Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Setelah di Surabaya, SGPC kembali membahas kantor Bank Indonesia, instrumen vital sistem keuangan, ekonomi dan moneter Republik Indonesia. Kali ini di Kota Medan, ibukota Sumatera Utara. Gedung tersebut berlokasi di Jalan Balai Kota, berhimpit dengan hotel Grand City Hall dan Grand Inna Medan, yang terdiri dari dua bangunan yaitu gedung yang dibangun dari era kolonial Belanda serta gedung baru berlantai 11. Kami hanya bahas yang tinggi saja.

Gedung Bank Indonesia di Medan, Sumut, 2008
Gedung Bank Indonesia Medan (belakang) bersama gedung dari era de Javasche Bank, 2008. Foto oleh Fachrul Rizal di Panoramio

Iklan

Pembangunan perluasan kantor Bank Indonesia Medan dimulai pada 15 November 1985 dalam sebuah peresmian yang dihadiri oleh Gubernur BI Arifin M. Siregar. Awalnya akan dibangun 12 lantai dengan ketinggian 57 meter, pembangunan tersebut ternyata sempat terhambat oleh protes dari Kantor Wilayah Perhubungan Udara I Medan karena dianggap membahayakan lalu lintas Bandara Polonia kala itu, sehingga memaksa pihak Pemkot Medan dan Bank Indonesia membentuk satgas per September 1986.

Pembangunan tersebut seharusnya bisa berlanjut karena pada akhirnya hanya 10 lantai terbangun dengan prakiraan ketinggian 45 meter, sesuai dengan kawasan keselamatan operasional penerbangan (KKOP) Medan. Proyek yang dibangun oleh perusahaan lokal bernama PT Datu Bumi Agung tersebut rampung pada Desember 1989; pemakaiannya dimulai per tanggal 4 di bulan dan tahun yang sama. Pembangunan Gedung Bank Indonesia Medan karya tim arsitek PT Astri Arena itu menghabiskan biaya Rp. 11,6 milyar nilai 1989.

Penggunaan Gedung Bank Indonesia Medan berlantai 10 diresmikan oleh Gubernur BI Adrianus Mooy pada 14 Juli 1990. Sejak saat itu, operasional BI di beberapa lokasi di Medan dikonsolidasi di belakang bekas kantor de Javasche Bank itu. Pada awal 1999, aula nasabah dibangun, dan pada 2005 gedung eks DJB direnovasi, menunjang operasional gedung berlantai 10 tersebut.

Secara arsitektur, gedung baru BI Medan rancangan Astri Arena cukup dipengaruhi oleh desain arsitektur gedung di depannya yang berdiri sejak era kolonial Belanda, dengan kolom membulat dan parapet pada lapisan lantai dan atap. Gedung baru tersebut menyediakan ruang perkantoran seluas 8.598 m2 yang keseluruhan menaungi operasional Bank Indonesia.

Selengkapnya mengenai garis besar gedung era 1990an dapat anda baca di artikel ini


Iklan

Data dan fakta

AlamatJalan Balai Kota No. 4 Medan Barat, Medan, Sumatera Utara
ArsitekAstri Arena
PemborongDatu Bumi Agung
Lama pembangunanDesember 1985 – Desember 1989
Diresmikan14 Juli 1990
Jumlah lantai10 lantai
Tinggi gedung (estimasi KKOP, KOMPAS 27/9/1986)45 meter
Biaya pembangunanRp. 11,6 milyar (1989)
Rp. 160,4 milyar (inflasi 2023)

Referensi

  1. Bank Indonesia (2012). “Gedung Bank Indonesia: Jejak Arsitektur Dalam Menggapai Kemakmuran Negeri.” Jakarta: Bank Indonesia. ISBN 978-979-3363-19-6. Halaman 91, 186
  2. Perkumpulan Pensiunan Bank Indonesia (2013). “Sejarah Perkembangan Kantor Bank Indonesia Medan.” Jakarta: Perkumpulan Pensiunan Bank Indonesia. Halaman 172-173
  3. sp (1986). “Pembangunan Gedung BI Medan dipersoalkan karena ketinggiannya.” KOMPAS, 27 September 1986, hal. 8
  4. za (1990). “Bank dikelola asal-asalan akan alami kegagalan.” Harian Ekonomi “Neraca”, 16 Juli 1990, hal. 5
  5. Bank Indonesia Institute (2018). “Sejarah dan Heritage KPwBI Sumatera Utara: Berjuang Dengan Uang.” Jakarta: Bank Indonesia. Hal. 417. Klik untuk buku versi penuhnya.

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *