Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Universitas Trilogi – dahulu namanya Sekolah Tinggi Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Indonesia alias STEKPI – adalah sebuah institusi pendidikan tinggi swasta yang didirikan sejak 1984 sebagai Sekolah Tinggi Keuangan dan Perbankan, dan dikelola oleh yayasan bentukan Bank Duta bernama Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (Yapindo/YPPIJ). Universitas Trilogi bertempat di satu-satunya kampus yang mereka miliki di Kalibata, Jakarta Selatan.

Gedung rektor Universitas Trilogi berwarna merah dengan atap dan jendela berbingkai hijau dan garis putih di lantai tiga dan empat. Berdiri dengan plaza di depannya.
Gedung rektor Universitas Trilogi, September 2007. Foto oleh Eko Tri S. (Panoramio, RIP)

Kampus Universitas Trilogi dirancang oleh tim arsitek dari Atelier 6 – entah oleh Robi Sularto atau Darmawan Prawirohardjo bergantung sumbernya – dengan gaya arsitektur pascamodern yang mencuri perhatian banyak orang di kalangan arsitektur dan konstruksi. Kampus seluas 2,6 hektare itu dirancang agar “tidak sekedar membuat kelas-kelas untuk ruang kuliah,” (dalam kata lain, menciptakan suasana kampus sebagai rumah kedua mahasiswa dan tak terikat dengan atribut sebuah lembaga keuangan c.q. Bank Duta) kata ketua Yapindo/Dirut Bank Duta saat itu Drs. Abdulgani.

Pembangunan kampus baru STEKPI di Kalibata dilaksanakan oleh PT Murthy Kurnia Utama mulai April 1987 hingga selesai pada tahun perkuliahan 1988/89, dengan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp. 8 milyar (1989). Pasca-konstruksi STEKPI mulai beraktivitas dari kampusnya di Kalibata. Pada 11 Maret 2011, STEKPI berganti nama menjadi Universitas Trilogi dan memperluas program studinya ke studi yang terkait dengan teknologi dan agribisnis.


Iklan

Universitas Trilogi Kalibata merupakan monumen pascamodernisme Indonesia

Gedung aula Universitas Trilogi
Gedung aula Universitas Trilogi, Juni 2004. Foto oleh reisa23 (Panoramio, RIP)

Tak heran bahwa kampus Universitas Trilogi Kalibata menerima pujian dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dalam IAI Award 1991. Secara desain, Universitas Trilogi yang terbagi ke dalam tiga bangunan – rektorat berlantai 5, gedung utama perkuliahan dan auditorium berlantai 4, musholla As-Salam dan sebuah pelataran alias plaza – menurut pihak perancang kepada wartawan Majalah Konstruksi, diusungnya gaya arsitektur pascamodern adalah sebagai simbolisasi institusi perbankan sebagai institusi konservatif.

Dengan penekanan tersebut, semua gedung di Universitas Trilogi pun menggunakan atap ciri khas Indonesia, memanfaatkan material eksterior dominan berwarna merah bata dengan bingkai jendela warna kehijauan, dan corak-corak tradisional lainnya. Secara tak langsung, juri IAI mengatakan bahwa perancangannya merupakan “semangat reaksioner yang cukup radikal atas arsitektur modern” walau buat mereka pascamodern-nya tak sehentak kampus Universitas Indonesia Depok.

Di luar kalangan arsitek, perancangan kampus Universitas Trilogi erat kaitannya dengan memboyong suasana kampus Barat ke Indonesia. Dalam advertorial di harian Suara Pembaruan, pihak kampus saat itu mengatakan bahwa kampus mereka akan “seperti di Amerika Serikat dengan ruang belajar ber-AC, laboratorium lengkap sesuai jurusan, kantin (kafetaria) sehingga para mahasiswa merasa tidak ada gunanya pulang ke rumah sebelum waktunya,” atau intinya adalah membuat mahasiswanya termanjakan di kampus.

Profil bangunan

Universitas Trilogi Kalibata
Universitas Trilogi, Juni 2004. Foto oleh reisa23 (Panoramio, RIP)

Luas lantai keseluruhan Universitas Trilogi adalah seluas 14.007 m2, dengan gedung kuliah dan auditorium mengisi lebih dari 5/7 ruang lantai total; sementara plaza (1.935 m2), gedung rektorat (2.098 m2) dan mushalla (287 m2) mengisi sisa 2/7 luas lantai.

Saat pertama digunakan dengan 5 program studi, kampus Kalibata memiliki 4 buah ruangan kuliah berkapasitas 90 mahasiswa, 14 ruang kuliah berkapasitas 60 mahasiswa, 12 ruang kuliah berkapasitas 56 orang dan 10 ruang kuliah kecil berkapasitas 44 mahasiswa, 2 ruang seminar berkapasitas 54 orang, dan 8 ruang tutor berkapasitas 16 orang, keseluruhan di gedung kuliah dengan total 40 ruang berkapasitas 2.548 orang, lima ratus orang lebih sedikit dari rencana kapasitas 3.000 mahasiswa. Saat ini, dengan 13 program studi yang ada, jumlah ruang kuliah menyusut menjadi 34 buah. Gedung kuliah juga dilengkapi dengan atrium yang merupakan lanjutan dari plaza.

Sementara gedung lainnya seperti rektor, berfungsi sepenuhnya sebagai kantor administrasi. Plaza yang berdiri di tengah gedung rektor, musholla dan gedung perkuliahan, juga difungsikan sebagai ruang dosen dan pelayanan administrasi mahasiswa.


Iklan

Data dan fakta

Nama lamaSekolah Tinggi Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI)
AlamatJalan TMP Kalibata No. 1 Pancoran, Jakarta Selatan, Jakarta
ArsitekAtelier 6 (arsitektur, interior, struktur)
PemborongMurthy Kurnia Utama
Lama pembangunanApril 1987 – 1988 (tahun perkuliahan 1988/89)
Jumlah lantai (gedung rektor)5 lantai
Jumlah lantai (gedung kuliah)4 lantai
Biaya pembangunanRp. 8 milyar (1989)
Rp. 111 milyar (inflasi 2022)
SignifikasiArsitektur (tetenger arsitektur pascamodern)

Referensi

  1. Urip Yustono; Rahmi Hidayat (1989). “Kampus STEKPI: Langgam Post Modern, yang lepas dari ikatan konvensi desain.” Majalah Konstruksi No. 140, Desember 1989, hal. 56-62
  2. Ikatan Arsitek Indonesia (1991). “IAI Award 1991”. Jakarta: Ikatan Arsitek Indonesia, hal. 38-39
  3. Rahmi Hidayat (1992). “IAI Award: Penghargaan Karya Arsitektur Indonesia Terbaik 1991.” Majalah Konstruksi No. 165, Januari 1992, hal. 12-17
  4. Halaman resmi STEKPI/Universitas Trilogi:
    1. Lokasi kampus (arsip 1, 2)
    2. Fasilitas kampus (arsip)
    3. Sejarah Universitas Trilogi Jakarta (arsip)
    4. Fasilitas Pendidikan (arsip)
  5. Ruslan Burhani (2011). “STEKPI Menjadi Universitas Trilogi.” ANTARA, 11 Maret 2011. Diakses 17 Juni 2022 (arsip)
  6. Advertorial (1988). “PTS Dituntut Melahirkan Generasi Profesi ‘Siap Pakai’.” Suara Pembaruan, 17 Juni 1988 hal. 8-9
  7. yun (1987). “Tugas Diselesaikan di Kampus.” KOMPAS, 26 November 1987, hal. 6

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *