tahap ketiganya (Anderson, Benson dan La Viz) adalah rancangan PT Design Global Indonesia. Struktur keseluruhan tahapan perluasan digarap oleh Haerte Widya Engineering.

Dengan transformasi Pakuwon Mall sebagai superblok, kini ia memiliki enam apartemen yang terdiri dari – secara kronologis – Orchard, Tanglin, La Riz, Anderson, Benson dan La Viz, serta satu hotel. Orchard dan Tanglin menjadi kedua apartemen pertama yang berdiri di dalam kawasan ini, menyediakan (asumsi) 958 unit apartemen per menara khusus untuk kalangan menengah. Tingginya sama-sama 145 meter dan berlantai 33 + 10 lantai parkir serta mezanin, dengan luas lantai masing-masing 27.628 m2 dan 32.291 m2. Sayangnya, SGPC saat ini belum menemukan detil unit-unit yang ditawarkan.

Apartemen Oarchard Residence, Pakuwon Mall Surabaya
Kemungkinan menara Orchard. Foto oleh Ronniecoln

Sama dengan Orchard dan Tanglin adalah blok Anderson dan Benson yang menduduki bekas Citywalk. Keduanya memiliki masing-masing 31 lantai berbentuk L dan gedung T berlantai 37 yang berdiri di atas gedung parkir berlantai lima. Blok tersebut menyediakan 2.583 unit apartemen yang terdiri dari tipe studio 1 kamar tidur dan 2 kamar tidur.

La Riz dan La Viz yang sarat dengan lapisan kaca datar tergolong apartemen mewah. La Riz, sebuah apartemen berlantai 46 (luas lantai 41.388 m2) yang dihimpit oleh Hotel Westin/Four Points dan Orchard/Tanglin, menyediakan 453 unit apartemen mewah yang terbagi ke dalam dua tipe, yaitu 2 kamar tidur dan “interlock” dua lantai dengan 3 kamar tidur. Sementara La Viz yang berlantai 42 lantai (37 kondo saja) menyediakan 319 unit yang terbagi ke tipe 2 dan 3 kamar tidur serta tipe interlock yang sama dengan yang didapat di La Riz.

Pakuwon Trade Centre
Apartemen La Riz (kiri) dan Hotel Four Points/Westin. Saat itu keduanya belum dibuka. Foto oleh mimin SGPC

Terakhir adalah gedung hotel gabungan Four Points kedua di Surabaya setelah hotel di Tunjungan Plaza dan Westin. Gedung yang bentuknya melengkung saat menghadap bundaran PTC/SPI itu memiliki 35 lantai yang ditempati oleh 204 kamar untuk Westin serta 317 kamar untuk Four Points. Khusus Westin, interiornya dirancang dengan “memadukan elemen lokal dengan unsur minimalis”, tetapi Sky Lobby dan Lounge-nya lebih terinspirasi suasana empat musim di belahan bumi utara.

Keseluruhan apartemen dan hotel yang dimaksud punya fasilitas “mewah” yang sama seperti tempat kebugaran, kolam renang, taman, lapangan parkir dan lounge. Hotel Westin, secara khusus menyediakan balai sidang sebesar 9.300 meter persegi yang berkapasitas maksimal 3.100 orang, ditambah dengan 18 ruangan rapat dan pertemuan lainnya.

Kedua hotel dapat diakses dari SPI, masing-masing Westin di lantai LG, balai sidangnya di M1 (6), dan Four Points di G (1). Silakan kunjungi situs resminya, atau klik detail masing-masing hotel di Agoda atau Booking dot com untuk informasi lebih lanjut.

Data dan fakta

AlamatJalan Mayor Jenderal Jonosewojo Wiyung, Surabaya, Jawa Timur

Pakuwon Trade Centre/Supermall Pakuwon Indah

ArsitekBCT Design Group (arsitektur)
Airmas Asri (architect of record)
PemborongAcset Indonusa
Lama pembangunan1997 – November 2003
Dibuka13 November 2003
Jumlah lantai4 lantai

Tahap II (Orchard, Tanglin, La Riz, Westin/Four Points, SPI Perluasan)

ArsitekDP Architect (arsitektur)
Airmas Asri (architect of record)
Haerte Widya Engineering (struktur)
PemborongPembangunan Perumahan
Lama pembangunanFebruari 2012 – 2015 (Orchard & Tanglin)
Oktober 2015 – 2017 (SPI perluasan, La Riz dan Westin/Four Points)
Dibuka22 Februari 2017 (SPI perluasan)
8 Desember 2019 (Four Points)
7 November 2020 (Westin)
Jumlah lantai43 lantai (Orchard & Tanglin)
46 lantai (La Riz)
35 lantai (Westin/Four Points)
Tinggi gedung (Skyscrapercity)145 meter (Orchard & Tanglin)
Jumlah unit/kamar1.916 unit (Orchard & Tanglin)
453 (La Riz)
204 (Westin) + 317 (Four Points)

Tahap III (Anderson, Benson, La Viz)

ArsitekDesign Global Indonesia (arsitektur)
Airmas Asri (architect of record)
Haerte Widya Engineering (struktur)
PemborongMitra Konstruksi
Lama pembangunanSeptember 2015 – 2019 (Anderson)
2016 – 2020 (Benson)
2018 – 2021 (La Viz)
Jumlah lantai31 lantai (Anderson)
37 lantai (Benson)
42 lantai (La Viz)
Jumlah unit/kamar2.583 (Anderson dan Benson)
319 (La Viz)

Referensi

  1. dwi (1996). “Pembangunan PT IV dan Supermal Dimulai.” Jawa Pos, 13 Desember 1996, hal. 11
  2. Hadi Prasojo (1997). “Memecahkan rekor mal terbesar.” Majalah Properti Indonesia No. 42, Juli 1997, hal. 26-27
  3. Iklan Topping-off Pakuwon Trade Centre/Supermall Pakuwon Indah. Jawa Pos, 28 Juni 2003, hal. 16
  4. oni (2003). “Pakuwon tawarkan kerja sama.” Jawa Pos, 3 Juli 2003, hal. 29, 39
  5. Advertorial (2003). “Pembeli dapat emas 88 gram.” Jawa Pos, 12 Juli 2003, hal. 38
  6. kim (2003). “PTC dongkrak penjualan Pakuwon Indah.” Jawa Pos, 10 Juli 2003, hal. 30
  7. Advertorial (2003). “Unit usaha mulai diserahterimakan.” Jawa Pos, 23 Juli 2003, hal. 38
  8. kim (2003). “Matahari 8 November, Supermall 13 November.” Jawa Pos, 30 Oktober 2003, hal. 34
  9. Advertorial (2003). “Menjelang pembukaan Supermall Pakuwon Indah.” Jawa Pos, 31 Oktober 2003, hal. 38
  10. Advertorial (2003). “SPI buka awal November 2003.” Jawa Pos, 22 Oktober 2003, hal. 38
  11. tia (2003). “Siap terima serbuan pengunjung.” Jawa Pos, 8 November 2003, hal. 29
  12. nov (2003). “Dibuka, langsung diserbu.” Jawa Pos, 9 November 2003, hal. 29
  13. Advertorial (2003). “Besok, mall opening SPI.” Jawa Pos, 12 November 2003, hal. 38
  14. Iklan grand opening Supermall Pakuwon Indah. Jawa Pos, 13 November 2003, hal. 16
  15. Advertorial (2003). “Kehadiran SPI disambut antusias.” Jawa Pos, 18 November 2003, hal. 38
  16. “Pakuwon City.” Indonesia Design (patriot) Vol. 1 No. 5, 2004, hal. 18-21
  17. Thread Skyscrapercity mengenai perluasan Supermal Pakuwon Indah, diakses 6 Juni 2023
  18. Pakuwon Jati akuisisi Pakuwon Permai.” Housing Estate dot id, 15 Oktober 2014. Diakses 7 Juni 2023 (arsip)
  19. Hilda B. Alexander (2014). “Pakuwon Akuisisi Anak Usaha Rp. 2,3 triliun.” KOMPAScom, 14 Oktober 2014. Diakses 7 Juni 2023 (arsip)
  20. Halaman resmi Pakuwon Jati, diakses 5 sampai 9 Juni 2023:
  21. Halaman resmi Grup Pakuwon, diakses 5 sampai 9 Juni 2023:
  22. Halaman resmi DP Architects, diarsip 31 Maret 2023
  23. Wike Dita Herlinda (2012). “Pakuwon bangun apartemen Rp. 700 milyar.” Bisniscom, 27 Februari 2012, diakses 8 Juni 2023 (arsip)
  24. Pakuwon kebut proyek Orchard Mansion.” Kabar Bisnis, 27 Februari 2012. Diarsip 20 Juli 2015
  25. Laris manis, kondominium Pakuwon Rp. 4 milyar di Ritz Mansion.” Kabar Bisnis, 15 Juni 2013. Diarsip 19 Juni 2013.
  26. Purna Budhi Nugraha (2013). “Opening show unit The Ritz Mansion.” Kabar Bisnis, 13 Juni 2013. Diakses 9 Juni 2023 (arsip)
  27. The Ritz Mansion topping off, penghuni bakal dimanjakan dengan fasilitas di Pakuwon Mall.” Kabar Bisnis, 26 Agustus 2016. Diakses 9 Juni 2023 (arsip)
  28. Amrozi Amenan (2017). “Pakuwon Group resmikan pembukaan Pakuwon Mall.” BeritaSatu, 22 Februari 2017. Diakses 9 Juni 2023 (arsip)
  29. Pengunjung Pakuwon Supermal Naik 100 Persen.” Ngopi Bareng, 27 Maret 2017. Diakses 9 Juni 2023 (arsip)
  30. Advertorial (2015). “Anderson Tower: Proyek Prestisius Pakuwon di Surabaya Barat.” Jawa Pos, 4 September 2015
  31. Arief Ardliyanto (2015). “Pakuwon penetrasi pasar high rise di Surabaya.” Seputar Indonesia, 13 Februari 2015. Diakses 9 Juni 2023 (arsip)
  32. Halaman resmi Haerte Widya Engineering (Pakuwon Mall tahap II dan tahap III), diakses 10 Juni 2023 (arsip dan arsip)
  33. Halaman resmi La Viz Mansion, diakses 10 Juni 2023 (arsip)
  34. Peni Widarti (2019). “Pakuwon kejar 25 persen target penjualan 2019.” Bisniscom, 14 November 2019. Diakses 10 Juni 2023 (arsip)
  35. Hotel konsep “combo” bakal berkembang di Indonesia.” Housing Estate dot id, 13 Mei 2014. Diakses 10 Juni 2023 (arsip)
  36. Fitri Sartina Dewi (2019). “Hotel Four Points Resmi Beroperasi [di] Surabaya.” Bisniscom, 9 Desember 2019, diakses 10 Juni 2023 (arsip)
  37. “Semakin Besar Dan Semakin Terdepan: PT Pakuwon Permai (Pakuwon Group) Menambahkan Hotel Bintang Lima Ke Dalam Portofolionya.” Rumah dot com, 11 Agustus 2021, diakses 10 Juni 2023
  38. Shaza Dzulkify (2020). “6th PropertyGuru Indonesia Property Awards Winners Unveiled” (Pemenang PropertyGuru Indonesia Property Award diumumkan). Indonesia Design (anti-patriot), 13 November 2020. Diakses 10 Juni 2023 (arsip)
  39. Press release (2020). “Peresmian the Westin Surabaya, hotel bintang 5 di Superblok Pakuwon Mall.” Pakuwon Jati, 7 Desember 2020, diakses 10 Juni 2023 (arsip)
  40. Jaja Suteja (2020). “The Westin Surabaya perkenalkan Ballroom dan Convention Centre terbesar di Jatim.” BeritaSatu, 9 Maret 2021. Diakses 10 Juni 2023 (arsip)
  41. Whisnu Bagus Prasetyo (2020). “Keunggulan desain Westin Surabaya diapresiasi.” BeritaSatu, 18 November 2020. Diakses 10 Juni 2023 (arsip)

Lokasi

Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini dan eksklusif, dan bila anda perlu bahan dari koleksi pribadi SGPC, anda bisa mengunjungi TORSIP SGPC. Belum bisa bikin e-commerce sendiri sayangnya....


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *