Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Video gedung parkir mobil di Indonesia: Entah apa yang mereka cari dari gedung ini……

Dunia YouTube menciptakan komunitas yang di masa lalu dianggap sesuatu yang tidak wajar.

Empat tahun yang lalu, Setiap Gedung Punya Cerita membahas komunitas elevator di Indonesia, dimana kita membahas bagaimana sekelompok individu terpukau oleh sebuah kotak baja bernama lift, dengan segala tombol dan suara indikatornya yang menghipnotis. Itu adalah komunitas yang jarang diketahui masyarakat banyak, termasuk mimin sendiri, namun di dunia YouTube, pelaku dunia lift ini sangat banyak.

Belakangan ini, mimin sepertinya menemukan beberapa video yang menunjukkan pergerakan mobil dari pintu masuk hingga keluar gedung parkir, hanya memutar-mutar, dan membahas sedikit mengenai gedung parkir itu sendiri. Terkadang kelebihan dan kekurangannya dibahas seperti me-review sebuah produk. Hal ini terdengar janggal karena bagi kami, gedung parkir hanyalah tempat memarkir kendaraan bermotor untuk orang-orang yang bekerja atau berkegiatan di tempat itu.

Gedung Parkir Domestik - Selatan
Gedung parkir adalah sesuatu yang tidak menarik untuk divideokan. Foto oleh mimin SGPC

Iklan

Kasta terendah dalam dunia arsitektur

Istana Pasar Baru
Istana Pasar Baru adalah satu dari sedikit gedung parkir yang terlihat menarik. Foto oleh mimin SGPC

Gedung parkir sering dianggap sebagai salah satu kasta terendah di dunia arsitektur. Dibangun untuk menampung mobil para penghuni, karyawan ataupun pengunjung, ia rata-rata tidak memiliki penampilan yang sangat menarik, atau bisa dibilang “apa sih istimewanya?”. Mengutip tulisan awak portal berita arsitektur ArchDaily, Kaley Overstreet, dalam konteks Amerika Serikat, karena kebutuhan pengusaha yang pindah ke pusat kota, pegawai diperkirakan datang dengan kendaraan pribadi sehingga mereka harus membangun gedung parkir. Karena alasan penghematan, estetika arsitektur pun diabaikan.

Namun, buat konteks Indonesia, penjabaran Overstreet ini cocok. Di mata SGPC, hampir mustahil mencari gedung sejenis ini di Tanah Air yang secara estetika arsitektur bisa diterima; bila dibandingkan negara-negara Barat dimana arsitek sekaliber Paul Rudolph pun merancang sebuah gedung parkir. Yang paling mendekati adalah Istana Pasar Baru, yang mimin sudah bahas 3 tahun yang lalu. Karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan bursa perdagangan Pasar Baru, Istana Pasar Baru memiliki lift panoramik yang diteruskan sampai ke lantai gedung parkirannya. Sisanya adalah tipikal parkiran.

Selain Istana Pasar Baru, sepertinya sedikit. Mimin kasih contoh, gedung parkir terminal Bandara Ngurah Rai yang menarik karena dihiasi tanaman dan bentuknya yang tidak mengotak. Yang lainnya cenderung terlihat konvensional. Tidak begitu tertarik untuk terlihat beda sendiri, terlihat cantik, namun bisa membohongi banyak orang karena fungsinya adalah parkiran.

Anggaran yang tidak banyak untuk konstruksinya membuat gedung parkir tampil jujur apa adanya. Belum lagi gedung-gedung yang lebih baru yang tidak banyak bernafsu membangun gedung parkir tersendiri, dan lebih memilih menggali tanah dan membangun parkiran di bawahnya, serta memperbanyak akses untuk pejalan kaki dan sepeda, setidaknya memuaskan nafsu birahi para Yasinista yang begitu agresif menentang segala pembangunan bernuansa kendaraan bermotor.


Iklan

Kenapa harus mengulas (review) gedung parkir?

Versi Wanda Life, mengambil lokasi di Lippo Plaza Bogor. Ada informasi mengenai desain dan suasana gedung parkir.

Soal mengulas sebuah bangunan; mal, balai sidang, apartemen dan hotel biasanya lebih sering diulas karena faktor kedekatan dengan masyarakat biasa yang akan menggunakan jasanya – apartemen untuk ditinggali, hotel dan mal untuk berlibur, serta balai sidang karena ini sering di-booking buat pernikahan, dan bagi para undangan, mengenai suasana dan lokasinya. Situs web sebagai wadah untuk menilai mal, hotel, apartemen dan balai sidang begitu banyak. Perkantoran jarang karena sasaran pasarnya adalah orang-orang berduit tebal yang mencari tempat mengadakan bisnisnya, dan itupun kalau dibahas, akan lebih banyak menjurus ke arsitekturnya.

Gedung parkir lain daripada yang lain, entah apa maksud, tujuan, dan manfaatnya? Jadi, untuk mendalaminya, SGPC mengunjungi tiga kanal YouTube yang meninjau dan menilai parkiran bertingkat ini, yaitu Carpark of Indonesia (CPoI), Indonesia Car Park Channel (ICPC) dan Wanda Life. Namun, berbeda dari pembahasan sebelumnya mengenai lift gedung, kami tidak mengadakan wawancara kepada siapapun yang terlibat langsung pada pembuatan video tersebut.

Versi ICPC, hanya putar-putar di dalam gedung parkir…….
……. begitupun CPoI. Lebih cocok bagi yang mendalami desain perancangan parkir

Ada beberapa aspek yang disorot dari ketiga kanal ini, yaitu “apa sih yang mereka perlihatkan dan bahas dari gedung ini?” yang menurut SGPC, hanya Wanda Life yang memenuhi unsur ini, karena bagi kami, akun ini menjabarkan suasana, fitur yang ada, tips dan trik melalui voiceover alias suara dari pemilik video. Bahkan Wanda Life menyebut videonya “bisa menjadi referensi” bagi yang ingin mengunjungi tempat tersebut, seperti mal, yang menurut kami, tergantung kebutuhan pemirsanya tidaklah masalah.

Dari video Wanda Life inilah kami tahu alasannya kenapa harus merekam video gedung parkir. Maksudnya adalah sebagai tinjauan kritis pada gedung-gedung parkir yang dibangun di Tanah Air. Namun, tidak seperti ICPC dan CPoI yang dedikasinya khusus, Wanda Life kontennya selang-seling.

Sementara di CPoI dan ICPC, anda hanya akan dibawa memutar-mutar keliling isi gedung, tanpa suara dari pemilik video dan informasi pentingnya. Kecuali bila anda ingin mencari pemanis layar televisi anda di toko atau untuk melepas jenuh. Cocok kalau anda melihat kondisi sebuah gedung, lebih spesifik bangunan parkiran, atau memahami alur ergonomi dari rancangan gedung parkir.

Kesimpulan SGPC?

Sulit kami simpulkan, mengingat betapa fungsionalnya gedung parkir dan irit kata ulasan yang disampaikan ketiga kanal YouTube tadi. Namun, video yang kami persembahkan menjadi referensi menarik, bagi arsitek, dalam merancang sirkulasi kendaraan, atau untuk pengguna, cara memanfaatkan situasi dan memecahkan masalah di gedung parkir dengan baik.

Referensi

  1. Kaley Overstreet (2022). “Exploring the History and Future of Parking Garage Design” (Mendalami sejarah dan masa depan gedung parkir). ArchDaily, 20 Desember 2022. Diakses 5 Maret 2023 (arsip)

Setiap Gedung Punya Cerita

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *