Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Inilah sebuah pusat perbelanjaan dan apartemen yang berlokasi di dalam kawasan Gelora Bung Karno, yang cukup populer di kalangan generasi pop sekarang, kini ada di Setiap Gedung Punya Cerita. fX Sudirman adalah sebuah gabungan pusat perbelanjaan, apartemen dan perkantoran yang kini jadi bagian dari keluarga Plaza Indonesia.

Dikelilingi sepenuhnya oleh kompleks Kementerian Pendidikan & Kebudayaan, fX Sudirman yang dahulu bernama Sudirman Place ini dikembangkan oleh Aneka Bina Lestari bekerjasama dengan Badan Pengelola Gelora Bung Karno selama 35 tahun dalam bentuk bangun-guna-serah (kesepakatan sejenis diambil untuk Plaza Senayan dan Senayan City).

fX Sudirman di tahun 2014
Pusat perbelanjaan? Bukan. Lebih dari pusat perbelanjaan. Foto oleh mimin SGPC

Iklan

Sejarah fX Sudirman: Sudirman Place masuk di masa yang salah

Proyek tersebut dimulai pada Juli 2003 dan selesai dibangun pada akhir 2005, saat industri properti mulai pulih. Sudirman Place dibuka resmi (berdasarkan iklan KOMPAS) pada tanggal 11 Maret 2006. Pembangunan Sudirman Place dilakukan oleh pemborong pemerintah Pembangunan Perumahan.

Tetapi masa-masa pusat perbelanjaan dibawah nama Sudirman Place bertahan sangat singkat. Buruknya tingkat keterisian pusat perbelanjaan pada tahun 2006, saat itu sendiri adalah tahun nadir buat pasar properti ritel Indonesia, memaksa pihak pengelola lama Aneka Bina Lestari, sekitar akhir 2006, memanggil Plaza Indonesia untuk mengelola mall mereka yang kesulitan tenant.

Beberapa pemberitaan kontemporer menyebut kerjasama operasional oleh PI sebagai akuisisi Sudirman Place oleh Plaza Indonesia. Pihak pengelola baru, dibawah nama Plaza Lifestyle Prima (anak perusahaan Plaza Indonesia), secara radikal mengubah konsep Sudirman Place menjadi pusat gaya hidup, merenovasi penampilan pusat perbelanjaan dan menendang tenant-tenant yang tidak sejalan dengan konsep baru dari PI.

Proyek “pembersihan” itu berjalan selama 2007 dan 2008, sekaligus masa menguntungkan bagi Aneka Bina Lestari yang mendapat uang ganti pembangunan mencapai 227 milyar rupiah. Dengan menyasar para eksekutif muda dan yuppies di ruas Jenderal Sudirman, pada 1 Juli 2008, pusat perbelanjaan itu lahir kembali sebagai fX Lifestyle X’enter (maaf, memang ini nama resminya) – atau sekarang bernama fX Sudirman.

Nasib apartemen The Pinnacle dengan 227 unit apartemen dan 42 lantai, dan gedung perkantoran bernama Menara Olahraga yang berlantai 17, masih mujur karena bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Tetapi, The Pinnacle segera kehilangan sebagian fungsi apartemennya, karena 7 lantai dan 88 kamarnya beralih fungsi sebagai Hotel Harris Suites sejak Juni 2011, dan selanjutnya menjadi 136 kamar (per data halaman resmi).


Iklan

Profil fX Sudirman: Dihuni PSSI sampai JKT48

Keseluruhan kompleks fX Sudirman dirancang oleh PTI Architects (sayap Peddle Thorp di Indonesia) bersama dengan Ir. Taufick Hardi dari Arkonin. Ketika Indonesia Design yang saat itu masih bangga berbahasa Indonesia meliput gedung ini, nama PTI Architects simsalabim abrakadabra. Bergaya arsitektur kontemporer (karena SGPC tidak bisa menemukan definisi yang cocok untuk gedung setinggi 213 meter ini), fX Sudirman didesain dengan ciri khas modern ala abad 21, menjulang dengan beberapa lapis kaca di bagian atas gedung dan elemen bulat di pojok pusat perbelanjaan. Elemen bulat tersebut memberi kesan menghormati kepada pertigaan. Mayoritas penampilan gedung dilapisi oleh lapis kaca, panel beton dan aluminium komposit.

Pusat perbelanjaan

Pusat perbelanjaan fX Sudirman (versi resmi Plaza Indonesia menolak mengatakan gedung ini sebagai pusat perbelanjaan) terdiri dari 8 lantai ritel dan 4 lantai basement yang digunakan sebagai parkiran dan utilitas, dengan luas lantai 45 ribu meter persegi. Saat awal dibangun, Sudirman Place ditujukan sebagai pusat perbelanjaan biasa, tetapi karena sepinya peminat dari bidang ritel dan masuknya Plaza Indonesia sebagai pengelola, pusat perbelanjaan tersebut disulap.

Saat ini tenant yang mendominasi fX Sudirman terdiri dari pusat kedai makan serba ada, kafe, bar dan restoran, cukur rambut, toko optik, bisokop CGV, Celebrity Fitness, dan Universitas Bina Nusantara. Tenant kunci lain terdiri dari Teater JKT48 yang sering menjadi tempat favorit kaum hippies, SM Entertainment Indonesia, dan RKB GoWork. Sebelum kehadiran Hotel Harris dan RKB tersebut, fX Sudirman menyediakan sebuah slider, ruang rapat dan bahkan pub.

Apartemen Pinnacle dan Menara Olahraga

Komponen fX Sudirman yang paling kurang ternama tetapi paling menjulang, adalah Apartemen Pinnacle. Apartemen berlantai 42, luas lantai total 35 ribu meter persegi dan berketinggian 213 meter (versi Skyscraperpage) ini, kala awal dibangun, memiliki 227 unit yang terdiri dari 8 jenis termasuk 9 unit penthouse. Semua unit apartemen ini mendapatkan lift privat dan kolam renangnya sendiri.

Pada tahun 2011, 7 lantai dari 33 lantai apartemen yang ada berganti fungsi menjadi Hotel Harris (Agoda/Booking) dengan 136 kamar; karena perubahan fungsi tersebut, SGPC tidak bisa mengukur seberapa banyak sisa unit apartemen Pinnacle yang masih merupakan apartemen.

Sementara Menara Olahraga Senayan, yang juga sangat kurang ternama, adalah kompensasi dari pembongkaran kantor lama KONI di lahan yang sekarang fX Sudirman; tetapi Komite Olahraga Nasional Indonesia kini berkantor di Gedung Fajar I yang selesai dibangun di akhir tahun 1993. Catatan SGPC per 24 Januari 2021, MOS, nama keren dari gedung berlantai 17 dan luasnya hanya 5 ribu meter persegi ini, ditempati oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia di lantai 14, kantor ketiga mereka setelah Menara Bakrie dan lantai terbawah Stadion GBK.


Iklan

Data dan fakta

Nama lamaSudirman Place
fX Lifestyle X’enter
AlamatJalan Jenderal Sudirman Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jakarta
ArsitekPTI Architects (arsitektur)
Ir. Taufick Hardi (Arkonin, architect of record)
Wiratman & Associates (struktur)
PemborongPembangunan Perumahan
Lama pembangunan2003 – 2005
Dibuka11 Maret 2006
Jumlah lantai (Apartemen Pinnacle)42 lantai
4 basement
Jumlah lantai (Menara Olahraga)17 lantai
4 basement
Tinggi gedung (Apartemen Pinnacle)213 meter
Jumlah unit (Apartemen Pinnacle, 2006)227
Jumlah kamar (Hotel Harris, 2017)136
SignifikasiPop culture (konsep hangout)
Referensi: Majalah Konstruksi #345 Juni-Juli 2005; Indonesia Design Vol. 1 #5; KOMPAS 11/3/2006

Referensi

  1. Saptiwi Sbj. (2005). “Sudirman Place, Gunakan Table Form pada Pelaksanaan Slab Lantai”. Majalah Konstruksi No. 345, Juni-Juli 2005, hal. 40-44
  2. “Sudirman Place”. Majalah Indonesia Design No. 5/Vol. 1, hal. 12-17
  3. Advertorial (2006). “Telah Dibuka Sudirman Place: Pusat Belanja Eksklusif dan Elegan di CBD Jakarta”. KOMPAS, 11 Maret 2006
  4. Avanty Nurdiana; Sinar Putri S. Utami (2014). “FX Sudirman angkat kinerja PLIN“. KONTAN daring, 15 November 2014. Diakses 23 Januari 2021 (arsip)
  5. FX Lifestyle Center, Tak Hanya Meeting, Arisan Pun Ok.” KOMPAS.com, 17 Juli 2008. Diakses 23 Januari 2021 (arsip)
  6. Bertahan di tengah kelesuan“. Blog pribadi Hilda Alexander, 21 Desember 2007. Diakses 23 Januari 2021 (arsip)
  7. Robert Adhi Kusumaputra (2011). “Harris Suites fX Sudirman Beroperasi.” KOMPAS.com, 9 Juni 2011. Diakses 23 Januari 2021 (arsip)
  8. dev/Odi (2011). “Tauzia Persembahkan Harris Suites fX Sudirman”. Detikcom, 14 Juni 2011. Diakses 23 Januari 2021 (arsip)
  9. Annual Report Plaza Indonesia Realty 2007. Diarsip 9 April 2011
  10. Annual Report Plaza Indonesia Realty 2006. Diarsip 15 September 2012
  11. Arsip laman fX Residence. Diarsip 16 Juli 2008
  12. Halaman resmi fX Sudirman, diakses 23 Januari 2021 (arsip)
  13. Halaman resmi Harris Hotel fX Sudirman, diakses 23 Januari 2021 (arsip)
  14. Halaman kontak PSSI, diakses 23 Januari 2021 (arsip)
  15. Laman resmi JKT48, diakses 26 Januari 2021 (arsip)

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *