Iklan

Google Translation avaliable here. Use at your own risk; some translation may be incorrect or misleading:

Ini adalah Pasar Kumbasari, sebuah pasar tradisional yang berlokasi di Jalan Gajah Mada Denpasar. Pasar tradisional ini dalam sejarahnya berawal dari Pasar Periuk atau Peken Payuk, yang kemudian dimodernisasi, dikembangkan dan dibangun oleh sebuah perusahaan bernama PT Cipta Agung melalui kerjasama operasi dengan Pemerintah Kabupaten Badung.

Pasar Kumbasari
Foto oleh mimin SGPC

Proyek pasar tersebut dibangun mulai sekitar tahun 1976 dan selesai dibangun secara bertahap. Lantai pertama mulai ditempati sejak 11 Februari 1977, sekaligus mengganti nama pasar menjadi Pasar Kumbasari, sementara lantai-lantai berikutnya menyusul hingga awal tahun 1978. Bupati Kabupaten Badung Letkol I Dewa Gede Oka meresmikan pemakaian pasar ini pada tanggal 22 Maret 1978.

Pasar tradisional berlantai 4 saat ini didominasi toko-toko sembako, karya seni dan perlengkapan Agama Hindu. Lantai 4 sebelumnya adalah sebuah bioskop Kumbasari Theatre yang sempat memiliki 800 kursi dan layar sebesar 70 mm, dan pusat rekreasi bowling. Persaingan dengan bioskop-bioskop modern dan mall-mall di Kota Denpasar menyebabkan Kumbasari Theatre tutup, dan beralih fungsi menjadi pertokoan juga. Sebelum 1990an, pasar tradisional tersebut dilengkapi dengan eskalator.

Pasar ini pernah dijabarkan sebagai “pusat keramaian yang unik, campuran antara pertokoan modern dan pasar tradisional” oleh salah satu halaman Facebook yang khusus menjelaskan sejarah Pulau Bali secara umum karena fasilitas yang ada saat itu dianggap sangat modern dan dekat dengan teras Peken Payuk yang sampai sekarang masih eksis. Sayangnya, perpaduan tersebut dianggap “gagal” karena dianggap “ramai” sehingga “menghilangkan daya pikat” Pasar Kumbasari.

Pada tanggal 2 Mei 2007, pasar yang dikelola oleh Pemda Kota Denpasar itu terbakar hebat, menghanguskan lantai 3 dan 4. Penyebabnya masih belum jelas hingga kini, laporan terakhir di media daring, dicurigai terjadi sabotase. Kebakaran kembali terjadi pada tanggal 9 Februari 2019, kini di sebuah toko perlengkapan Agama Hindu di lantai 1.


Iklan

Data dan fakta

Nama lamaPeken Payuk
Pasar Periuk
AlamatJalan Gajah Mada Denpasar Barat, Denpasar, Bali
PemborongPT Cipta Agung
Lama pembangunan1976 – 1978
Diresmikan22 Maret 1978
Jumlah lantai4 lantai
Referensi: Bali Post 14/3/1978

Referensi

  1. “Pasar Kumbasari Diresmikan Minggu Depan”. Bali Post, 14 Maret 1978
  2. “Hanya BPP yg berhak mengelola Pasar Periuk: Pelaksana bangunan tak dibenarkan mendaftar calon peminat.” Bali Post, 8 September 1976
  3. “Pasar Periuk menjadi Pasar Kumbasari: Lantai I mulai dibuka, belum semua terjual.” Bali Post, 12 Februari 1977
  4. Facebook Sejarah Bali, diakses 14 Desember 2019
  5. nrl/gah (2007). “Pasar Kumbasari Badung Terbakar“. Detikcom, 2 Mei 2007, diakses 14 Desember 2019. (arsip)
  6. nvt/nrl (2007). “Diduga Ada Sabotase di Balik Kebakaran Pasar Kumbasari Bali“. Detikcom, 3 Mei 2007. Diakses 14 Desember 2019. (arsip)
  7. Putu Supartika; Ida Ayu Suryantini Putri (editor) (2019). “Kebakaran di Pasar Kumbasari Hanguskan Toko Alat-Alat Banten, Segini Taksiran Kerugian“. Tribun Bali, 9 Februari 2019. Diakses 14 Desember 2019. (arsip: 1, 2)

Lokasi

Anda suka SGPC dan ingin membantu suksesnya blog ini? Dukung kami dengan memberi saweran via Saweria, dan anda mendapat kesempatan nama anda dipajang di halaman khusus ini. Kunjungilah Trakteer SGPC untuk mendapatkan konten-konten akses dini, eksklusif serta kliping artikel dari Rak Arsip SGPC!
Dukungan via Saweria akan ditutup pada 1 Juli 2024.


Bagaimana pendapat anda......

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *