Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Gedung Otoritas Jasa Keuangan Regional VI Makassar

Otoritas Jasa Keuangan adalah sebuah lembaga negara yang bertugas mengawasi dan mengatur penyelenggaraan lembaga keuangan di wilayah Republik Indonesia baik sebagai bank maupun lembaga non-bank seperti yang diatur dalam Undang-Undang No. 21/2011. Untuk memperkuat kegiatannya di daerah, OJK membuka banyak kantor pada tahun 2014, terdiri dari 6 kantor regional (KROJK) dan 29 kantor biasa (KOJK). Untuk artikel ini, SGPC akan membahas sejarah gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI di Makassar.

Tidak seperti biasanya (Kupang dan Denpasar menempati gedung eks Bank Indonesia), OJK Regional VI di Kota Makassar, yang melingkupi wilayah Indonesia Timur seperti Sulawesi, Kep. Maluku dan Papua, menempati sebuah bangunan yang dahulu adalah sebuah hotel bernama Marannu City Hotel, yang beroperasi di era 1980an dan 1990an.

Marannu City Hotel. Gedung Otoritas Jasa Keuangan Makassar, September 2008
Eks Hotel Marannu City (kiri) sebelum ditempati OJK. Bahkan saat foto ini diambil pada September 2008, Otoritas Jasa Keuangan belum berdiri. Foto oleh Eky Styawan di Panoramio

Iklan

Marannu City Hotel (1984-2015)

Maket Hotel Marannu Makassar, 1991
Maket Hotel Marannu Makassar; pavilion di tengah bawah dan gedung Marannu City Hotel di kanan. Foto: Marannu Group/Majalah SWA No. 2/VII, Mei 1991.

Marannu City Hotel, saat berdiri, terdiri dari dua gedung yaitu gedung utama berlantai lima dengan 156 kamar, dan gedung berlantai tiga bernama Marannu Pavilion dengan 50 kamar. Hotel tersebut dibangun oleh pemiliknya yaitu Grup Marannu pimpinan tokoh pejuang kemerdekaan Andi Sose, dengan manajer proyeknya merupakan lulusan Universitas Hasanuddin Makassar.

Konstruksinya telah dimulai sekitar Maret 1981 hingga rampung keseluruhan pada bulan September 1983 dengan dibukanya Marannu Pavilion, sementara gedung utamanya baru dibuka pada 31 Maret 1984 bersamaan dengan peresmian hotel tersebut oleh Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Achmad Tahir. Pembangunan hotel tersebut menghabiskan biaya Rp. 8,48 milyar nilai 1984.

Saat dibuka, majalah Travel Indonesia (vol 6 No. 5, 5/1984) mengabarkan bahwa Marannu City Hotel yang sudah disebutkan sebelumnya memiliki 206 kamar, terbagi ke dua tipe kamar menurut kasurnya (single atau double) dan tiga tipe suite (suite, special suite dan Presidential suite).

Marannu City Hotel, 1991
Suasana kolam renang Marannu City Hotel pada awal tahun 1991. Foto oleh Marannu Group/Majalah SWA No. 2/VII, Mei 1991.

Ia juga menyediakan kolam renang, tiga ruang rapat dan balai sidang (Morante Ballroom berkapasitas 700 orang, Sinar Bulan di lantai teratas dengan 250 orang dan ruang rapat kapasitas 30 orang) dan restoran Cimpu, Tanette Bar dan kedai kopi Laballang.

Pada tahun 1991, Marannu City Hotel mengalami perluasan dengan dibangunnya Marannu Tower Hotel yang tetap beroperasi – dibawah nama Singgasana sejak 2007 – hingga pandemi memaksa hotel tersebut tutup di awal tahun 2020. Sementara Marannu City Hotel berhenti beroperasi terlebih dahulu.


Iklan

Penggunaan oleh Otoritas Jasa Keuangan (2016-sekarang)

Saat memulai kegiatannya pada 31 Desember 2013, OJK Kantor Regional VI menempati sebuah ruang di lantai empat Gedung Bank Indonesia Makassar, yang ternyata tidak cukup dan kurang nyaman untuk kegiatan operasional lembaga pengawas tersebut, sehingga di tahun 2016 lembaga itu sepakat menyewa bekas gedung utama hotel Marannu City Hotel sebagai sebuah gedung kantor.

Pemindahan kantor tersebut selesai dan diresmikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo pada 2 Februari 2017. Tetapi OJK Kantor Regional VI hanya menempati dua dari lima lantai yang ada; mengingat kebutuhan lembaga tersebut terpenuhi dari ketersediaan luas lantai total 8.391 m2.

Sejak Desember 2020, bekas gedung utama Marannu City Hotel sudah diakuisisi OJK; setahun kemudian beberapa renovasi minor seperti perbaikan dak atap dan lanskap – termasuk alih fungsi kolam renang menjadi parkiran – dikerjakan.

Sejak awal 2024; hendaknya bisa menjadi HUT ke 40 eksistensi Marannu City Hotel, renovasi besar-besaran yang kelak mengubah eksterior dan wajah dari Gedung OJK Kantor Regional VI hasil buah tangan tim Urbane Indonesia pimpinan Ridwan Kamil, dimulai.

Sementara bekas Marannu Pavilion berlantai 3 kini lebih banyak dimanfaatkan sebagai kedai kopi dan restoran, bahkan terdapat sebuah stasiun radio; lantai 3 yang pernah dijadikan kamar dalam kondisi tidak terawat.


Iklan

Data dan fakta

Nama lamaMarannu City Hotel
AlamatJalan Sultan Hasanuddin No. 3-5 Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan
PemborongMarannu Group
Lama pembangunanMaret 1981 – September 1983
Diresmikan31 Maret 1984 (Marannu City Hotel)
2 Februari 2017 (OJK KR VI)
Jumlah lantai5 lantai (gedung utama)
3 lantai (Marannu Pavilion)
Jumlah kamar (Marannu City Hotel)206 kamar
Biaya pembangunanRp. 8,48 milyar (1984)
Rp. 164,8 milyar (inflasi 2023)

Referensi

  1. “Dijaga agar kedatangan wisatawan tidak menggoyahkan nilai-nilai yang kita anggap luhur.” Pedoman Rakyat, 2 April 1984, hal. 1 dan 12
  2. “Marannu City Hotel opens in Ujung Pandang (Marannu City Hotel di Ujungpandang dibuka). Majalah Travel Indonesia Vol. 6 No. 5, Mei 1984, hal. 13-14
  3. Otoritas Jasa Keuangan (2021). “Satu Dasawarsa Wajah OJK.” Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan. Hal. 102-103 (link PDF)
  4. Pramudyarto Hadisubroto; Endy Subijono; Bambang Eryudhawan (2022). “Otoritas Jasa Keuangan membangun negeri.” Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan. Hal. 62-65 (link PDF)
  5. ANTARA (2014). “OJK resmi buka 35 kantor di daerah.” Hukumonline, 6 Januari 2014. Diakses 4 Mei 2024 (arsip)
  6. Ardy Muchlis (2017). “Gubernur Sulsel resmikan Kantor OJK Regional 6 Sulampura.” Tribun Timur, 2 Februari 2017. Diakses 4 Mei 2024 (arsip)

Lokasi

Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini dan eksklusif, dan bila anda perlu bahan dari koleksi pribadi SGPC, anda bisa mengunjungi TORSIP SGPC. Belum bisa bikin e-commerce sendiri sayangnya....


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *