Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Menara Bakrie
Menari-nari. Foto oleh mimin SGPC

Selanjutnya di Setiap Gedung Punya Cerita adalah gedung yang sebenarnya tak perlu banyak mimin kenalkan, yaitu Menara Bakrie alias Bakrie Tower.

Bakrie Tower adalah gedung kantor niaga yang menjulang setinggi 214 meter dan menyediakan 50 lantai ruang kantor seluas 64.856 m2 (bersih) bergelar strata (hak milik) beserta 4 lantai bawah tanah di kawasan Rasuna Epicentrum milik Grup Bakrieland. Bangunan yang bentuknya unik itu dirancang oleh tim arsitek dari Hellmuth, Obata and Kassabaum bersama dengan tim arsitek yang digawangi Ridwan Kamil yaitu Urbane Indonesia, dan dibangun oleh Hutama Karya.

Bakrie Tower menjadi bangunan tetengger dan juga gedung pertama yang dibangun di kawasan Rasuna Epicentrum seluas 44,7 hektar yang diharapkan akan dibangun 26 menara kantor, apartemen dan hotel serta pusat belanja – tak termasuk Apartemen Taman Rasuna yang sudah dibangun terlebih dahulu. Proyek tersebut memang digarap dengan cukup serius, dengan melakukan groundbreaking bersamaan dengan proyek “Lifestyle & Entertainment Centre” alias Epiwalk pada tanggal 17 Juli 2006. Proyek tersebut memakan waktu 3 tahun lebih. Proyek berlantai 50 itu tutup atapnya pada bulan Juni 2008, serta mengumumkan bahwa 80 persen ruangan kantor laku terjual.

Pembangunan Bakrie Tower seharusnya bisa selesai keseluruhan Januari 2009; Bakrieland baru bisa mengumumkan penyelesaian gedung mahakaryanya pada bulan Desember 2009, meleset 11 bulan dari rencana. Proyek ini menurut pihak Bakrieland menghabiskan biaya Rp. 620 milyar. Sejak perampungan gedung tersebut, Bakrie memindahkan beberapa anak usahanya dari Wisma Bakrie II.

Bakrie Tower menjadi salah satu gedung di Jakarta yang sempat ditaklukkan oleh pemanjat gedung tinggi dari Perancis Alain Roberts. Aksinya pada 23 Maret 2012 itu menarik perhatian banyak warga, namun ia bisa melakukan aksinya dengan perlengkapan keselamatan lengkap, demi keselamatan dirinya dan agar ia tidak diusir pengelola gedung lagi.

Sembilan tahun kemudian, Bumi Serpong Damai membeli 17 ribu meter persegi ruang kantor Bakrie Tower.


Iklan

Arsitektur dan Struktur Bakrie Tower: Ballerina dari Rasuna Epicentrum

Rubina Tower & Bakrie Tower
Bersama dengan Gran Rubina Business Park yang sedang dibangun. Foto oleh hamzatu.

Bakrie Tower dirancang oleh tim arsitek dari Hellmuth, Obata & Kassabaum bersama dengan Urbane Indonesia untuk arsitektur, dan Wiratman & Associates untuk struktur. Bentuk gedungnya yang sedikit memelintir menciptakan kesan dinamis, yang menurut seorang blogger dunia gelap kripto, “bak seorang penari balet yang tengah meliuk indah.” Kontraktor Hutama Karya kepada Majalah Konstruksi menyebutnya “layaknya seorang penari yang sedang melenggokkan pinggulnya.”

Bentuk uniknya dicapai oleh para perancang dengan memutar posisi lantai satu per satu lantai sebesar 0,47 derajat (1-17 bergerak searah jarum jam, 18-33 berlawanan dan 34-48 searah kembali) sehingga membentuk kontur gelombang. Hal ini jelas bukan bangunan yang ideal bagi perancang struktur, dimana kontur tersebut menciptakan kolom miring yang membutuhkan perhitungan khusus.

Bagi perancang di Wiratman & Associates, analisa akurat dalam menentukan kesatuan kolom biasa dan kolom miring menjadi penting sebelum dikalkulasi dalam simulasi komputer. Secara struktur umum di luar kolom dan pelat lantai yang tidak umum, pondasi menggunakan pondasi rakit yang ditopang pondasi bor, sementara gedung ini memiliki inti alias core.

Eksterior Bakrie Tower dilapisi oleh sekitar delapan ribu potong panel kaca yang setiap lantai dan potongannya akan berbeda. Pemasang harus memiliki keterampilan khusus untuk pemasangan dan pembuatan panel eksteriornya yang suilit ditebak, bahkan di lapangan harus dipotong lagi sekitar dua sampai 3 tahap. Baik kaca dan lis aluminiumnya datang dari Surabaya.


Iklan

Data dan fakta

AlamatJalan Epicentrum Utama Raya No. 2 Setiabudi, Jakarta Selatan, Jakarta
ArsitekHellmuth, Obata & Kassabaum (arsitektur)
Urbane Indonesia (architect of record)
Wiratman & Associates (struktur)
PemborongHutama Karya
Lama pembangunanJuni 2006 – Desember 2009
Jumlah lantai50 lantai
4 basement
Tinggi gedung (CTBUH)214 meter
Biaya pembangunanRp. 620 milyar (2009)
Rp. 1 triliun (inflasi 2022)
SignifikasiArsitektur, Struktur

Referensi

  1. Rakhidin (2008). “Gedung Bakrie Tower di Kawasan Bisnis Rasuna Epycentrum: Sebagai Landmark di Jantung Kota.” Majalah Konstruksi No. 375, September 2008, hal. 6-10
  2. Annual Report Bakrieland
    1. Annual Report 2006, hal. 9, 14, 24, diarsip 24 Juli 2014
    2. Annual Report 2009, hal. 56, diarsip 23 Juli 2014
  3. Irsad (2006). “Bakrieland garap superblok Rp2 triliun.” Bisnis Indonesia, 6 April 2006. Dipost via Skyscrapercity pada 6 April 2006
  4. Abun Sanda (2008). “Superblok Menembus Kebuntuan Bisnis Properti.” KOMPAS, 18 Mei 2006, hal. 41
  5. Halaman resmi Hellmuth, Obata & Kassabaum, diarsip 4 September 2014
  6. Halaman resmi Urbane Indonesia, diarsip 3 Juli 2007
  7. Halaman resmi Wiratman & Associates, diakses 30 Juni 2022 (arsip)
  8. Yanto Rachmat Iskandar (2011). “Ridwan Kamil, Karya Arsitekturnya Ada di Penjuru Dunia.” Bisniscom, 27 April 2011. Diakses 30 Juni 2022 (arsip)
  9. Bakrie Tower, si Penari Balet Ikon Kawasan Kuningan Jakarta.” Steemit faluthi01 (pribadi), 28 Januari 2018. Diakses 30 Juni 2022 (arsip)
  10. Grup Bakrie Boyongan ke Bakrie Tower 2009.” Detikcom, 9 Juni 2008. Diakses 30 Juni 2022 (arsip)
  11. Rieka Rahadiana (2008). “Bakrie Tower Rampung November.” TEMPO, 10 Juni 2008. Diakses 30 Juni 2022 (arsip)
  12. Manusia Laba-Laba Taklukkan Bakrie Tower.” Liputan 6 SCTV, 27 Maret 2012. Diakses 30 Juni 2022 (arsip)
  13. Rahayu Subekti (2018). “BSD Akuisisi 13 Lantai Bakrie Tower.” Republika, 13 Februari 2018. Diakses 30 Juni 2022 (arsip)
  14. Monica Wareza (2018). “BSDE Akuisis 13 Lantai Bakrie Tower Senilai Rp. 476 M.” CNBC Indonesia, 13 Februari 2018. Diakses 30 Juni 2022 (arsip)

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *