Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Setiap Gedung Punya Cerita kini menjamah kota Cilacap, kota seribu PLTU yang bercahaya, tempat si Hiu Pantai Selatan – PSCS – bermarkas. Ia juga dikenal berkat kilang minyak Pertamina unit pengolahan IV yang berdiri di sudut barat laut Cilacap. Tetapi blog ini tidak akan membahas PLTUnya, kilang minyaknya, atau PSCS. Dalam rangka memperkaya khazanah arsitektur nasional dan sejarah daerah pasca-pameran Dipl. Ing. Arsitek akhir tahun 2022 dan awal 2023, blog ini mempersembahkan Rumah Sakit Pertamina Cilacap, yang kebetulan satu rute ke kandang tim divisi Liga 2 itu.

Rumah Sakit Pertamina Cilacap
Cari fotonya agak sulit. Foto oleh Ranto Kinanta di Panoramio (RIP)

RS Pertamina Cilacap adalah rumah sakit swasta kelas madya yang dikelola oleh Pertamina Bina Medika (Pertamedika), anak usaha BUMN migas Pertamina. Ia berdiri di lahan seluas 11,04 hektar, yang terdiri dari gedung induk berlantai 5 (tertinggi) berikut podium, gedung generator listrik, 14 rumah bagi staf kedokteran dan 44 rumah non-staf. Semua adalah rancangan Suwondo B. Sutedjo, yang sayangnya kita tak tahu saat gedung ini dirancang ia kerja di firma mana.

Alasan dibangunnya RSPC adalah untuk menyediakan layanan kesehatan berkelas bagi pegawai unit pengolahan PT Pertamina dan status potensial Cilacap sebagai kota pelabuhan samudera di selatan serta memberi keleluasaan secara infrastruktur mengingat kotanya Hiu Pantai Selatan ini agak jauh dari kota lain dengan fasilitas kesehatan memadai.

Pembangunannya berlangsung mulai 8 Januari 1975 hingga rampung 7 Februari 1977, menghabiskan kurang lebih 2,49 milyar rupiah (1977) (Versi harian Sinar Harapan yang dikonversi dari nilai USD 6 juta nilai 1977. Biaya konstruksi menurut KOMPAS adalah Rp. 3,78 milyar, sementara menurut Suara Merdeka senilai l/k Rp. 2 milyar. Seluruhnya dalam nilai 1977). Rumah Sakit Pertamina Cilacap diresmikan penggunaannya oleh Direktur Utama PT Pertamina, Ir. Soedarno Martosewojo pada 16 Mei 1977, yang saat itu disebut sebagai rumah sakit yang termegah di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta dan disebut oleh harian KOMPAS “tampak seperti hotel bertaraf internasional”.

Gedung utama dengan luas lantai 12.026 m2 (Versi harian BERNAS tidak memasukkan luas lantai gedung generator. Baik Sinar Harapan dan Suara Merdeka melaporkan luas lantai RSPC 13.569 m2, tetapi Suara Merdeka menyebut luas lantai itu sudah termasuk generator yang diasumsikan mencapai 1.543 m2) ini awalnya menyediakan hanya 3 dokter spesialis (bedah, penyakit dalam dan gigi) dan 3 dokter umum.

Dengan perkembangan kesehatan dan pendidikan kesehatan Indonesia yang mulai maju, RS Pertamina Cilacap sekarang sudah memiliki 14 dokter spesialis (per website, termasuk 2 spesialis bedah dan 2 spesialis penyakit dalam). Tidak banyak yang berubah dari jumlah kamar yang tersedia, yaitu 75 buah per data Kemenkes bila dibanding pemberitaan Mei 1977.

45 tahun berselang, RS Pertamina Cilacap yang eksteriornya sudah berwarna hijau daun tersebut menerima pemasangan ratusan panel surya di halaman dan atap gedung rancangan Suwondo itu, dalam rangka pemangkasan penggunaan bahan bakar batubara pada instalasi Unit Pengolahan IV Cilacap. Bersama dengan fasilitas UP IV lainnya, panel tersebut diperkirakan menyediakan tenaga sebesar 1,3 MW.


Iklan

Data dan fakta

AlamatJalan Setiabudi No. 1 Ds. Tegalkemulyan, Cilacap Selatan, Kab. Cilacap, Jawa Tengah
ArsitekDipl. Ing. Suwondo B. Sutedjo
Lama pembangunanJanuari 1975 – Februari 1977
Jumlah lantai5 lantai
Biaya pembangunanRp. 2,49 milyar (1977)
Rp. 107 milyar (inflasi 2023)
SignifikasiArsitektur (Gedung rancangan Suwondo B. Sutedjo)

Referensi

  1. “RS Pertamina di Cilacap Berbiaya 6 Juta Dollar.” Sinar Harapan, 23 Mei 1977, hal. 6
  2. “Rumah Sakit Termegah di Jawa Tengah Dibuka di Cilacap.” Suara Merdeka, 21 Mei 1977 hal. 4
  3. “Diresmikan Senin: RS Pertamina Cilacap Miliki 100 Tempat Tidur.” Harian Berita Nasional (Bernas), 14 Mei 1977, hal. 1
  4. kus (1977). “Gedung Utama RS Pertamina di Cilacap.” KOMPAS, 2 September 1976 hal. 8
  5. Halaman resmi RS Pertamina Cilacap, diakses 14 Januari 2023 (arsip)
  6. Biodata RS Pertamina Cilacap di Kementerian Kesehatan, diakses 14 Januari 2023 (arsip)
  7. Maulandy Rizky Bayu Kencana (2021). “Proyek PLTS Pertamina di Kilang Cilacap Serap Tenaga Kerja Lokal 67 Persen.” Liputan 6 SCTV, 28 Juli 2021. Diakses 14 January 2023 (arsip)

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Atau, bila anda berminat dengan artikel majalah yang dikutip oleh blog ini, sekaligus butuh referensi, belilah di TORSIP SGPC!


Bagaimana pendapat anda......

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by MonsterInsights