Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Setiap Gedung Punya Cerita, mulai 18 Januari hingga 28 Januari 2022 akan membahas empat dari lima gedung walikota di Jakarta. Kantor Walikota Jakarta Timur telah SGPC bahas terlebih dahulu, sehingga untuk dua minggu ke depan, mimin bahas empat sisanya yang belum dibahas. Keempat, adalah Kantor Walikota Jakarta Selatan. Tidak semua detail gedung untuk Kantor Walikota di Jakarta mimin bisa bahas karena keterbatasan data yang ada.

Kantor Walikota Jakarta Selatan saat ini berlokasi di Jalan Prapanca Raya No. 9, dekat dengan Monumen Ade Irma Suryani Nasution sejak diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pada tanggal 19 Maret 2003. Gedung operasional Walikota Jakarta Selatan tersebut sudah berkembang dan memiliki 3 blok, bergaya pascamodern, sejak keseluruhan operasional Walikota dipindahkan dari Jalan Trunojoyo.

Sejarah kantor Walikota Jakarta Selatan dimulai sejak 1964 dengan dibangunnya gedung di lahan seluas 3.000 m2 di Jalan Radio V di Kramat Pela, tetapi krisis politik menjelang dan pasca G30S menyebabkan gedung tersebut baru bisa digunakan pada tahun 1966.

Walikota yang mengurusi 10 kecamatan di wilayah yang dikenal dengan budaya kontemporernya, karena meningkatnya kebutuhan ruang kantor, membangun gedung tambahan di bekas lahan milik Jawatan Pekerjaan Umum Kota Jakarta, yang awalnya difungsikan sebagai tempat tinggal pegawai Jawatan PU dan tempat penyimpanan material dan alat berat.

Pembangunan tersebut terealisasi pada tanggal 26 Januari 1971 dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Gedung tersebut berbentuk persegi panjang yang mengelilingi halaman di tengahnya. Kantor Walikota dengan biaya 160 juta rupiah (1972) itu dibangun dan dirancang oleh Pembangunan Jaya (kini sudah terpecah ke Jaya Konstruksi dan Arkonin), dan diselesaikan pada awal tahun 1972, dengan serah terima dilakukan pada tanggal 1 April 1972. Gedung tambahan diresmikan pada 12 April 1978.

Pada tahun 1987, evolusi kantor Walikota Jakarta Selatan berakhir dengan dibangunnya gedung berlantai 7, berwarna cokelat. Dengan meningkatnya kebutuhan ruang kantor dan penduduk di Jakarta Selatan, kawasan di Jalan Trunojoyo sudah kurang mampu lagi menampung kebutuhan tersebut, sehingga diputuskan menambah gedung baru.

Rencana awal membangun gedung di Jalan Trunojoyo ditolak karena kondisi lahan yang terbatas, sehingga akhirnya dibangun di sebelah Monumen Ade Irma Suryani, yang terealisasi dengan selesainya gedung baru tersebut pada tahun 2003. Keseluruhan gedung tambahan di Jalan Prapanca Raya selesai dibangun di tahun 2010, sementara kantor lama di Jalan Trunojoyo terlantar sehingga dimanfaatkan gelandangan sebagai rumah dan pegawai POLRI sebagai parkiran Mabes POLRI.

Sepuluh tahun usai dibangunnya gedung baru di Jalan Prapanca, Pemprov DKI Jakarta berencana menghibahkan lahan bekas Kantor Walikota Jakarta Selatan di Jalan Trunojoyo kepada Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama waktu itu memvisikan gedung baru ASEAN sebagai ikon Asia Tenggara dan obyek wisata. Hibah tersebut terealisasi pada Maret 2017, dan mulai dibongkar beberapa bulan berikutnya. Kini gedung baru Sekretariat ASEAN telah berdiri.


Iklan

Data dan fakta

AlamatJalan Trunojoyo No. 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jakarta
Arsitek (1972)Pembangunan Jaya
Pemborong (1972)Pembangunan Jaya
Lama pembangunan (1972)Januari 1971 – April 1972
Selesai dibangun (1987)1987
Dibongkar (1972 dan 1987)2017 – 2018
Jumlah lantai (1972)4 lantai
Jumlah lantai (1987)8 lantai
Biaya pembangunan (1972)Rp. 160 juta (1972)
Rp. 20,5 milyar (inflasi 2021)

Referensi

  1. Sejarah Kantor Walikotamadya Jakarta Selatan di halaman Walikota Jakarta Selatan, diarsip 9 Juli 2007
  2. wr (1971). “Logika Bang Ali.” KOMPAS, 27 Januari 1971, hal. 2
  3. ph (1972). “Gedung Megah Walikota” (gambar). KOMPAS, 3 April 1972, hal. 12
  4. PT Mitra Pembangunan Jaya (2018). “PT Pembangunan Ibukota Jakarta Raya: Perkembangan Perkotaan dan Arsitektur Jakarta.” Jakarta: PT Mitra Pembangunan Jaya. Halaman 33
  5. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (1977). “Jakarta Memperingati HUT ke-451 dan Proklamasi RI ke-33.” Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Halaman 143
  6. Hotman Siregar (2013). “Bekas Kantor Walikota Jakarta Selatan Akan Jadi Kantor ASEAN.” BeritaSatu, 23 Agustus 2013. Diakses 19 Desember 2021 (arsip)
  7. David Oliver Purba (2017). “Pemprov DKI Hibahkan Lahan Eks-Kantor Wali Kota Jaksel untuk Gedung ASEAN.” KOMPAScom, 24 Maret 2017. Diakses 19 Desember 2021 (arsip)
  8. Nibras Nada Nailufar (2017). “Kantor Lama Wali Kota Jaksel Dirobohkan untuk Perluasan Gedung ASEAN.” KOMPAScom, 5 September 2017. Diakses 19 Desember 2021 (arsip)

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *