Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Gedung PELNI Kemayoran adalah gedung berlantai 12, memiliki 1 basement, dengan luas lantai total 13.105 meter persegi yang berdiri di Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, di lahan bekas kantor pusat PELNI sebelum pindah ke Jalan Gajah Mada pada 1990. Gedung ini dibangun mulai Februari 1991 dan selesai dibangun sekitar 1993, dan dibuka oleh Direktur Utama PT PELNI Roesman Anwar pada 27 September 1993. Saat ini gedung PELNI Kemayoran berfungsi sebagai kantor pelayanan tiket PELNI dan kantor sewa.

Gedung PELNI Kemayoran
Foto oleh mimin SGPC

Iklan

Gedung PELNI Kemayoran awalnya direncanakan berlantai 8 dengan rancangan arsitektur pascamodern digarap oleh tim arsitek dari Ciriajasa, dibangun oleh pemborong BUMN PT PP mulai 25 Februari 1991 dan awalnya direncanakan selesai Januari 1992. Kenyataannya, pembangunan meleset dari jadwal, dan pada Juli 1992, proyek tersebut dihentikan Pemprov DKI karena ternyata gedung tersebut dibangun tidak sesuai rencana awal, dan diancam untuk dihancurkan.

Ketidaksesuaian tersebut muncul karena penambahan lantai bangunan secara ilegal tanpa menaati KDB dan KLB bangunan. Santer beredar isu bahwa ide penambahan lantai Gedung PELNI Kemayoran muncul karena pergantian badan direksi PELNI, yang memaksa pihak direksi mengebut proyek tersebut selesai lebih cepat dari biasanya, atau dugaan kenaikan komisi. Namun hal ini sulit untuk dibuktikan karena keterbatasan bukti yang bisa ditemukan penulis. Entah bagaimana, pembangunan PELNI Kemayoran bisa dilanjutkan sampai akhirnya diresmikan pada 27 September 1993.

Desain gedung tersebut berlanggam pascamodernis dengan nuansa form follow function, berbeda dengan kantor pusatnya yang terilhami oleh pengalaman pribadi arsiteknya di pelabuhan. Secara eksterior, finishing menggunakan kaca cokelat dan cladding aluminium berwarna cokelat.

Kebakaran, penyegelan dan berupaya bangkit 

Pada 6 Agustus 2010, gedung PELNI Kemayoran sempat terbakar. Dua orang tewas dalam kejadian tersebut sementara puluhan orang terluka. Kebakaran terjadi mulai jam 11.30 siang, dan bisa dipadamkan pada 14.30 oleh 24 unit pemadam kebakaran. Kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di panel listrik lantai 2.

Lima tahun kemudian, pada Juni 2015, PELNI Kemayoran terkena segel dari Pemprov DKI sebagai akibat dari buruknya sistem pencegah kebakaran.

Kebakaran inilah yang memicu turunnya minat penempatan gedung menjadi seperempatnya, dengan 7 perusahaan yang berkantor di 3 lantai terbawah, berdasarkan laporan tugas akhir Eka Yuliandani, seorang mahasiswa Politeknik Negeri Bandung yang menyelesaikan tugas akhirnya mengenai gedung ini pada 2017 lalu. Sebelum kebakaran sekitar 12-15 perusahaan berkantor di gedung berlantai 12 ini. Efek samping lain adalah keadaan bangunan yang terkesan tidak terawat.

Baru pada 2017-2018, renovasi internal dilakukan PELNI untuk memastikan bahwa Gedung PELNI Kemayoran kembali bisa digunakan untuk masyarakat umum, mulai 2019.

Selengkapnya mengenai garis besar gedung era 1990an dapat anda baca di artikel ini


Iklan

Data dan fakta

AlamatJalan Angkasa No. 18 Kemayoran, Jakarta Pusat, Jakarta
ArsitekCiriajasa
PemborongPembangunan Perumahan
Lama pembangunanFebruari 1991 – 1993
Diresmikan27 September 1993
Jumlah lantai12 lantai
1 basement
Biaya pembangunanRp 9 milyar (1992)
Rp 95 milyar (inflasi 2020)
Referensi: Majalah Konstruksi #159 Juli 1991

Referensi

  1. Djati Retnowati, Saptiwi (1991). “Gedung tiket Pelni dilengkapi dengan BAS”. Majalah Konstruksi No. 159, Juli 1991.
  2. RSE/UKA (1992). “Salahi Aturan, Gedung PELNI Harus Dibongkar”. Media Indonesia, 10 Oktober 1992.
  3. Yuliandani, Eka (2017). “Analisis Kelayakan Investasi untuk Re-Utilisasi Gedung Kantor Sewa Kemayoran Jakarta milik PT PELNI Pasca Kebakaran”. Skripsi: Politeknik Negeri Bandung, 2017.
  4. Sipria Riang, Tangguh (2015). “Gedung Pelni, Riwayatmu Kini…” Kompascom, 5 Juni 2015. (Arsip)
  5. ind (2010). “Gedung Pelni Tebakar, Dua Tewas”. Jawa Pos News Network, 7 Agustus 2010. (Arsip)
  6. her/irw (2010). “Kebakaran di Gedung Pelni Kemayoran Dipicu Korsleting Listrik”. Detikcom, 6 Agustus 2010. (Arsip)
  7. Indana, Wanda. “Tak Punya Prosedur Keselamatan Kebakaran, 2 Gedung Bertingkat Disegel”. Metro TV, 3 Juni 2015. (Webcitation)
  8. omy (2019). “Pelni Optimalkan Aset, Salah Satunya di Kemayoran”. BeritaTrans, 10 Januari 2019. (Arsip)
  9. Zaki, Mohammad; Hidayat, Rahmi. “Gedung Kantor Pusat PT PELNI: Bentuknya diilhami suasana pelabuhan.” Majalah Konstruksi No. 141, Januari 1990.

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *