Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Plaza Setiabudi adalah sebuah kompleks bisnis di bagian barat Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta, yang sejak awal dibangun pada akhir 1970an merupakan kompleks milik Jakarta Setiabudi Internasional milik Jan Darmadi. Kompleks ini terbagi ke dalam tiga gedung yaitu Setiabudi One alias Gedung Setiabudi I, Gedung Setiabudi II dan Atrium Setiabudi.

Informasi yang didapat oleh blog ini lebih banyak diolah dari data resmi PT Jakarta Setiabudi Internasional, hal ini dikarenakan sulitnya mendapatkan data dari pihak ketiga.

Setiabudi I/Setiabudi One

Setiabudi 1
Setiabudi One yang dilapisi batu bata merah. Foto oleh mimin SGPC

Gedung Setiabudi I, alias Setiabudi One, bisa dikatakan merupakan gedung terawal yang dibangun di Rasuna Said dan juga Plaza Setiabudi. Catatan JSI menyebutkan bahwa Setiabudi One selesai dibangun pada tahun 1978, dan berdasarkan iklan di majalah Pola, gedung ini dibangun oleh divisi konstruksi (pembangunan, red) PT Colorama Jaya Trading, juga milik Jan Darmadi. Tidak ada informasi arsitek gedung ini. Untuk pendataan blog, SGPC mengasumsikan tahun pembangunan dari 1976 sampai 1978, karena data JSI lama menyebut gedung ini selesai dibangun pada tahun 1976.

Erlita Rachman, seorang wartawati majalah wanita Femina, membeberkan informasi sedikit rinci pada Gedung Setiabudi I. Ia mengatakan saat pertama berdiri di tahun 1978 gedung ini merupakan yang tercantik seruas jalan, dengan eksterior menonjolkan penggunaan batu bata. Erlita juga mencatat bahwa sebagai gedung yang sudah berusia, gedung ini mempercantik diri (untuk konteks 1994) dengan pembenahan pada interior, taman di belakang sehingga nyaman buat pejalan kaki dan juga koridor bergaya arcade dengan teras dan tanaman rambat.

Tercatat juga beberapa restoran semacam News Cafe, Roundtable Pizza dan sebuah restoran Jepang, yang sepertinya menjadi pendahulu dari konsep pujasera a la Setiabudi One.

Awalnya difungsikan sebagai perkantoran, Gedung Setiabudi I direnovasi mulai Januari 2004 hingga selesai pada bulan Agustus 2004 dan dibuka ulang sebagai Setiabudi One, merubah peruntukan Setiabudi One menjadi pujasera berlantai empat. Renovasinya dilakukan oleh Catur Tata Griya. Pujasera ini memiliki luas lantai bersih 11 ribu meter persegi, menurun dari luas lantai sebelumnya yang mencapai 13,4 ribu meter persegi.

Tenant non-pujasera Setiabudi One hanya terdiri dari toko alat kantor Office 2000, sasana kebugaran Fit by Beat, bioskop XXI Setiabudi dan karaoke Roppongi Papa.


Iklan

Setiabudi II

Setiabudi Dua
Gedung Setiabudi II. Foto oleh mimin SGPC

Rampung dibangun pada tahun 1981, Setiabudi II yang merupakan gedung kedua di kawasan Plaza Setiabudi memiliki 6 lantai, luas lantai bersih 15 ribu meter persegi dengan gaya arsitektur modern internasional dengan aksen jingga dan putih.

Gedung Setiabudi II menjadi kantor pusat dari PT Jakarta Setiabudi Internasional, pemilik kawasan ini. JSI sempat berencana menggusur gedung ini untuk dibangun Setiabudi Tower mulai 2007, tetapi dengan pertimbangan tertentu, rencana ini dihentikan pada tahun 2010.

Atrium Setiabudi

Atrium Setiabudi
Atrium Setiabudi. Foto oleh mimin SGPC

Sementara gedung termuda di Plaza Setiabudi diberi nama Atrium Setiabudi. Selesai dibangun pada bulan April 1991, menurut pemborongnya Shimizu Dextam, perkantoran berlantai 9 ini memiliki luas lantai mencapai 21 ribu meter persegi. Tidak ada data mengenai arsitek gedung ini, tetapi gedung ini cukup menonjol seperti Atrium Mulia, karena bagian lengkung Atrium Setiabudi melingkupi atrium.

Eks TGUPP dan arsitek Marco Kusumawijaya mengatakan atrium Setiabudi mencoba melebih-lebihkan pintu masuk, mengekspor suasana urban ke dalam bangunan.


Iklan

Data dan fakta

AlamatJalan H.R. Rasuna Said Kav. 62 Setiabudi, Jakarta Selatan, Jakarta
Pemborong (Setiabudi I)Colorama Jaya Trading
Pemborong (Atrium Setiabudi)Shimizu Dextam
Lama pembangunan (Setiabudi I)1976 – 1978
Selesai dibangun (Setiabudi II)1981
Selesai dibangun (Atrium Setiabudi)1991
Jumlah lantai (Setiabudi I)4 lantai
Jumlah lantai (Setiabudi II)6 lantai
Jumlah lantai (Atrium Setiabudi)9 lantai
Referensi: Jakarta Setiabudi Int’l; Dextam; Shimizu Indonesia; Majalah Pola #24 1978

Referensi

  1. Arsip laman Jakarta Setiabudi Internasional
    1. Annual Report 2004
    2. Annual Report 2005
    3. Annual Report 2007
    4. Annual Report 2010
    5. Portfolio Niaga
  2. Arsip laman Dextam, diarsip 31 Mei 2008
  3. Laman resmi Jakarta Setiabudi Internasional, diakses 7 November 2020 (arsip)
  4. Laman resmi Shimizu Indonesia, diakses 7 November 2020 (arsip)
  5. Laman resmi Setiabudi One, diakses 7 November 2020 (arsip)
  6. Majalah Pola No. 24, 1978. Halaman 89 (iklan Colorama Jaya Divisi Pembangunan)
  7. Marco Kusumawijaya (2000). “Gedung Jangkung di Poros Jakarta”. KOMPAS, 19 Maret 2000.
  8. Erlita Rachman (1994). “‘Koridor’ Rasuna Said, Jalur Wisata Arsitektur di Jakarta.” Femina No. 25/XXII, 30 Juni 1994, hal. 103-106

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *