Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Salah satu gedung tertinggi di Jakarta dasawarsa 1990an kini sudah bisa dibaca di Setiap Gedung Punya Cerita. Merekalah gedung Sinarmas Land Plaza di Jalan M.H. Thamrin, terdiri dari tiga bangunan yang masing-masing berlantai 12 (menara 1), 39 (menara 2) dan 13 (menara 3), yang membayangi Wisma Kosgoro – bangunan kaca pertama di Indonesia – dan kedutaan besar Perancis. Gedung berkelir kaca warna cokelat tersebut dimiliki oleh Sinarmas Land sejak digunakan mulai tahun 1997, dan merupakan satu dari beberapa gedung tinggi yang dibangun di Thamrin pada kurun 1990an.

Sinarmas Land Plaza 2 & Kosgoro
Menara 2. Foto oleh mimin SGPC

Iklan

Bioskop 21 Thamrin
Bekas Bioskop 21 di Jalan M.H. Thamrin. Foto oleh Kushindarto dari Warta Ekonomi

Sejarah Sinarmas Land Plaza bisa dirunut sejak awal 1970an, saat perusahaan bernama PT Royal Oriental membangun gedung berlantai 8 bernama Wisma Oriental, yang disusul dengan dibangunnya bioskop 21 kedua (Handrini Ardiyanti (2017) menyebutnya sebagai bioskop 21 pertama yang dibangun di tahun 1987) tepat di samping Wisma Oriental di tanah milik Sudwikatmono, pengusaha nasional yang terkenal lewat nama Grup Subentra pada pertengahan 1980an. Bank Subentra juga memulai operasionalnya dari bioskop 21.

Sinarmas Land Plaza 1
Wisma BII, sekarang Sinarmas Land Plaza menara 1. Foto oleh mimin SGPC

Tidak jelas kapan Grup Sinar Mas membangun gedung Wisma BII di sebelah Wisma Oriental – kemungkinan paling awal akhir dasawarsa 1980an, gedung berlapis perak dan kaca biru rancangan Dacrea ini merupakan kantor pusat dari Bank Internasional Indonesia, yang kelak menjadi satu dari tiga gedung penting dari kompleks ini.

Pada awal Agustus 1991, saat BII mengadakan undian pemenang promo Super Deposit, pihak Sinar Mas membeberkan rencana membangun sebuah gedung baru berlantai 32 di sebelah gedung Wisma BII saat itu – yang diyakini merupakan Wisma Oriental dan bioskop 21. Selanjutnya Sinar Mas mengakuisisi PT Royal Oriental berikut aset-asetnya.

Pada tahun 1992, giliran bioskop 21 yang tanahnya dibeli oleh Sinar Mas. Pembelian lahan tersebut membuat lahan bioskop 21 kini bersatu dengan lahan Wisma BII dan Wisma Oriental di sebelahnya. Usai dibongkarnya bekas bioskop 21 dan Wisma Oriental, konstruksi menara 2 dan 3 Plaza BII dengan PP Taisei sebagai kontraktor, dimulai pada bulan Januari 1994, menara 2 tutup atap pada bulan Mei 1996, hingga selesai keseluruhan sekitar Januari 1997, dengan menara 3 mulai ditempati perusahaan sejak Oktober 1996. Grup Sinar Mas, termasuk Bank Internasional Indonesia, mulai menempati gedung setinggi 160 meter tersebut mulai pertengahan 1997.

Pasca dilepasnya BII dari Grup Sinar Mas dan perubahan nama menjadi Maybank, keseluruhan kawasan berganti nama menjadi Sinarmas Land Plaza.


Iklan

Arsitektur Sinarmas Land Plaza Jakarta

Sinarmas Land Plaza 3
Menara 3. Foto oleh mimin SGPC

Tidak ada catatan mengenai rancang bangun menara 1 Sinarmas Land Plaza, dengan luas lantai (total) 20 ribu meter persegi, kecuali berlantai 13, dilapisi panel berwarna perak dan jendela kaca.

Sementara menara 2 dan 3 rancangan CallisonRTKL bersama dengan Airmas Asri lebih bertujuan fungsional, dengan lekukan membundar di puncak sebagai variasi, yang juga dimanfaatkan sebagai helipad. Puncak menara keduanya dipercantik dengan pencahayaan. Tampilan gedung yang megah dan tinggi ini semakin mewah dengan polesan aluminium komposit berwarna cokelat dan kaca semi reflektif dan dasar podium berupa lapis granit. Di dalam menara 2 terdapat lobi berlantai 8 dengan air mancur.

Baik menara kedua dan ketiga memiliki luas lantai masing-masing 59.900 m2 dan 11.800 m2, dan menyediakan gedung parkir terpisah dan 3 rubanah untuk menampung 1.400 kendaraan roda empat.

Data dan fakta

Nama lamaBII Plaza
Wisma BII
AlamatJalan M.H. Thamrin No. 51 Menteng, Jakarta Pusat, Jakarta
ArsitekCallisonRTKL (arsitektur)
Airmas Asri (architect of record)
Haerte Consulting Engineers (struktur)
PemborongPP Taisei
Lama pembangunan (menara 2)Januari 1994 – Januari 1997
Lama pembangunan (menara 3)Januari 1994 – Oktober 1996
Tinggi gedung (menara 2, CTBUH)160,3 meter
Jumlah lantai (menara 1 dan 3)13 lantai
Jumlah lantai (menara 2)39 lantai
3 basement

Referensi

  1. Puji Irwanto (1992). “Jangan Dibaca Dwi Mono.” Warta Ekonomi, 18 Mei 1992, hal. 27-28
  2. Agung Firmansyah; Robinson Pangaribuan (1992). “Thamrin Diserbu Lagi.” Majalah Prospek, 3 Oktober 1992, hal. 59-60
  3. Advertorial (1997). “Karya-Karya Prestisius Pengembang Berpengalaman (Duta Pertiwi)”. Majalah Properti Indonesia Edisi Top Tokoh Properti, hal 198B
  4. Saptiwi Djati Retnowati (1997). “Plaza BII, Mengutamakan efisiensi ruang.” Majalah Konstruksi No. 255, Juli 1997, hal. 51-54
  5. Handrini Ardiyanti (2017). “Perfilman di Indonesia: Perkembangan dan Kebijakan, Sebuah Telaah Dari Perspektif Industri Budaya.” KAJIAN DPR-RI Vol. 22 No. 2, Juni 2017, hal. 163-179. Kutipan spesifik di halaman 166 (arsip)
  6. Arsip halaman resmi BII, diarsip Juli 1997 – Oktober 1997
    1. Topping off Plaza BII, Mei 1996
    2. Pengumuman pindah kantor pusat BII, Agustus 1997
  7. MON/WW (1992). “Gelombang Akuisisi Juga Terjadi di Luar BEJ”. KOMPAS, 20 Agustus 1992, hal. 3
  8. Arsip halaman resmi Dacrea, diarsip 13 Juli 2002
  9. Wat (1991). “Sinar Mas Group akan dirikan modal ventura, bangun gedung.” Media Indonesia, 2 Agustus 1991, hal. 3

Lokasi

Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini dan eksklusif, dan bila anda perlu bahan dari koleksi pribadi SGPC, anda bisa mengunjungi TORSIP SGPC. Belum bisa bikin e-commerce sendiri sayangnya....


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *