Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Menutup rangkaian 5 bangunan modern di kota mojang Priangan Bandung adalah pusat belanja Trans Studio Bandung (TSB) yang berada di bagian timur, yaitu di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Batununggal. TSB yang berdiri dan familiar di kalangan masa kini terdiri dari pusat belanja yang dipadukan dengan wahana bermain dan dua hotel, satunya elit (The Trans) dan satunya merakyat (Ibis). Superblok ini dimiliki dan dikelola oleh Transcorp, bagian dari CT Corpora (dahulu Para Group) pimpinan Chairul Tanjung. TSB juga merupakan salah satu tempat wisata andalan Kota Kembang.

Trans Studio Bandung awalnya berdiri sebagai Bandung Supermall (BSM), sebuah pusat belanja dengan luas lantai 91.500 m2 dan empat lantai plus 1 basement yang dirancang oleh tim arsitek Design Development Group alias BCT Design Group, dibangun di atas bekas Gudang Dolog, bersama dengan ratusan rumah warga yang sudah diganti rugi, mulai Desember 1996 hingga selesai keseluruhan sekitar tahun 2001, kemungkinan molor sebagai imbas dari krisis moneter 1997. BSM akhirnya mulai beroperasi pada 26 Oktober 2001.

Bandung Supermall, sebagai superblok pertama di Bandung, direncanakan akan memiliki sebuah gedung kantor berlantai 12, hotel bintang empat dengan 250 kamar dan perluasan gedung pusat perbelanjaan seluas 60 ribu meter persegi. Keseluruhan fasilitas yang disebut diwujudkan secara bertahap sekitar pertengahan dasawarsa 2010an (lihat “Sejarah sejak 2010”).

Bandung Supermall, Bandung Trans Studio jadul
Kala berupa Bandung Supermall. Foto oleh Nanang Pudjo Bintoro dari Panoramio (RIP)

Iklan

Dari sebuah supermall menjadi taman bermain berpadu mall

Trans Studio Bandung
Setelah bersalin tampilan. Foto oleh Aulia Halimatussadiah

Selama 9 tahun pertama beroperasi, Bandung Supermall memposisikan diri sebagai pusat perbelanjaan untuk kalangan menengah ke atas dengan 215 usaha menggelar dagangannya disini. Tenant terbesar sebelum perubahan nama terdiri dari Metro Department Store, supermarket Giant, dan Agis Electronics. Fasilitas yang tersedia saat itu berupa sebuah taman bermain dalam ruangan (indoor theme park) bernama Kota Fantasi, pusat jajanan serba ada alias food court, arena bowling Grand Universal, arena biliar Planet Ultimate dan bioskop cineplex XXI.

Sejak Para Group membangun taman bermain dan pusat perbelanjaan pertamanya di Makassar, kelompok yang terkenal dengan bisnis Trans TV dan Trans 7 tersebut ternyata punya rencana agresif untuk mengembangkan taman bermain Trans Studio yang tak tanggung-tanggung bakal dibangun di 20 kota. Bandung adalah kota kedua yang akan mendapatkan taman bermain bertema acara televisi Transcorp, dimana proyek tersebut disebut sudah terealisasi sejak Januari 2010.

Pembangunan proyek “perluasan Bandung Supermall”, berlangsung selama satu setengah tahun. Pada tanggal 18 Juni 2011, Menteri Kebudayaan & Pariwisata Jero Wacik meresmikan taman bermain Trans Studio Bandung, menggantikan taman bermain Kota Fantasi.

Sementara The Trans Luxury Hotel dan Hotel Ibis, yang diklaim sebagai yang terbesar di dunia, mulai dibangun bersamaan dengan pembangunan ekstensi BSM, dan resmi membuka operasionalnya masing-masing 1 Maret 2012 untuk Hotel Ibis, dan Trans Luxury Hotel pada 27 April 2012. Dua bulan kemudian, tepatnya 30 Juni 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan keseluruhan kawasan Trans Studio Bandung, sekaligus mengganti baju Bandung Supermall menjadi Trans Studio Mall Bandung.

Trans Studio Bandung gabungkan rekreasi, mal, dan hotel

Trans Studio Bandung – spesifiknya tahap kedua dan renovasi tahap pertama – dirancang oleh tim arsitek dari DP Architects bersama dengan Arkonin, dengan struktur khusus hotel dirancang oleh Davy Sukamta & Partners, mengadopsi gaya arsitektur modern zaman kini alias kontemporer. Tahap pertama dirancang oleh tim arsitek BCT Design Group dari Amerika. Seperti disinggung dalam paragraf pembuka artikel blog ini, kawasan TSB terbagi ke dalam tiga bangunan, yaitu Hotel Ibis dan The Trans Luxury Hotel serta pusat belanja Trans Studio Mall yang menyatu dengan taman bermain Trans Studio.

Bandung Supermall/Trans Studio Mall

Trans Studio Mall menjadi bangunan yang pertama berdiri di kawasan TSB sejak Oktober 2001; di era BCT Design, mall ini memiliki penampilan modern dengan sebuah menara baja di depannya sebagai hiasan, dan pelataran alias plaza untuk mengadakan pelbagai acara. Koridornya dibuat sangat luas dan lega, dan atriumnya tembus cahaya matahari berkat penggunaan lapis kaca.

Bedanya, setelah menjadi Trans Studio Mall penampilan ikut berubah. Kanopi masuk berwarna merah berbentuk mirip lipatan kertas, didirikan di salah satu pintu masuk, sementara pelatarannya dipayungi kanopi plastik (EFTE) seluas 1.000 m2. Salah satu pelataran di lantai teratas difungsikan sebagai ruangan pre-function ruangan serbaguna The Trans.

Penghuni besar pusat belanja seluas 91.500 m2 antara lain Transmart, Metro Department Store (keduanya terafiliasi Transcorp), Celebrity Fitness, Uniqlo, H&M, hingga Gramedia.


Iklan

Trans Studio

Dan pusat perhatian dari superblok ini adalah taman bermainnya, yaitu Trans Studio itu sendiri. Taman bermain dalam ruangan seluas 44.000 m2 berdiri tepat di belakang Trans Studio Mall, menyediakan 20 wahana bermain yang dibagi ke dalam 3 wilayah – Studio Central, Lost City dan Magic Corner.

Bila The Trans Luxury Hotel menonjolkan kemewahannya dengan kaca perunggu……. (foto oleh Ikung Adiwar dari Panoramio (RIP))

Beberapa wahana bermain disini bernuansa acara televisi Trans TV atau Trans 7 yang mungkin familiar bagi sebagian pembaca SGPC fanatik layar tabung, semisal Dunia Lain dan Si Bolang Adventure. Beberapa wahana yang menjadi bahan pembicaraan banyak orang terdiri dari Giant Swing yang merupakan ayunan putar indoor, maupun Yamaha Racing Coaster (disponsori oleh pabrikan motor Yamaha, sponsor utama siaran balap motor MotoGP di Trans 7) yang merupakan roller coaster tercepat di dunia dengan gerakan mundur.

The Trans Luxury dan Hotel Ibis

………….. Hotel Ibis memiliki tampilan yang konvensional (foto oleh Ikung Adiwar dari Panoramio (RIP))

Sementara dua bangunan yang berdiri megah di hadapan Jalan Gatot Subroto adalah The Trans Luxury Hotel dan Hotel Ibis.

Trans Luxury Hotel berlantai 21, secara arsitektural terlihat menonjol dan berbeda dengan eksterior kaca berwarna perunggu. Hotel setinggi 78 meter ini memiliki 282 kamar yang terbagi ke dalam dua kategori – Premier, Club Premier – dan dua kategori suite (Celebrity dan Presidential), restoran eksklusif 18th Restaurant & Lounge yang berada di teras lantai 18, “The Restaurant” dan dua lounge, dan yang paling penting, dua balai serbaguna terpisah bernama Trans Convention Centre (2.600 orang, 3.100 m2) dan Grand Ballroom (1.008 orang, 2.500 m2). Keduanya menjadi bagian dari plot Transcorp menjadikan Trans Studio salah satu pusat kegiatan rapat, pameran, dan konvensi terbesar di Asia Tenggara.

Sementara Hotel Ibis dengan 24 lantai dan ketinggian 111 meter, memang terlihat konvensional, “biasa-biasa saja” tapi menarik karena penuh lapisan kaca biru bagi mata pecinta bangunan tinggi. Ia diklaim merupakan hotel Ibis terbesar sedunia dengan 568 kamar yang terbagi ke hanya dua tipe, yaitu Standard dan Family. Fasilitas yang tersedia adalah restoran dan bar Oopen serta 13 ruang rapat dan 1 ballroom dengan maksimal 300 orang.

Baik Hotel Ibis dan Trans Luxury sama-sama berbagi fasilitas kolam renang.

Data dan fakta

Nama lama (mal)Bandung Supermall
AlamatJalan Jenderal Gatot Subroto No. 289 Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat
Arsitek (mal)BCT Design Group (arsitektur)
Arsitek (hotel dan renovasi mal)DP Architects (arsitektur)
Arkonin (architect of record)
Davy Sukamta & Partners (struktur)
Pemborong (hotel – J.O.)Total Bangun Persada
Nusa Konstruksi Enjiniring (d/h Duta Graha Indah)
Lama pembangunan (mal)Desember 1996 – Oktober 2001
Lama pembangunan (hotel)2010 – awal 2012
Tinggi gedung (hotel, CTBUH/Davy Sukamta)78,2 meter (The Trans)
111 meter (Ibis)
Jumlah lantai (mal)4 lantai
1 basement
Jumlah lantai (hotel)20 lantai (The Trans)
24 lantai (Ibis)
Jumlah kamar (hotel)282 (The Trans)
568 (Ibis)
Biaya pembangunan (Trans Studio)Rp. 2 triliun (2011)
Rp. 3 triliun (inflasi 2022)

Referensi

Utama (termasuk dari media lain)

  1. Arsip halaman resmi Design Development Group, diarsip 17 November 2011
  2. Ajijah (2011). “Pendapatan Trans Studio Bandung Capai Rp600 Milyar Per Tahun.” Bisniscom, 17 Juni 2011. Diakses 18 Juli 2022 (arsip)
  3. Maria Rosita (2011). “Resmi dibuka hari ini, Trans Studio Bandung siapkan wahana tambahan.” KONTAN, 18 Juni 2011. Diakses 18 Juli 2022 (arsip)
  4. Chairul Tanjung Siap Bangun Theme Park di 20 Kota di Indonesia.” SWA, 16 Maret 2011. Diakses 18 Juli 2022 (arsip)
  5. Djumyati Partawidjaja (2011). “Trans Corp Bangun Hotel di Bandung dan Theme Park di 20 Kota.” KONTAN via KOMPAScom, 21 Maret 2011. Diakses 18 Juli 2022 (arsip)
  6. fol (2011). “April, Trans Studio Bandung Topping Off.” Jawa Pos News Network, 26 Maret 2011. Diakses 18 Juli 2022 (arsip)
  7. Yuli Andyono; Ferihan Aditya; Widya Suharnoko (2006). “Indonesia Shopping Centers: Design, Concept, Lifestyle.” Jakarta: PT Griya Asri Prima/ProLease. Halaman 158-161
  8. Hadi Prasojo (1997). “Segera Memiliki Supermal.” Majalah Properti Indonesia No. 43, Agustus 1997, hal. 62
  9. “Super Mall” Tak Rugikan Masyarakat di Sekitarnya.” Pikiran Rakyat, 13 Desember 1996
  10. Ayu Utami Larasati (2012). “Ibis resmikan hotel baru di Trans Studio Bandung.” KONTAN, 8 Maret 2012. Diakses 19 Juli 2022 (arsip)
  11. CT Corporation Buka Hotel Ibis Terbesar di Trans Studio Bandung.” Berita-Bisnis.com, 8 Maret 2012. Diakses 19 Juli 2022 (arsip)
  12. Lingga Permesti (2012). “Presiden resmikan Trans Studio Bandung.” Republika, 30 Juni 2012. Diakses 19 Juli 2022 (arsip)
  13. Halaman resmi DP Architects, diakses 19 Juli 2022 (arsip)
  14. Halaman resmi Davy Sukamta & Partners, diakses 19 Juli 2022 (arsip)
  15. Berita-berita dari post forum Skyscrapercity:
    1. Nina Dwiantika (2011). “Chairul Tanjung akan serius kembangkan bisnis studio.” KONTAN, 14 Maret 2011, dipost 14 Maret 2011
    2. Indriyani; Frika; Arimbi (2011). “Revolusi Besar Bandung Supermall.” Bandung Citizen, 3 Maret 2011, dipost 14 Maret 2011

Laman resmi dan media afiliasi Transcorp

  1. Arsip halaman resmi Bandung Supermall, diarsip 2 September 2011
  2. tya/ern (2011). “5 ribu anak yatim jadi yang pertama coba wahana Trans Studio.” Detikcom, 15 Juni 2011. Diakses 18 Juli 2022 (arsip)
  3. ors/ern (2011). “Menbudpar resmi buka Trans Studio Bandung.” Detikcom, 17 Juni 2011. Diakses 18 Juli 2022 (arsip)
  4. Halaman resmi The Trans Luxury Hotel, diakses 19 Juli 2022 (arsip)
  5. Halaman resmi Hotel Ibis Trans Studio, diakses 19 Juli 2022 (arsip)
  6. avi/ern (2012). “Ibis Trans Studio Bandung mulai beroperasi.” Detikcom, 1 Maret 2012. Diakses 19 Juli 2022 (arsip)
  7. avi/ern (2012). “The Trans Luxury Hotel Mulai Beroperasi Besok.” Detikcom, 26 April 2012. Diakses 19 Juli 2022 (arsip)
  8. Desi Puspasari (2012). “Trans Studio, Trans Luxury & BSM: Wisata Lengkap Satu Tempat.” Detikcom, 7 Juni 2012. Diakses 19 Juli 2022 (arsip)
  9. Hestianingsih (2012). “Bandung Supermal Resmi Berganti Nama Menjadi Trans Studio Mall.” Detikcom, 30 Juni 2012. Diakses 19 Juli 2022 (arsip)
  10. Halaman resmi Trans Studio Mall Bandung, diakses 19 Juli 2022 (arsip)
  11. Halaman resmi Trans Studio Bandung (wahana bermain), diakses 19 Juli 2022 (arsip)

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *