Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Dasawarsa 1990an memang masa-masanya banyak pilihan pasar modern buat memenuhi kebutuhan atau mode. Termasuk juga Golden Truly, yang dahulu merupakan jaringan supermarket milik Sudwikatmono, sepupu Presiden Republik Indonesia Soeharto. Sebelum kerusuhan Mei 1998, Golden Truly memiliki beberapa gerai dari Jalan H. Samanhudi, Djakarta Theatre hingga Falatehan. Namun, gerai di Gunung Sahari-lah yang terbesar dan terakhir yang bertahan selama sejarahnya.

Mall Golden Truly
Tidak seemas masa lalu, Januari 2015. Foto oleh mimin SGPC

Di lahan Golden Truly sekarang dahulu berdiri sebuah bioskop era Hindia Belanda bernama Bioskop Cathay, yang tutup dan akhirnya dibongkar demi membangun mal ini. Proyek berlantai lima tersebut, sayangnya tidak teridentifikasi arsitek dan pemborongnya. Pembangunannya selesai di bulan September 1991 dan mulai operasional sejak 23 September 1991, yang ditandai dengan beberapa acara seremonial termasuk penyerahan bantuan modal bagi pedagang sayur keliling. Proyek ini menghabiskan biaya Rp. 10 milyar (1991).

Saat dibuka, Golden Truly di Jalan Gunung Sahari merupakan sebuah superstore atau lebih layak dikatakan sebuah hypermarket. Selain berfungsi sebagai supermarket, ia juga menyediakan busana (department store), toko buku, toko mainan anak-anak, pusat hiburan anak dan bahkan pujasera makanan siap saji yang tidak disebutkan jatidirinya, mengisi keseluruhan luas lantai kasar 20 ribu m2 yang tersebar ke lima lantai bangunan yang berbentuk L dengan eksterior hadap Jalan Gunung Sahari didominasi oleh kaca.

Agaknya kejayaan Golden Truly bertahan singkat. Pasca-kerusuhan Mei 1998 yang memaksa Sudwikatmono menjual banyak aset terkait, terjadi ping-pong kepemilikan baik merk serta hypermarket tersebut, serta persaingan ketat dari mal-mal lain di kota metropolitan. Hypermarket ini tutup sejak 1 Desember 2020 dan pindah operasi ke dunia maya, buntut dari babak belurnya ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19. Namun, tidak semua tenant juga berangsur keluar dari hypermarket ini, seperti restoran siap saji KFC, A&W dan donat J.Co.

Sejak Januari 2023, pihak Kedutaan Besar RI di Singapura membenarkan bahwa eks Golden Truly Mall Gunung Sahari sudah diakuisisi oleh pengelola Mustafa Centre dari Singapura, yang berencana membangun mall dan hotel disini.


Iklan

Data dan fakta

AlamatJalan Gunung Sahari No. 59 Kemayoran, Jakarta Pusat, Jakarta
Selesai dibangunSeptember 1991
Diresmikan23 September 1991
Jumlah lantai5 lantai
Biaya pembangunanRp. 10 milyar (1991)
Rp. 116,2 milyar (inflasi 2023)

Referensi

  1. Ril (1991). “Super Store Pertama Hadir di Gunung Sahari.” Media Indonesia, 12 September 1991, hal. 12
  2. “Golden Truly Beri Bantuan Pedagang Kecil.” Media Indonesia, 13 September 1991, hal. 12
  3. Ahmad Jauhari; M. Tohir Effendi; Didi Jamaludin et. al. (1991). “Ekspansi Pasar Swalayan.” Warta Ekonomi, 23 September 1991, hal. 22-26
  4. Arlina Laras (2023). “Bakal disulap jadi Mustafa Centre, ini jejak sejarah Mal Golden Truly.” Bisniscom, 12 Januari 2023, diakses 9 Februari 2023 (arsip)
  5. age; agt (2020). “Mal Golden Truly tutup operasi per 1 Desember.” CNN Indonesia, 2 Desember 2020, diakses 9 Februari 2023 (arsip)
  6. Arlina Laras (2023). “Ini lokasi Mustafa Centre di Jakarta.” Bisniscom, 12 Januari 2023, diakses 9 Februari 2023 (arsip)
  7. Agustiyani (2017). “Menengok Golden Truly dan sisa kejayaan masa lalu.” CNN Indonesia, 1 November 2017, diakses 9 Februari 2023 (arsip)

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *