Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Setiap Gedung Punya Cerita, mulai 18 Januari hingga 28 Januari 2022 akan membahas empat dari lima gedung walikota di Jakarta. Kantor Walikota Jakarta Timur telah SGPC bahas terlebih dahulu, sehingga untuk dua minggu ke depan, mimin bahas empat sisanya yang belum dibahas. Ketiga adalah Kantor Walikota Jakarta Utara.

Walikota Jakarta Utara telah berkantor di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Tanjung Priok sejak tahun 1969, dalam rangka pembenahan sarana pelayanan Pemprov DKI Jakarta, yang kini sudah berkembang dengan adanya gedung induk berlantai 16 dan bangunan-bangunan pendukung yang telah dibangun sejak pengembangan yang lebih luas dilakukan di paruh akhir 1990an dan dasawarsa 2000an.

Gedung Walikota Jakarta Utara
Terlihat dari Jalan Tol Pelabuhan. Foto oleh mimin SGPC

Iklan

Sebelumnya, kantor Walikota Jakarta Utara disebut menumpang kantor lain, namun tidak dijelaskan lokasinya. Tahap pertama dari pembangunan kantor pemerintahan Jakarta Utara seluas 8,5 hektar selesai dibangun dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada 3 Oktober 1969. Saat itu, kantor Walikota Jakarta Utara disebut merupakan yang paling megah di seluruh ibukota, terutama dalam konteks bahwa pembangunan sarana sejenis untuk Pemprov DKI dan keempat kotamadya lain sedang dalam tahap konstruksi/perencanaan.

Tahun 1985 hingga sekitar 1987 (bila konstruksi diselesaikan tepat waktu), di belakang gedung yang lama, dibangun sebuah gedung berlantai 4 senilai Rp. 850 juta (1987, Rp. 13,5 milyar nilai 2021) dan dibangun dengan tahun anggaran 1985/86 hingga 1986/87. Gedung tersebut disebut dibangun kurang memperhatikan kualitas konstruksi saat disidak Wakil Gubernur DKI Bun Yamin Ranto pada 13 September 1986. Kedua gedung tersebut kemungkinan sudah dibongkar antara tahun 1997 dan 2006 karena ketiadaan data.

Pada tahun 1991, kedua blok kantor Walikotamadya Jakarta Utara yang dibangun pada 1969 dan 1987 tersebut dianggap sudah tak lagi memadai, bahkan tidak semua suku dinasnya berada di Jalan Yos Sudarso. Faktor tersebut mendorong Pemprov DKI mengadakan sayembara perancangan yang diadakan pada 1 Februari 1992, mengumpulkan, menurut pihak Suku Dinas Tata Bangunan & Pemugaran Jakarta Utara, 15 biro arsitek nasional. Tidak seperti beberapa kantor walikota lain yang pada generasi 1990an ini didominasi Arkonin, sayembara ini dimenangkan oleh Cita Paramarta Raya.

Pembangunan gedung-gedung baru Kantor Walikota Jakarta Utara, yang secara seremonialnya dimulai 29 September 1992, berlangsung bertahap. Tahap pertama, yaitu gedung utamanya yang berlantai 14, dibangun oleh kerjasama operasi Wijaya Karya dan Bina Koppin mulai 18 Februari 1994 hingga 9 April 1996, menghabiskan anggaran daerah Rp. 40 milyar (1996). Kantor tersebut diresmikan oleh Walikota Jakarta Utara saat itu H. Suprawiro pada 9 Agustus 1996. Tahap berikutnya adalah masjid, gedung-gedung suku dinas yang selesai dibangun 2005, gedung parkir berlantai 8 pada tahun 2006 dan Balai Yos Sudarso pada tahun 2009. Ketiga terakhir berdasarkan foto Google Earth Historical Imagery karena ketiadaan data. Dengan pembangunan gedung-gedung tersebut, ketiga gedung lama, termasuk gedung yang dibangun pada tahun 1969 dan 1987, dibongkar.


Iklan

Arsitektur dan struktur

Rancangan desain Kantor Walikota Jakarta Utara yang memiliki ciri khas pascamodernisme dan memiliki atap ini menitikberatkan pada fungsional dan kebutuhan ruang yang saat itu hanya berasal dari gedung berlantai 4 dari tahun 1960an dan 1980an. Saat itu Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum mematok rasio luas lantai per pegawai adalah 8 m2 dan meregulasi harga bahan bangunan untuk gedung pemerintah, sehingga pihak perancang menerapkan sistem modul struktur 7,2 meter untuk efisiensi penggunaan material.

Secara eksterior, kantor walikota terbaru ini diharapkan mencitrakan Jakarta Utara yang berbatasan langsung dengan lautan dan menonjolkan ciri khas arsitektur Betawi, sekaligus menonjolkan nuansa monumental. Sebagai variasi, gedung ini memiliki elemen melengkung di bagian atas (lantai 13-14) serta jam dinding.

Kantor Walikota Jakarta Utara juga menyediakan dua plaza di sisi barat dan timur sebagai sarana aktivitas masyarakat, dan awalnya sebagai lapangan parkir. Blok utamanya memiliki luas lantai 23 ribu meter persegi, 14 lantai dan tinggi 90 meter, menjadikannya salah satu gedung tertinggi diantara 5 gedung walikota. Dengan sistem modul struktur, gedung 14 lantai tersebut, berpondasi tiang pancang, tidak memerlukan beton pra-tegang alias prestressing, sementara tembok gedung dipoles dengan jendela berwarna biru dan keramik.

Data dan fakta

AlamatJalan Yos Sudarso No. 27-29 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jakarta
ArsitekCita Paramarta Raya
Pemborong (J.O.)Wijaya Karya
Bina Koppin
Lama pembangunanFebruari 1994 – April 1996
Diresmikan9 Agustus 1996
Jumlah lantai14 lantai
Tinggi gedung (KOMPAS)90 meter
Biaya pembangunanRp. 40 milyar (1996)
Rp. 310 milyar (inflasi 2021)

Referensi

  1. Dwi Ratih; Saptiwi Djati Retnowati (1996). “Kantor Walikota Jakarta Utara, Berkesan Anggun dan Wibawa.” Majalah Konstruksi No. 225, April 1996, hal. 42A-45
  2. xta (1996). “Diresmikan Hari Ini, Kantor Baru Wali Kota Walikotamadya Jakarta Utara.” KOMPAS, 9 Agustus 1996, hal. 12
  3. ph (1969). “Kantor Termegah Diseluruh DCI Diresmikan.” KOMPAS, 4 Oktober 1969, hal. 2
  4. cp (1986). “Kantor Walikota Jakut Lengang, Gedung Baru Sudah Retak-retak.” KOMPAS, 15 September 1986, hal. 3
  5. “Kantor Walikota Jakarta Utara Dibangun 14 Tingkat dengan Dana Rp. 30 Milyar.” Harian Ekonomi “Neraca”, 30 September 1992, hal. 10

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *