Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Gedung Bank Mandiri di Jalan Teuku Moh. Daud Beureueh, Banda Aceh, Aceh adalah sebuah bangunan berlantai empat dengan luas lantai 2000 meter persegi. Sebelumnya, gedung ini adalah kantor cabang Bank Ekspor Impor Indonesia, salah satu BUMN perbankan. Gedung tersebut dirancang oleh tim arsitek dari PRW Architects yang dikepalai Rusjdi Hatamarrasjid (sebelumnya juga merancang Hotel Inna Grand Bali Beach di Sanur, Bali dan Gedung Kementerian Sosial di Jakarta) dan Warman Anwar (Gedung Nindya Karya, Gedung PELNI dan Gedung Kementerian Dalam Negeri di Jakarta).

Gedung Bank Mandiri di Jalan Teuku Moh. Daud Beureueh, Banda Aceh, 1988. Sumber Majalah Konstruksi Oktober 1988
Gedung Bank Ekspor Impor Indonesia kala jadi
Majalah Konstruksi, Oktober 1988 (foto utama)

Gedung ini didesain dengan gaya arsitektur khas Aceh yang dipelajari oleh tim arsitek dari anjungan Aceh di Taman Mini Indonesia Indah plus sumber literatur, dan diterapkan dalam luar. Penerapannya terdiri dari penggunaan tangga pada pintu masuk yang diselipkan di antara tiang kayu, atap limasan sebagai simbol strata sosial dan tritisan atap. Ornamen yang diterapkan adalah Aceh Islam, yang dibentuk menggunakan lapis beton GRC. Material interior dan eksterior adalah produk lokal.

Struktur gedung ini tidak terlalu banyak dijelaskan, hanya menggunakan pondasi tiang pancang beton dan rangka biasa dengan beton bertulang. Walaupun strukturnya sederhana, gedung ini terbukti tahan dari gempa 9,2 skala Richter yang menghancurkan Banda Aceh pada 26 Desember 2004, 16 tahun setelah gedung Bank Mandiri Banda Aceh jadi, dan mujurnya lolos dari sapuan tsunami. Gedung ini dibangun oleh Nindya Karya mulai Juni 1986 dan selesai pada Mei 1988.

Seperti gedung-gedung pendahulu Bank Mandiri lainnya, pasca krismon dan tumbangnya Orde Baru, gedung ini beralih fungsi menjadi kantor Bank Mandiri sejak Juli 1999 hingga Juli 2021 (22 tahun). Tuntutan penerapan sistem perbankan Islam oleh Pemprov Aceh melalui Qanun No. 11/2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah menyebabkan bank konvensional menghentikan operasionalnya di provinsi paling barat di Indonesia. Sebagai BUMN, Bank Mandiri tidaklah kesulitan melepas asetnya karena sudah ada BUMN yang lebih paham dengan sistem perbankan Syariah yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI). BSI menggunakan gedung ini sebagai kantor wilayahnya selama beberapa bulan saja.


Iklan

Gedung BSI Aceh adalah penerusnya yang lebih tinggi….. dan dicintai fanatik glesi se-Indonesia

Sayangnya, kepemilikan BSI malah menjadi maut buat kantor eks Bank Mandiri di Jalan Daud Beureueh Banda Aceh. Pada 6 September 2022, Bank Syariah Indonesia meletakkan batu pertama pembangunan kantor wilayah berlantai 10, dihadiri Direktur Utama BSI Hery Gunadi, Wali Nanggroe Aceh P.Y.M. Tengku Malik Mahmud al-Haytar, Asisten Deputi bid. Jasa Keuangan Kementerian BUMN Muh. Khoerur Roziqin dan Asisten Administrasi dan Umum Gubernur Aceh Iskandar A.P. dan Direktur Utama PT PP Novel Arsyad.

Sayangnya, tidak ada catatan arsitek gedung ini, yang direncanakan akan mengadopsi desain arsitektur ramah lingkungan yang sayangnya sarat dengan lapisan kaca, dan diharapkan tidak akan meninggalkan unsur-unsur tradisional Aceh yang berdasar pada Islam.

Namun, pembangunannya tidak diawali langsung dengan tiang pancang. Selama beberapa minggu di bulan September 2022, kantor wilayah lama BSI rancangan PRW Architects dilucuti dan digempur hingga tanpa sisa, mengawali pembangunan gedung yang direncanakan memiliki tinggi 46,6 meter.

Selengkapnya mengenai garis besar gedung era 1980an dapat anda baca di artikel ini

Data dan fakta

Nama lamaBank Ekspor Impor Indonesia Cab. Banda Aceh
AlamatJalan Teuku Moh. Daud Beureueh No. 15H, Kuta Alam, Banda Aceh, Aceh
ArsitekIr. Rusdi Hatamarrasjid
Ir. Warman Anwar
(PRW Architects)
PemborongNindya Karya (struktur dan finishing)
Star Delta Utama Sakti (listrik)
Lama pembangunanJuni 1986 – Mei 1988
DibongkarSeptember 2022
Jumlah lantai4 lantai
Referensi: Majalah Konstruksi Oktober 1988

Referensi

  1. Muhammad Zaki (1988). “Gedung BEII Cabang Banda Aceh: Dibangun dengan sentuhan gaya tradisional”. Majalah Konstruksi No. 126, Oktober 1988, hal. 36-40.
  2. Website Bank Ekspor Impor Indonesia, 9 Juli 1998
  3. Rully R. Ramli (2021). “Bank Mandiri resmi undur diri dari Aceh pada 30 Juli 2021.” KOMPAScom via KONTAN, 29 Juli 2021, diakses 15 Februari 2023 (arsip)
  4. Aqila (2022). “Tertinggi di Kota Serambi Mekkah, Gedung BSI Aceh Mulai Dibangun.” Indonesia Housing, 11 September 2022, diakses 15 Februari 2023 (arsip)

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *