Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Selanjutnya SGPC membahas hotel-hotel era 2000an alias generasi Y masih merasakan masa kuliahnya. Namun untuk kotanya, lagi-lagi masih dari Kota Kembang. Ia adalah Hotel Hilton Bandung, sebuah hotel mewah berlantai 10 dengan tiga lantai bawah tanah ini berdiri di Jalan HOS Cokroaminoto, dekat dengan Stasiun Kereta Api Bandung.

Hotel tersebut dimiliki oleh perusahaan bernama PT Yuskitama Lestari, dirancang oleh tim arsitek Warner Wong Design alias WOW Architects bersama dengan Pandega Desain Weharima (PDW Architects) untuk desainnya yang rampung tahun 2006, Haerte Widya Konsultan untuk struktur dan Tatamulia Nusantara Indah untuk konstruksi keseluruhan bangunan.

Tidak ada catatan kapan hotel ini mulai dibangun, dan apa yang melatari pembangunan hotel ini. Pada Oktober tahun 2008, terjadi kecelakaan konstruksi berupa (kemungkinan) ledakan dari alat las listrik, syukurnya tidak ada korban jiwa. Pembangunan Hotel Hilton Bandung selesai di akhir tahun 2008 dan mulai beroperasi Maret 2009, dan itu saja.

Hilton Bandung
Hotel Hilton Bandung, bagian tebingnya. Foto oleh mimin SGPC

Iklan

Batik Sunda dan lembah Bandung

Secara arsitektur, hotel ini sepertinya memeluk doktrin arsitektur kontemporer. WOW Architects mengatakan pada Archdaily bahwa konsep desain hotel tersebut terinspirasi dari keadaan topografi Bandung yang berlokasi di tengah lembah yang dikelilingi oleh pegunungan dan suasana perkotaan yang sarat bangunan zaman kolonial Belanda. Agar mengingatkan pengunjung pada gedung era Belanda di Jalan Braga dan Asia-Afrika itulah perancang menerapkan batuan alam dan kaca untuk memoles tembok hotel ini.

Bentuk podium gedung dan koneksinya ke menara hotel berlantai 11 merupakan perwakilan topografi yang disebut tadi, dengan bidang miring dan menaranya sebagai “bukit” dan “tebing”, dan “lembahnya” – yang ditutupi kaca – menjadi atrium lobi hotel yang temboknya dipercantik ukiran batu yang terinspirasi dari batik Tanah Pasundan.

Unsur batik tanah Pasundanan tak berhenti di atrium; interior kamar hotel juga mendapat unsur-unsur batik Pasundan. Sementara tata kebun atapnya disebut terilhami oleh pemahaman modern atas pendopo ala Jawa tanpa menyebut apakah sumbernya dari Jawa Tengahan atau Sunda.

Secara dunia perhotelan, Hotel Hilton Bandung menyediakan 186 kamar yang dibagi ke dalam delapan jenis kamar, yang masing-masing bisa menghadap ke arah utara dan selatan, atau barat dan timur. Fasilitas yang diberikan di hotel ini adalah rumah makan Purnawarman untuk selera nusantara dan Fresco yang menyajikan hidangan Italia, lounge, kolam renang, sasana kebugaran, dan 10 ruang rapat plus ballroom berkapasitas maksimal 900 orang.

Data dan fakta

AlamatJalan HOS Cokroaminoto No. 41-43 Cicendo, Bandung, Jawa Barat
ArsitekWarner Wong Design (arsitektur dan interior)
PDW Architects (architect of record)
Haerte Widya Konsultan (struktur)
PemborongTatamulia Nusantara Indah
Selesai dibangun2009
Jumlah lantai11 lantai
3 basement
Tinggi gedung (Haerte)45 meter
Jumlah kamar186

Referensi

  1. Warner Wong Design/WOW Architects (2010). “Bandung Hilton/WOW Architects“. ArchDaily, 8 Agustus 2010. Diakses 7 Oktober 2022 (arsip)
  2. Arsip halaman resmi PDW Architects, diarsip 23 Mei 2008
  3. Arsip halaman resmi Tatamulia Nusantara Indah, diarsip 16 Juli 2016
  4. Halaman resmi Haerte Widya Konsultan, diakses 7 Oktober 2022 (arsip)
  5. Halaman resmi Hotel Hilton Bandung, diakses 7 Oktober 2022 (arsip)
  6. Ruslan Burhani (editor) (2008). “Hotel Hilton di Bandung Terbakar.” ANTARA, 15 Oktober 2008. Diakses 7 Oktober 2022 (arsip)
  7. Hilton Bandung Siap Terima Tamu.” KOMPAScom, 22 Maret 2009. Diakses 7 Oktober 2022 (arsip)
  8. Advertorial (2015). “Gaya Kontemporer Mewah Hotel Hilton Bandung.” CNN Indonesia, 23 Maret 2015. Diakses 7 Oktober 2022 (arsip)

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *