Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Menara BRIPens adalah sebuah gedung perkantoran besar, berlantai 24 dan dua besmen, berketinggian 124 meter dengan jumlah lantai sekitar 80 ribu meter persegi, berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Gedung bergaya pascamodernisme rancangan Architects Pacific bersama dengan Team 4 Architects ini selesai dibangun pada Maret 1992. Pembangunannya dilakukan oleh kontraktor Jaya Konstruksi bersama dengan Mowlem International, sebuah perusahaan konstruksi asal Inggris. Bila berpatokan pada kontrak 19 bulan dengan pengembang Sanggar Mustika Indah, seharusnya konstruksi bisa dimulai pada Agustus 1990.

Menara Mulia, sekarang Menara BRIpens
Foto oleh mimin SGPC

Rancangan Menara BRIPens bisa dikatakan simpel, mewah tetapi masih tegak dengan panji pascamodernismenya, memiliki mahkota alias spire berbentuk piramida dan berbentuk segi delapan agar tidak terlihat terlalu gemuk. Redaksi majalah Prospek, pada tanggal 2 Mei 1992, mengutip baginda properti Ciputra, menyebut Menara BRIPens “seperti bergegas membawa Jakarta ke abad 21”, dan interiornya “lain daripada yang lain”. 120 milyar rupiah dikabarkan dihabiskan untuk membangun bangunan berlapis kaca dan aluminium merah dan jingga ini.

Majalah Prospek melaporkan di edisi 2 Mei 1992, Menara Mulia selesai dibangun dan beroperasi tanpa seremoni apapun. Selama 30 tahun dari 10 Januari 1992 hingga 2022, atau selama 30 tahun, Grup Mulia mengelola gedung ini dibawah nama Menara Mulia melalui kesepakatan bangun-guna-serah dengan Dana Pensiun BRI. Kesepakatan tersebut berakhir pada 10 Januari 2022 yang diiringi dengan upacara serah-terima gedung, menjadikannya aset ketiga yang kembali ke pangkuan dana pensiun BRI setelah aset Grup Mulia lainnya, Gedung BRI II dan Plaza BRI Surabaya.

Beberapa tenant ternama yang tercatat menempati Menara BRIPens adalah Bank Rakyat Indonesia, Hutchison 3 Indonesia, Bank Resona Perdania, DOKU, hingga Nokia Solution Networks. Sebelum krismon, Bank Yama berpusat di gedung ini.


Iklan

Data dan fakta

Nama lamaMenara Mulia
AlamatJalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 9-11 Setiabudi, Jakarta Selatan, Jakarta
ArsitekArchitects Pacific (arsitektur)
Team 4 Architects (architect of record)
Dacrea (struktur)
Pemborong (J.O.)Jaya Konstruksi
Mowlem International
Lama pembangunanasumsi Agustus 1990 – Maret 1992
Jumlah lantai24 lantai
2 basement
Tinggi (CTBUH)124 meter
Biaya pembangunanRp 120 milyar (1992)
Rp 1,3 triliun (inflasi 2020)
Referensi: Financial Times 11/12/1989; Prospek 2/5/1992

Referensi

  1. M. Taufiqurohman & Fuji Kaniasari (1993). “Ayo Membangun tak Jemu-jemu”. Majalah Prospek, 13 November 1993, hal. 34-35.
  2. Tim Redaksi Prospek (1992). “Raja Properti dari Pontianak”. Majalah Prospek, 2 Mei 1992, hal. 74-77
  3. Danke Dradjat; Irma Nurhayati; Robinson Pangaribuan et al (1992). “Ruang-ruang Mewah yang Dijajakan”. Majalah Prospek, 2 Mei 1992, hal. 79-81
  4. Mowlem International Completes Mulia Tower in Jakarta“. Construction News (London), 19 Maret 1992. Diarsip 5 September 2009
  5. “Mowlem wins Indonesian joint venture project”. Financial Times (London), 11 Desember 1989, hal. 22
  6. Laman resmi Architects Pacific, diarsip 25 Februari 2019
  7. Laman resmi Mulialand, diarsip 3 Agustus 2008
  8. Press release (2022). “Serah terima Gedung Menara BRIPENS Gatot Subroto Jakarta.” Halaman resmi Dana Pensiun BRI, 10 Januari 2022. Diakses 7 Juli 2023 (arsip)
  9. Arsip laman resmi Dacrea, diarsip 6 Desember 2002

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *