Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Hotel berlantai 10 yang diberi nama Horison Ultima Bandung ini adalah hotel bintang empat yang berlokasi di bagian selatan Bandung, tepatnya di kecamatan Turangga. Hotel yang kini memiliki 208 kamar dirancang oleh tim arsitek Perentjana Djaja dan dibangun oleh Dimensi Engineering Contractors.

Hotel Horison Bandung
Sebelum dicat. Foto oleh Billy Gabriel

Iklan

Pembangunan hotel yang kini bagian dari Grup Metropolitan tak lepas dari perkembangan pembangunan jalan lingkar dalam yang sudah terjadi di awal tahun 1990 dan prospek menjadi pusat perdagangan dan belanja untuk wilayah Bandung Selatan. Bersamaan dengan masa pembangunan, pengelola membeli sebuah motel Bandung Inn yang bersebelahan dengan hotel bintang empat itu dan memperbanyak jumlah kamarnya dari 29 menjadi 50.

Sekarang Bandung Inn sudah menjadi bagian dari Hotel Horison. Versi lain dari harian Pikiran Rakyat, Horison juga membeli kolam renang dan restoran dari Pasundan Plaza dan merenovasinya. Pembangunan dimulai tahun 1990 hingga selesai dibangun pada September 1991, setelah mengalami keterlambatan dari jadwal awal yaitu bulan Agustus 1991. Operasional dimulai pada bulan Desember 1991, dan dilanjutkan ke peresmian penggunaan oleh Gubernur Jawa Barat Yogie S. Memet tiga bulan kemudian (2 Maret 1992). Pembangunan penginapan berbintang empat itu menghabiskan biaya 36 milyar rupiah (1991).

Secara arsitektural, hotel rancangan Perentjana Djaja ini berekspresi modern dengan jendela bay window dan hanya menyisipkan pemakaian atap dulang ngapak sebagai representasi arsitektur tradisional Jawa Barat. Saat ini Horison Ultima Bandung (Agoda/Booking) memilik 208 kamar yang terbagi ke dalam lima kategori, dan memiliki fasilitas seperti halnya hotel-hotel lainnya di Bandung seperti 20 ruang rapat dan ballroom berkapasitas 1200 orang.

Hotel berlantai 10 tersebut juga memiliki fasilitas kolam renang, kedai kopi Malabar, lounge Putri serta rumah makan Jepang Okoh. Rumah Makan Jepang Okoh tergolong legendaris sejak dibuka pada tahun 1991; Okoh sempat ditutup, namun kembali dibuka untuk umum mulai tahun 2018.


Iklan

Data dan fakta

Nama lamaHotel Horison Bandung
AlamatJalan Pelajar Pejuang 45 No. 121 Lengkong, Bandung, Jawa Barat
ArsitekPerentjana Djaja
PemborongDimensi Engineering Contractors
Lama pembangunanJuni 1990 – September 1991
Diresmikan2 Maret 1992
Jumlah lantai10 lantai
Jumlah kamar208
Biaya pembangunanRp. 36 milyar (1991)
Rp. 425 milyar (inflasi 2021)
Referensi: Majalah Konstruksi #160 Agustus 1991

Referensi

  1. Ismail; Dwi Ratih (1991). “Hotel Horison Bandung: Mengolah daerah publik dengan konsep continous space.” Majalah Konstruksi No. 160, Agustus 1991, hal. 55-61
  2. KOMPAS, 6 Maret 1992 (iklan peresmian Hotel Horison Bandung)
  3. Halaman resmi Hotel Horison Ultima Bandung, diakses 5 Juni 2021 (arsip)
  4. Radityo D.M. Brahim (1991). “Ekspansi Hotel Horison.” Majalah SWA No. 9/VII, Desember 1991, hal. 134
  5. “Hotel Horison Serap 500 Tenaga Baru.” Pikiran Rakyat, 25 Juni 1991
  6. “Hotel Horison Rugi Besar Akibat Pembangunannya Lambat.” Pikiran Rakyat, 12 September 1991
  7. “Horison Mengundang Pelajar Gunakan Kolam Internasional.” Pikiran Rakyat, 12 November 1991
  8. “Kembalinya OKOH Japanese Restaurant yang Legendaris di Horison Ultima Bandung.” YourBandung, 24 Mei 2018, diakses 5 September 2022 (arsip)

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *