Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Resor Pantai Carita, atau saat dibuka bernama Carita Beach Resort, adalah sebuah hotel bertipe resort yang dahulu berdiri di bagian selatan Jalan Raya Carita, Provinsi Banten, tepatnya di Pantai Kodok di Desa Pejamben, Kec. Carita, Kab. Pandeglang. Ia adalah hotel bintang empat yang dahulu dikelola oleh sebuah perusahaan bernama PT Untaian Mutiara Pertiwi (UMP) milik Dana Pensiun Bank Rakyat Indonesia (Dapen BRI). Alasan membangun hotel di Carita adalah lebih pada keinginan mengembangkan pariwisata Banten dengan obyek wisatanya yang menarik.

Carita Beach Hotel, 1994
Pintu masuk ke Carita Beach Resort. Foto oleh Rikin Junaedi/Majalah Asri

Resort dengan 150 kamar (102 kamar biasa dan 48 vila alias lanais eksekutif) ini dirancang oleh tim arsitek Atelier 6 dengan Ir. Adhi Moersid sebagai arsitek individualnya, dengan Belt Collins mengurus tata kebunnya. Pembangunan dimulai melalui peletakan batu pertama pada 3 November 1991 bertepatan dengan peresmian Mutiara Cottage oleh Joop Ave, Kadirjen Pariwisata Departemen Parpostel. Mutiara Cottage juga merupakan proyek dari PT UMP.

Pembangunan baru selesai akhir 1992 sehingga operasionalnya bisa dilaksanakan pada bulan Desember 1992; pada Maret tahun 1993 operasional penuh dilaksanakan, disusul dengan balai sidang dua bulan kemudian. Proyek ini menghabiskan biaya paling banyak Rp. 28 milyar (1993, setara Rp. 276 milyar nilai 2023). Sayangnya, hotel mahakarya Adhi Moersid itu hanya seumur jagung; foto udara Maxar via Google Earth menunjukkan kondisi hotel tersebut sudah terbengkalai sejak 2000. Ada dugaan hotel ini tutup karena krisis moneter dan politik 1998, yang sayangnya tidak ditemukan pemberitaan terkait penutupan Resor Pantai Carita.

Puing sisa hotel tersebut sudah dibersihkan sejak 2022 dan sejak April 2023, bekas Carita Beach Resort difungsikan sebagai tempat rekreasi umum bernama Pantai Kodok. Di tempat rekreasi tersebut, sangat sedikit sisa-sisa Carita Beach Resort yang bisa ditemukan, paling terlihat adalah kolam renangnya.


Iklan

Mencari identitas asli Banten

Cottage Carita Beach Hotel, 1994
Suasana cottage. Foto oleh Rikin Junaedi/Majalah Asri

Seperti yang kami sebutkan di paragraf sebelumnya, arsitek dari Atelier 6, Adhi Moersid, merancang desain arsitektur Carita Beach Hotel, sedang Belt Collins menata taman dan kebunnya. Hotel ini hanya memiliki dua lantai dengan gugusan beberapa bangunan cottage, gedung utama berbentuk huruf U dan dua gedung berbentuk J dan J terbalik disebelah gedung utamanya. Tidak begitu menarik bagi fanatik pencakar langit. Tetapi bagi mania arsitektur, ini mahakarya.

Secara tampilan arsitektur, sepertinya SGPC sudah bahas berkali-kali konsep resort ini di beberapa profil gedung sejenis seperti di Manado atau di Bali. Mana yang menurut anda bagusan, silahkan klik linknya. Yang membedakan Carita Beach Resort dan kedua contoh itu adalah hotel ini punya kepribadian khas Banten. Asli Banten, yang nyaris tak bisa ditilik lebih dalam oleh arsiteknya.

Satu-satunya referensi yang Moersid dan timnya dapatkan untuk kearifan lokal pada desain hotel ini adalah sisa gerabah eks Keraton Surosoan yang motifnya dijadikan landasan desain, karena, menurut Moersid ke majalah arsitektur “Asri”, setelah dilakukan survei, budaya arsitektur yang benar-benar asli Banten sudah punah karena asimilasi dan pengaruh luar daerah. Di buku “Kagunan”, disebutkan bahwa gerbang masuk, desain kolom hingga kamar-kamarnya juga berpatokan pada sisa gerabah itu.

Di gedung lobi terdapat atap bercungkup tiga yang berfungsi sebagai celah terbuka sebagai pusat orientasi ke kedai kopi “Pamarayan” – sebuah kontribusi arsitektur Islam terhadap hotel ini. Disebutkan bahwa kayu yang digunakan memakai sebagian materal yang ditebang dari lahan konstruksi Carita Beach Resort. Secara penataan taman, keberadaan “hutan tropis” Belt Collins diminta menata kebun hotel itu tanpa mengganggu pohon-pohon yang menjadi bagian dari lingkungan sekitar.

Soal hotelnya, sayangnya informasi yang tersedia cukup jarang. Ia menyediakan 102 kamar hotel biasa ditambah dengan 48 bungalow mewah bergaya arsitektur asli Jawa Barat, balai konferensi berkapasitas dari 20 sampai maksimal 150 orang, restoran Pamarayan dan kolam renang yang sekarang menjadi satu-satunya fasilitas yang bertahan di obyek wisata Pantai Kodok.

Hotel yang dimaksud sudah ditutup. Pesan hotel lainnya di Agoda/Booking.


Iklan

Data dan fakta

AlamatJalan Raya Carita Desa Pejamben, Carita, Kab. Pandeglang, Banten
ArsitekAdhi Moersid (Atelier 6, arsitektur)
Belt Collins (tata kebun)
Lama pembangunanNovember 1991 – Desember 1992
Jumlah lantai2 lantai
Jumlah kamar102 kamar
48 bungalow
Biaya pembangunanRp. 28 milyar (1993)
Rp. 276 milyar (inflasi 2023)
SignifikasiArsitektur (mahakarya Adhi Moersid)

Referensi

  1. Djumaryo I.M.; Yanthi Sulistiono (1993). “Carita Beach Resort: Hotel berbintang 4 dengan nafas Banten.” Majalah Asri No. 123, Juni 1993, hal. 11-18
  2. Ananda Feria Moersid (2012). “Kagunan: Karya Arsitektur Adhi Moersid.” Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal. 26-31
  3. Rustam Ramli (1993). “Suwenda Garap Hotel di Pantai Carita.” Harian Ekonomi “Neraca”, 25 Januari 1993, hal. 9
  4. Rustam Ramli (1993). “Carita Beach Resort Tingkatkan Fasilitas, Menarik Wisatawan ke Pantai Carita.” Harian Ekonomi “Neraca”, 3 November 1993, hal. 9

Video udara dan kondisi Pantai Kodok

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *