Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Gedung Kementerian Agama (Thamrin, 2009)

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) adalah lembaga negara tingkat kementerian yang mengurus hubungan dan kegiatan keagamaan di Indonesia. Kementerian Agama menempati dua bangunan terpisah di pusat kota Jakarta, yaitu Gedung Kementerian Agama di barat Lapangan Banteng (yang SGPC bahas Agustus 2019 lalu) dan Gedung Kementerian Agama di jalan M.H. Thamrin.

Berbeda dengan kantor Kemenag di Lapangan Banteng yang hanya berlantai 8 dan dibangun di saat bangunan pemerintahan era Orde Baru sangat dibatasi tingginya, kantor Kemenag di Thamrin dibangun menjulang dengan 20 lantai dan 4 basement serta lebih banyak menampung karyawan dibanding gedung lamanya di lahan yang sama di Thamrin dengan luas lantai nyaris 36 ribu meter persegi. Hal diatas berkaitan dengan kebutuhan ruang kantor yang lebih lapang dengan meningkatnya jumlah ASN di Kemenag saat itu.

Gedung Kementerian Agama Jalan M.H. Thamrin Jakarta
Foto oleh mimin SGPC

Iklan

Sejarah: Pengganti gedung Kemenag lama

Gedung Kementerian Agama saat ini berdiri di gedung lama yang dibangun di masa Orde Lama, mulai dibangun 13 Desember 1958, memakan waktu lebih dari 4 tahun. Gedung berlantai empat itu diresmikan Menteri Agama K.H. Saifuddin Zuhri pada tanggal 1 Mei 1963. Ia berlokasi di Jalan M.H. Thamrin No. 6, yang bersebelahan dengan Gedung BPPT/Patra Tower dan Bank Indonesia, serta berseberangan dengan Gedung Bank Dagang Negara/Wisma Mandiri.

Gedung Kemenag lama, saat di akhir penggunaannya sebagai kantor Itjen (Inspektorat Jenderal), dibongkar pada tahun 2007 dan material sisanya diloak lewat lelang. Alasan pembongkaran, menurut Kemenag, karena kondisi bangunannya yang mulai menunjukkan tanda-tanda tidak layak huni. Pembangunan gedung baru berlantai 20 dimulai pada 12 September 2007 dalam sebuah pemancangan pondasi pertama yang dihadiri oleh Menag Maftuh Basyuni.

Pembangunannya direncanakan bertahap; tahap pertama terdiri dari podium berlantai 3 dan 4 basement yang merupakan pusat pameran dan ruang serbaguna dan tahap kedua yang berlantai 20, yang merupakan kantor Kemenag itu sendiri. Detil selengkapnya ada di bagian “detail arsitektur”. Pembangunan Gedung Kemenag yang dilaksanakan oleh PT Pembangunan Perumahan, selesai tepat waktu dan tanpa drama pada tahun 2009, menghabiskan anggaran Kementerian Agama sebanyak Rp. 250 milyar (2009).

Arsitektur Gedung Kementerian Agama Thamrin: Ciri khas arsitektur Islam dengan penerapan tropis

Gedung Kementerian Agama di Thamrin dirancang oleh tim arsitek dari Pandega Desain Weharima, perancang gedung-gedung pencakar langit zaman modern. Gedung Kemenag terbagi ke dalam dua bangunan yaitu podium berlantai 3 dan bangunan perkantoran berlantai 20. Keduanya berbagi besmen yang berlapis empat yang difungsikan untuk parkir, dengan total luas lantai 35.636 meter persegi.

Podiumnya digunakan sebagai ruang pameran dan lobi utama gedung di lantai pertama, sementara auditorium di lantai dua. Masjid menempati bangunan di sebelah menara sebanyak 2 lantai. Sementara menaranya sendiri digunakan sebagai kantor Kementerian Agama dari lantai 5-18, dan lantai 19-20 memiliki ruang rapat.

Konsep desain Gedung Kementerian Agama di Thamrin masih mengikuti pendahulunya di Lapangan Banteng, yaitu memanfaatkan ciri khas arsitektur Islam dengan penerapan tropikal. Hal ini bisa dilihat dari pemakaian elemen belah ketupat yang menjadi bagian integral dari seni Islam, yang juga berfungsi mengurangi paparan cahaya matahari. Bentuk belah ketupat tersebut, diharapkan, bisa menjadi tetenger kawasan Thamrin, yang menjadi semakin penting dengan lokasinya yang bersebelahan dengan kantor Bank Indonesia.

Hal yang bernada sama dijabarkan oleh eks Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat, dimana ia mengatakan bahwa bentuk gedung yang dibingkai bentuk belah ketupat tersebut melambangkan kerukunan dan kesatuan dan persatuan umat beragama Indonesia. Selain itu, dalam kesempatan yang sama, lantai 17-20 yang lebih sempit dan lebih tinggi jarak lantai-ke-plafonnya memiliki penerangan yang jauh lebih terang dari gedung di sebelahnya, menyimbolkan cahaya religiusitas.


Iklan

Data dan fakta

AlamatJalan M.H. Thamrin No. 6 Menteng, Jakarta Pusat, Jakarta
ArsitekPDW Architects
PemborongPembangunan Perumahan
Lama pembangunanSeptember 2007 – 2009
Jumlah lantai20 lantai
4 basement
Biaya pembangunanRp. 250 milyar (2009)
Rp. 413 milyar (inflasi 2021)
Referensi: Indonesia Design Vol. 5 #26; ANTARA 12/1/2009

Referensi

  1. don (2008). “Ekspresi Arsitektur Keagamaan Yang Kontemporer”. Majalah Indonesia Design Vol. 5, No. 26, 2008. Halaman 42-46
  2. Mimbar Agama No. 1, 1965, keterangan halaman kulit belakang. (Google Books)
  3. gah/nrl (2007). “Besi Tua Depag Laku Rp. 855 Juta.” Detikcom, 22 Juni 2007. Diakses 21 Juni 2021 (arsip)
  4. ndr/nrl (2007). “Depag Mulai Bangun Gedung Senilai Rp 49 M di Thamrin.” Detikcom, 12 September 2007. Diakses 21 Juni 2021 (arsip)
  5. Kunto Wibisono/ANTARA (2009). “Gedung Depag Jl Thamrin Akan Ditempati Juli.” ANTARA, 12 Januari 2009. Diakses 21 Juni 2021 (arsip)
  6. dm/Humas Kementerian Agama (2014). “Misteri Makna Arsitektur Gedung Kemenag Thamrin.” Kementerian Agama RI, 17 April 2014. Diakses 21 Juni 2021 (arsip)

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *