Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Inilah gedung yang pada umumnya menyita banyak perhatian masyarakat bukan karena faktor arsitektur maupun sejarah, melainkan faktor politik berkat banyaknya netizen Indonesia yang merupakan news junkie (penggila berita). Gedung itu berdiri di kawasan Kuningan Persada dan merupakan kantor pusat dari lembaga penegakan hukum paling disegani di Zamrud Khatulistiwa iaitu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Royal Kuningan
Bila disandingkan dengan Royal Kuningan. Foto oleh mimin SGPC

Gedung berlantai 16 dengan 3 basement ini bukan hasil dari siapa-siapa tetapi dari tekanan masyarakat yang sangat besar terkait polemik yang kerap menghantui pemangku kebijakan terkait KPK. Seperti yang SGPC bahas sebelumnya, KPK berkantor di bekas Gedung Papan Sejahtera rancangan Gubah Laras dari tahun 1983. Karena kantor pusatnya dianggap sempit, lembaga tersebut menumpang di beberapa kantor pemerintahan lain seperti Gedung Kementerian BUMN dan Gedung Ombudsman, sehingga KPK mengajukan usulan anggaran gedung baru kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan nilai 188 milyar rupiah (2009).


Iklan

Kantor Pusat KPK (eks Bank Papan Sejahtera)
Ex-Papan Sejahtera, dianggap sempit. Foto oleh mimin SGPC

Keadaan menjadi menarik bagi news junkie setelah DPR menolak usulan tersebut di tahun 2008, dan setelah direvisi menjadi 278 milyar rupiah (2009) di tahun 2009 setelah menerima masukkan dari Kementerian Keuangan, mendapat status disclaimer alias diberi tanda bintang sehingga pencairan anggaran belum bisa dilaksanakan.

Dalam konteks buruknya popularitas masyarakat pada pemerintah dan badan legislatif negara di era Susilo Bambang Yudhoyono, kebijakan tersebut dibaca oleh masyarakat sebagai tindakan melawan lembaga negara terpopuler tersebut, sehingga memunculkan inisiatif-inisiatif seperti saweran dalam bentuk uang receh hingga bahan bangunan untuk lembaga negara itu. Sekitar 400 juta rupiah uang receh yang telah terkumpul, yang dikonversi menjadi pendapatan negara non-pajak oleh KPK dan Kemenkeu. Inisiatif tersebut muncul di pertengahan tahun 2012, setelah DPR mempertahankan disclaimernya untuk gedung baru KPK.

Setelah Pemerintah tidak berhasil menemukan gedung kosong yang representatif sehingga KPK melayangkan permintaan ketiga pada bulan September, DPR pada Oktober 2012 menghapus tanda bintang anggaran sehingga memuluskan perencanaan dan perancangan. Gedung tersebut mulai dibangun pada tanggal 9 September 2013, dalam sebuah acara pemancangan pondasi pertama dalam rangka perayaan Hari Anti Korupsi Sedunia.

Pembangunan berjalan lancar dari September 2013 hingga lengkap pembangunannya pada tahun 2015. Walau belum selesai dibangun sepenuhnya karena rumah tahanannya harus menyusul lain hari, Gedung KPK di Kuningan Persada akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan Ketua KPK Agus Raharjo pada tanggal 29 Desember 2015. Rutannya sendiri baru diresmikan pada 6 Oktober 2017. Keseluruhan konstruksi gedung menghabiskan biaya Rp. 315 milyar nilai 2015, seluruhnya dalam bentuk anggaran negara.


Iklan

Deklarasi nasionalisme dan stereotipe abad 21

Kantor Pusat KPK - 2015
Tampilan keseluruhan Gedung KPK dari Kuningan Persada. Foto oleh mimin SGPC

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi berdiri di atas lahan seluas 8.294 m2 milik Pemerintah Republik Indonesia c.q. Komisi Pemberantasan Korupsi yang dibaliknamakan oleh tuan tanah lamanya, Kementerian Keuangan. Di lahan ini berdiri dua bangunan yaitu gedung utamanya yang berlantai 16 dan rumah tahanan. Perancangnya adalah PT Pandu Persada dari Bandung yang diisi oleh Ir. Permadi Herry Putranto sebagai arsitek desain dan ketua serta Ir. Arie Adrian sebagai insinyur struktur dan kelistrikan.

Eksterior sarat alucobond berwarna merah putih ini merupakan statemen nasionalis karena bersumber dari warna bendera nasional Republik Indonesia yang juga merupakan warna dasar dari logo KPK selain warna hitam yang diterapkan di podium bangunan dan jendelanya, sehingga terlihat sangat 1980an. Dalam wawancaranya dengan beberapa media massa nasional, Permadi mengatakan bahwa ide eksterior merah putih muncul setelah melihat buku dan lencana KPK di meja kerjanya. Sebelumnya, perancang asal Kota Kembang itu memang kesulitan menentukan bangun rancang yang cocok, setelah petinggi antirasuah superpower sendiri terbelah soal desain yang pas buat gedung baru mereka.

Eksterior tersebut tak hanya bernuansa nasionalis tetapi juga menyimbolkan dukungan masyarakat yang sangat kuat kepada KPK seperti yang kita saksikan pada pertengahan 2012. Atau dibacanya “kalau anda cinta Indonesia, wajib dukung KPK.” Kepada Seputar Indonesia, Permadi mengatakan

Selain itu hati saya mengatakan kapan lagi kita bangga dengan merah putih kalau tidak sekarang? Saya berharap gedung merah-putih akan menyatukan bangsa indonesia untuk mendukung KPK.

Ir. Permadi Herry Putranto kepada Seputar Indonesia

Gedung KPK menyediakan ruang kantor seluas 39.629 m2, dengan jumlah lantai 16 sepenuhnya untuk menampung operasional 1.400 ASN Komisi Pemberantasan Korupsi dan 2 basement untuk parkir kendaraan bermotor dan gedung anneks berlantai 3 untuk menampung 70. Beberapa fasilitas seperti ruang pimpinan menghadap ke timur (arah Menteng Atas yang didominasi rumah tapak) dengan perabotan yang “sederhana sekali” untuk mengintimidasi pejabat KPK agar ingat amanahnya sebagai pejabat lembaga antirasuah. Sementara itu disediakan ruang pemeriksaan di lantai dua, dimana tersangka kasus korupsi dan penyidik diberi ruangan yang berbeda, dan dilengkapi dengan alat penyadap berikut penerjemah voice recognition.

Secara teknikal, Gedung KPK merupakan bangunan ramah lingkungan, seperti halnya gedung-gedung abad 21 lainnya. Air hujan dimanfaatkan kembali sebagai air ledeng untuk menyiram comberan dan tanaman kebun, sementara sistem otomasi bangunan (building automation) dimanfaatkan untuk mengendalikan pemakaian lampu dan AC.

Arsitektur masih jadi nomor dua buat news junkie, yang penting KPK punya gedung yang lebih megah dari gedung tua rancangan Gubah Laras.


Iklan

Data dan fakta

AlamatJalan Kuningan Persada Kav. 4 Setiabudi, Jakarta Selatan, Jakarta
ArsitekPermadi Herry Putranto (arsitektur, PT Pandu Persada Bandung)
Arie Adrian (struktur dan kelistrikan, PT Pandu Persada Bandung)
PemborongHutama Karya
Lama pembangunanSeptember 2013 – Desember 2015
Diresmikan29 Desember 2015
Jumlah lantai16 lantai
2 basement
Jumlah sel tahanan50
Biaya pembangunanRp. 315 milyar (2015)
Rp. 392 milyar (inflasi 2022)
SignifikasiSospol (Komisi Pemberantasan Korupsi)

Referensi

  1. Sandro Gatra (2012). “Rp 225 milyar untuk Gedung Baru KPK.” KOMPAScom, 12 Maret 2012. Diakses 18 Agustus 2022 (arsip)
  2. Opini:
    1. Donal Fariz (2012). “Saweran Gedung KPK.” KOMPAScom, 28 Juni 2012. Diakses 18 Agustus 2022 (arsip)
    2. Hemat Dwi Nuryanto (2012). “Inisiatif Saweran Untuk Pembangunan Gedung KPK.” Investor Daily, 28 Juni 2012. Diakses 18 Agustus 2022 (arsip)
  3. Berita terkait saweran koin Gedung KPK:
    1. Olga dan Anya Sumbang Gedung KPK.” Liputan 6 SCTV, 4 Juli 2012. Diakses 18 Agustus 2022 (arsip)
    2. Fanny Octavianus (2012). “Sumbangan Semen” (keterangan foto). ANTARA, 4 Juli 2012. Diakses 18 Agustus 2022 (arsip)
  4. fdn/ndr (2012). “Akhirnya Komisi III DPR Setujui Gedung Baru KPK.” Detikcom, 11 Oktober 2012. Diakses 18 Agustus 2022 (arsip)
  5. Dyah Megasari (2012). “Alasan di balik keputusan mendadak soal Gedung KPK.” KONTAN, 12 Oktober 2012. Diakses 18 Agustus 2022 (arsip)
  6. Icha Rastika (2012). “Seperti Apa Gedung KPK Yang Baru?” KOMPAScom, 15 Oktober 2012. Diakses 18 Agustus 2022 (arsip)
  7. Bilal Ramadhan (2013). “KPK Bangun Rutan Berkapasitas 50 Tahanan di Gedung Baru.” Republika, 9 Desember 2013. Diakses 18 Agustus 2022 (arsip)
  8. Rakhmatulloh (2015). “Telan Biaya Rp. 315 Milyar, Begini Konsep Baru KPK.” Seputar Indonesia, 29 Desember 2015. Diakses 18 Agustus 2022 (arsip)
  9. Ikhwanul Khabibi (2015). “Konsep Green, Smart & Secure di Gedung ‘Merah Putih’ KPK.” Detikcom, 29 Desember 2015. Diakses 18 Agustus 2022 (arsip + gambar)
  10. Sugeng Triono (2015). “Lika-liku Gedung Baru KPK“. Liputan 6 SCTV, 29 Desember 2015. Diakses 31 Agustus 2020 (arsip)
  11. Desca Lidya Natalia (2015). “Gedung baru KPK diklaim berteknologi tinggi.” ANTARA, 29 Desember 2015. Diakses 18 Agustus 2022 (arsip)
  12. Abdul Qodir (2015). “Ide Gedung Merah Putih KPK Muncul Setelah Sang Arsitek Salat Malam.” Tribunnews, 30 Desember 2015. Diakses 18 Agustus 2022 (arsip)
  13. Sabir Laluhu (2017). “Desain Gedung Baru KPK Hasil Tahajud sang Arsitek.” Seputar Indonesia, 22 Februari 2017. Diakses 18 Agustus 2022 (arsip)
  14. Daniel Putra (Press release, 2017). “Peresmian Operasional Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang Rutan KPK.” Kementerian Hukum & HAM DKI Jakarta, 6 Oktober 2017. Diakses 18 Agustus 2022 (arsip)

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *