Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Kali ini, karena alasan teknis dan kehabisan bahan tulisan, SGPC agaknya lebih banyak membahas gedung baru. Terkini adalah The Tower, alias diindonesiakan jadi satu kata, Menara. Sekarang namanya lebih lengkap lagi, yaitu The Tower by Alam Sutera alias Menara oleh Alam Sutera, karena banyak gedung di Indonesia maupun di seantero jagat raya yang bernama Tower.

Gedung super menjulang ini merupakan buah karya dari Denton Corker Marshall – sudah pasti tokohnya sama yaitu Budiman Hendropurnomo – dan dibangun oleh Total Bangun Persada. Ia memiliki ketinggian 212 meter dan jumlah lantai mencapai 50 lapis dan 6 lantai bawah tanah buat parkir 650 kendaraan roda empat dan 600 kendaraan roda dua.

Awalnya adalah Wisma Putra Kalimantan

Gedung Putra Kalimantan
Foto oleh mimin SGPC

The Tower berdiri di atas bekas gedung Wisma Putra Kalimantan, yang sebelumnya dikenal dengan nama Case Building. Tidak ada catatan kapan gedung ini dibangun, tetapi dari iklan yang mimin SGPC dapat dari sebuah koran ibukota (kita sebut saja Sinar Harapan), estimasi terbaik untuk tahun perdana gedung berlantai 11 itu turun ke pasar properti perkantoran Jakarta adalah tahun 1975.

Gedung ini hanya mendapat sekali perluasan dari samping, dan penampilan arsitektur Brutalist-nya mungkin tidak disenangi banyak orang dan tidak diketahui arsitek dan kontraktornya. Pada tahun 2009, Wisma Putra Kalimantan dilanda kebakaran. Kebakaran tergolong kecil, hanya menghanguskan seisi sebuah kantor penyedia jasa satpam di lantai 9. Tiga tahun kemudian, Alam Sutera membeli lahan berikut gedungnya dari PT Putra Kalimantan, pengelola gedung ini sejak berdiri.

Tidak disebutkan kapan gedung ex-Case Building dibongkar, estimasi SGPC adalah sesaat setelah pembelian oleh pemilik baru.


Iklan

Bagaimana The Tower itu sendiri……

Menara bernama Menara - A Tower Named The Tower
Foto oleh mimin SGPC

Usai membabat habis Wisma Putra Kalimantan, Alfa Goldland Realty, anak usaha Alam Sutera, memulai masa konstruksi gedung berlantai 50 melalui upacara pemancangan tiang pertama pada tanggal 29 Agustus 2013. Pembangunannya, seperti yang SGPC bahas sebelumnya, dilakukan oleh Total Bangun Persada.

Konstruksi strukturnya selesai alias tutup atap pada 25 November 2015, dan setahun kemudian The Tower selesai dibangun keseluruhannya, dan mulai menyediakan ruang perkantoran untuk dibeli atau disewakan (Alam Sutera mengelola sebagian ruang kantor The Tower untuk meraup omzet tambahan alias recurring income). Alam Sutera menghabiskan 1 triliun rupiah untuk membangun gedung ini.

Tetangga Menara BRIpens ini menyediakan luas lantai sebesar 100.931 meter persegi (kasar) dan merupakan gedung pencakar langit stereotipikal yang berdiri di Jakarta. Disebut demikian karena rata-rata tingginya menjulang dan berlapiskan kilauan kaca berlapis ganda, dan memanfaatkan pengolahan ulang air hujan. Pihak Alam Sutera mengatakan bahwa desainnya terinspirasi oleh batuan obelisk dari kebudayaan masa lalu.

The Tower menjadi kantor bagi beberapa perusahaan, tetapi lebih dikenal masyarakat sebagai kantor pusat Bank Syariah Indonesia, anak usaha BUMN di bidang perbankan syariah sesuai signage-nya, berikut masjidnya di lantai 3.

Data dan fakta

AlamatJalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 12 Setiabudi, Jakarta Selatan, Jakarta
ArsitekBudiman Hendropurnomo (Denton Corker Marshall, arsitektur)
Davy Sukamta & Partners (struktur)
PemborongTotal Bangun Persada
Lama pembangunanAgustus 2013 – Desember 2016
Tinggi gedung (CTBUH)212 meter
Jumlah lantai50 lantai
6 basement
Biaya pembangunanRp. 1 triliun (2014)
Rp. 1,3 triliun (inflasi 2022)

Referensi

  1. Annual report Alam Sutera, diakses 27 Agustus 2022:
    1. 2012 (arsip)
    2. 2016 (arsip)
  2. Arsip halaman resmi Total Bangun Persada, diarsip 10 Februari 2019
  3. Halaman resmi Denton Corker Marshall, diakses 27 Agustus 2022 (arsip)
  4. Halaman resmi The Tower, diakses 27 Agustus 2022 (arsip)
  5. Halaman resmi Davy Sukamta & Partners, diakses 27 Agustus 2022 (arsip)
  6. Eli (2013). “Alam Sutera Bangun Perkantoran Tertinggi.” Investor Daily via BeritaSatu, 29 Agustus 2013. Diakses 27 Agustus 2022 (arsip)
  7. Zulfikri Syatria (2013). “The Tower, Menara Perkantoran Baru di Kawasan Gatot Subroto.” BeritaSatu, 29 Agustus 2013. Diakses 27 Agustus 2022 (arsip)
  8. Hilda B. Alexander (2014). “Masuk Pasar, The Tower Dibanderol Rp. 40 Juta per Meter Persegi.” KOMPAScom, 17 Desember 2014. Diakses 27 Agustus 2022 (arsip)
  9. Angga Bhagya Nugraha (2015). “Gedung Perkantoran The Tower Tertinggi di Kawasan Segitiga Emas.” Warta Kota via Tribunnews, 25 November 2015. Diakses 27 Agustus 2022 (arsip)
  10. bog/Arofah Supandi (2009). “Kebakaran Landa Gedung Putra Kalimantan.” Liputan 6 SCTV, 1 Februari 2009. Diakses 27 Agustus 2022 (arsip)

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *