Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Apartemen Semanggi adalah sebuah apartemen yang berlokasi di posisi terutara Jalan Jenderal Gatot Subroto, di Slipi, Jakarta, bersebelahan dengan Jakarta Design Centre. Hunian kelas menengah rancangan tim arsitek Parama Loka Consultants pimpinan Suwarno Soepeno IAI ini dibangun oleh pemborong negara Wijaya Karya mulai bulan April 1994, bertepatan dengan dimulainya pemasaran resmi apartemen berlantai 24 dan 2 basement tersebut, dan selesai dibangun pada bulan Juli 1996.

Apartemen Semanggi
Proyek yang membawa kesan tersendiri. Foto oleh mimin SGPC

Apartemen Semanggi dikembangkan dan dikelola oleh kelompok Bangun Tjipta, yang pernah menggebrak pasar hunian Indonesia dengan membangun apartemen berbentuk gedung tinggi pertama, juga di kawasan Slipi, dekat dengan Apartemen Semanggi sekarang, pada sekitar Februari 1976. Apartemen tersebut, Arjuna Plaza, kini sudah menjadi BNI Corporate University. Lokasinya diklaim sangat ideal karena bisa berlokasi di jalan protokol di Jakarta (Gatot Subroto/Letjen. S. Parman dengan K.S. Tubun/Palmerah Utara).

Nama apartemen ini diambil karena bentuk menyilang apartemen berkapasitas 356 unit hunian ini mirip dengan daun semanggi, dengan harapan setiap penghuni memiliki pemandangan yang berbeda per unitnya. Harga per unit saat pertama diperkenalkan sekitar Rp. 150 juta sampai Rp. 1,6 milyar, nilai 1996, terbagi ke 19 jenis unit. Ketika Majalah Konstruksi mewartakan pembangunan apartemen ini pada tahun 1996, sudah 72 persen unit apartemen yang terjual. Di luar itu, desain arsitektural Apartemen Semanggi lebih kepada fungsional dan estetis, seperti adanya elemen lingkaran dan variasi di atap bangunan dan permainan balkon.

Secara struktur, apartemen ini dibangun di atas pondasi pracetak pratekan berongga alias spun pile berkedalaman 14 meter. Untuk stabilisasi struktur gedungnya yang langsing, dengan bentuk menyilang, para insinyur Davy Sukamta & Partners menggunakan tembok geser berpasangan di bagian luarnya. Eksteriornya dicat berwarna abu kehijauan dengan sedikit variasi. Setidaknya tidak semasif dan senorak blok apartemen lainnya di kota-kota metropolitan Indonesia.

Bangun Tjipta awalnya berencana membangun Apartemen Semanggi hanya 12 lantai; karena kebutuhan pasar yang tinggi, akhirnya tingginya berlipat ganda menjadi 24 lantai seperti yang kita lihat hari ini. Rencana lainnya adalah merencanakan pembangunan hotel di depan apartemen tersebut; hal ini tidak terealisasi, dan dengan waktu yang berjalan, telah dibangun Dipo Business Centre rancangan distro pakaian Blue Antz.


Iklan

Data dan fakta

Nama lamaSemanggi Towerhouse (1994-1995)
AlamatJalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 53 Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jakarta
ArsitekSuwarno Soepeno IAI (Parama Loka Consultants, arsitektur)
Davy Sukamta & Partners (struktur)
PemborongWijaya Karya
Lama pembangunanApril 1994 – Juli 1996
Jumlah lantai24 lantai
2 basement
Jumlah unit356
Biaya pembangunanRp. 50 milyar (1996)
Rp. 391 milyar (inflasi 2020)

Referensi

  1. Saptiwi Djati Retnowati (1996). “Apartemen Semanggi, Fasadnya mencerminkan bentuk ruang dalam”. Majalah Konstruksi, Agustus 1996, hal. 49-52.
  2. mh (1994). “Kelompok Bangun Cipta Bikin Apartemen Menengah Semanggi”. KOMPAS, 9 Maret 1994, hal. 3
  3. Advertorial (1994). “Semanggi Towerhouse, Citra Hunian Eksklusif di Lokasi Ideal”. KOMPAS, 12 Agustus 1994, hal. 11

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *