Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Mimin harus mengakui nama Banceuy Permai sangat jarang digunakan dalam pemberitaan, literatur dan pembicaraan yang lebih terkini, bila dibanding nama-nama sekarang seperti “Banceuy Plaza” dan “Eks Matahari Banceuy” atau nama paling gress-nya, “Abdurrachman bin ‘Auf Trade Centre.” Sehingga sulit untuk mengukur nama yang tepat untuk artikel ini.

Rukan dan pertokoan Banceuy Permai
Difoto dari Hotel Gino Ferucci. Foto oleh mimin SGPC

Banceuy Permai adalah nama dari kompleks 59 unit rumah toko dan bekas pertokoan dan gedung parkir yang berdiri di lahan seluas 1,7 hektar (17 ribu m2) yang dahulu dimanfaatkan sebagai lembaga permasyarakatan Banceuy lama beserta dengan Pasar Cikapundung lama. Karena catatan sejarah bahwa Soekarno dibui Pemerintah Hindia Belanda disini, maka tak mengherankan pembahasan LP Banceuy lama dalam konteks sejarah kebangsaan akan sangat banyak di media utama maupun sosial.

Karena posisinya di pusat kota dan tidak sesuai dengan perkembangan di kota, Pemerintah memutuskan merelokasi LP Banceuy ke Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Bojongloa Kidul, Bandung bagian selatan. Sebagian besar LP era Belanda tersebut dibongkar selain sel nomor lima yang dipercaya menampung Soekarno, proklamator dan Presiden Republik Indonesia 1945-1966, yang ditawan Belanda karena dianggap melawan pemerintah kolonial, serta sebuah menara pengawas.


Iklan

Pemprov Jawa Barat selanjutnya memberi kontrak bangun-guna-serah kepada PT Interna Permai selama 30 tahun untuk mengelola pusat bisnis Banceuy. Proyek ini dibangun juga, menurut pengembang, sebagai jawaban atas kurangnya parkir dan pusat pameran di Bandung. Dalam kenyataannya, jadi pertokoan juga.

Konstruksi tahap pertama Banceuy Permai, yaitu 59 unit rumah toko bergaya arsitektur modern, dimulai dengan penanaman kepala kerbau oleh Walikota Bandung Ateng Wahyudi pada tanggal 21 Juli 1985. Pembangunannya berlangsung selama nyaris dua tahun, yang akhirnya diselesaikan dan diresmikan oleh Walikota Bandung yang sama pada 1 Juli 1987 bersamaan dengan konstruksi perdana tahap keduanya, yaitu pusat perbelanjaan Banceuy Permai; Pusat Tekstil & Parkir Bertingkat Jalan Cikapundung adalah nama resminya, menyasar pedagang Pasar Jopankar dan Kembang.

Pembangunan yang diperkirakan menghabiskan biaya 14 milyar rupiah berlangsung sampai akhir tahun 1989, dengan penghuni pertama menempati dua lantai terbawah mulai 1 November 1989. Sementara penataan kios berlangsung, pengelola mengadakan acara-acara hiburan di bulan November hingga Februari 1990 untuk menarik perhatian pengunjung. Pusat belanja tersebut memiliki lima lantai, lantai terbawahnya digunakan sebagai parkiran dan sisanya merupakan pusat belanja disamping juga difungsikan sebagai parkir untuk ratusan kendaraan bermotor. Awalnya akan dibangun dua tahap dengan total jumlah lantai 8 (1 basemen dan 7 lantai diatasnya), sayang cuma 4 lantai atas dan 1 basemen parkir yang jadi dibangun.

Bersama dengan pembukaan Matahari Department Store pada 22 Oktober 1993, nama pusat belanja di Jalan Cikapundung berganti nama menjadi Rumah Matahari. Sayangnya Rumah Matahari tutup sekitar 2000an, dan pada tahun 2008 menjadi Abdurrachman bin ‘Auf Trade Center atau disingkat ATeCe, yang diharapkan menjadi sentra pakaian Muslim di Bandung. Sayangnya, entah kapan trade centre itu juga tutup. Sejak September 2019, pusat belanja ex-ATeCe/Banceuy Permai kembali dimiliki oleh Pemerintah Kota Bandung dan berencana memanfaatkan kembali gedung itu menjadi pusat belanja sudah termasuk hotel.


Iklan

Data dan fakta

AlamatJalan Cikapundung Sumur Bandung, Bandung, Jawa Barat
Lama pembangunanJuli 1985 – Juli 1987 (rukan)
Juli 1987 – November 1989 (mall)
Jumlah lantai5 lantai
Biaya pembangunanRp. 14 milyar (1987)
Rp. 226 milyar (inflasi 2022)

Referensi

  1. “Walikota Letakkan Batu Pertama Pembangunan Banceuy Permai.” Pikiran Rakyat, 22 Juli 1985
  2. “Penataan Kota Bandung Hasilnya Mulai Tampak.” Pikiran Rakyat, 2 Juli 1987
  3. “Pusat Tekstil & Parkir Mulai Dibuka 1 November.” Pikiran Rakyat, 8 Oktober 1989
  4. “16 Hari Banceuy Permai Akan Penuh Hiburan.” Pikiran Rakyat, 5 November 1989
  5. “Banceuy Permai Fair Dimeriahkan Artis dan Pelawak Bandung.” Pikiran Rakyat, 23 November 1989
  6. “Ateng Wahyudi Resmikan Pameran Dagang & Industri.” Pikiran Rakyat, 5 Februari 1990
  7. Sejarah Kebangsaan dibalik LP Banceuy:
    1. Wisma Putra (2022). “Penjara Banceuy: Saksi Perjuangan Soekarno Menentang Penjajah.” Detikcom, 1 Juni 2022. Diakses 31 Agustus 2022 (arsip)
    2. Aris Abdulsalam (2021). “Mengintip Lagi Kelamnya Penjara Banceuy di Bandung Tahun 1930-an.” AyoBandung, 10 Mei 2021. Diakses 31 Agustus 2022 (arsip)
  8. Hadi Kuntoro (2008). “Haji Alay & Abdurrahman bin ‘Auf Trade Centre (ATC)-II.” Blog pribadi Hadi Kuntoro, Oktober 2008. Diakses 31 Agustus 2022 (arsip)
  9. Rifki Abdul Fahmi (2022). “Gedung Eks Matahari Banceuy Akan Dijadikan Mall dan Hotel Lagi Mulai 2023 Mendatang.” Pikiran Rakyat, 1 April 2022. Diakses 31 Agustus 2022 (arsip)
  10. “Bersaing dengan yang Modern, Mal Tua Tidak Laku.” KOMPAS Jawa Barat, 29 Juni 2006, hal. B
  11. Daftar gerai Matahari per 31 Desember 2001, diarsip 3 September 2004

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *